Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Hakim Banding Ijinkan Trump Kendalikan Garda Nasional California

badge-check


					Anggota Garda Nasional California dikerahkan di luar kompleks gedung-gedung federal di Santa Ana, California, AS, pada 18 Juni 2025. (foto: REUTERS/Mike Blake) Perbesar

Anggota Garda Nasional California dikerahkan di luar kompleks gedung-gedung federal di Santa Ana, California, AS, pada 18 Juni 2025. (foto: REUTERS/Mike Blake)

Washington – Pengadilan banding Amerika Serikat memutuskan untuk sementara mengizinkan mantan Presiden Donald Trump mempertahankan kendali atas Garda Nasional California. Keputusan itu datang di tengah gugatan Gubernur California Gavin Newsom. Newsom menuduh Trump menyalahgunakan kekuasaan dengan mengerahkan pasukan untuk meredam protes di Los Angeles.

Panel tiga hakim dari Pengadilan Banding Sirkuit ke-9 yang berbasis di San Francisco mengumumkan keputusan ini pada Kamis (19/6/2025). Panel tersebut memutuskan untuk menunda pelaksanaan putusan Hakim Distrik Charles Breyer, yang sebelumnya menyatakan bahwa Trump telah melanggar hukum federal dengan mengerahkan Garda Nasional tanpa koordinasi dengan gubernur negara bagian.

Dalam opininya, panel hakim menyatakan bahwa “Trump masih bertindak dalam batas kewenangannya” dan bahwa “meskipun koordinasi dengan gubernur mungkin tidak dilakukan sepenuhnya, Newsom tidak memiliki wewenang untuk memveto arahan presiden.”

Namun, pengadilan juga menekankan bahwa putusan ini tidak menyentuh soal legalitas aktivitas apa saja yang dapat dilakukan oleh Garda Nasional setelah difederalisasi. Putusan tersebut juga membuka ruang bagi Newsom untuk tetap menantang penggunaan pasukan militer untuk penegakan hukum domestik.

Latar Belakang

Kontroversi bermula pada 7 Juni, ketika Presiden Trump mengerahkan 4.000 personel Garda Nasional ke Los Angeles di tengah memuncaknya demonstrasi atas kebijakan imigrasi federal. Selain itu, Trump juga memerintahkan penempatan 700 personel Marinir.

Pada 9 Juni negara bagian California mengajukan gugatan.  Gugatannya adalah Trump melanggar kedaulatan negara bagian dan melanggar Undang-Undang Posse Comitatus yang membatasi keterlibatan militer dalam urusan sipil.

Hakim Breyer dalam keputusannya menyatakan bahwa tidak ada kondisi darurat yang sah — seperti pemberontakan atau ketidakmampuan pemerintah federal dalam menegakkan hukum — yang membenarkan pengambilalihan tersebut. Ia memerintahkan agar kendali atas Garda Nasional dikembalikan kepada Gubernur Newsom.

Namun hanya beberapa jam setelah keputusan itu terbit, panel banding langsung membekukannya.

Respons Trump dan Newsom

Melalui unggahan di media sosial X (dulu Twitter), Gubernur Newsom menegaskan komitmennya untuk melanjutkan gugatan terhadap Trump. “Presiden bukanlah raja dan tidak berada di atas hukum,” tulisnya. “Kami akan terus melawan penggunaan militer secara otoriter terhadap warga sipil.”

Sementara itu, Trump menyambut gembira keputusan pengadilan dan menyatakan bahwa tindakannya semata-mata demi menjaga keamanan nasional. “Ini adalah kemenangan besar untuk negara kita. Kami akan terus melindungi rakyat Amerika yang taat hukum,” tulisnya di Truth Social.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional