Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Media Pemerintah Sebut Pasukan Rusia Kuasai Desa Pertama di Dnipropetrovsk

badge-check


					Tentara Ukraina di tepi Sungai Dnipro, di garis depan dekat Kherson. (foto: AP/Mstyslav Chernov) Perbesar

Tentara Ukraina di tepi Sungai Dnipro, di garis depan dekat Kherson. (foto: AP/Mstyslav Chernov)

Moskow – Media pemerintah Rusia dan beberapa blogger militer melaporkan bahwa pasukan Rusia telah kuasai desa pertama di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina bagian timur-tengah, pada Senin (30/6/2025). Ini menjadi kemajuan terbaru Moskow yang dalam dua bulan terakhir telah merebut sekitar 950 kilometer persegi wilayah Ukraina.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi baik dari pihak Ukraina maupun Kementerian Pertahanan Rusia terkait klaim tersebut.

Di tengah meningkatnya pembicaraan soal kemungkinan damai antara Moskow dan Kyiv, situasi di lapangan justru menunjukkan eskalasi konflik. Pasukan Rusia disebut telah mencaplok wilayah seluas 200 kilometer persegi di wilayah Sumy dan mulai memasuki Dnipropetrovsk sejak bulan lalu.

Menurut peta militer Ukraina di Deep State Map, Rusia kini menguasai 113.588 kilometer persegi wilayah Ukraina — meningkat hampir 943 kilometer persegi sejak akhir April hingga 28 Juni.

Media pemerintah Rusia RIA Novosti mengutip pernyataan Vladimir Rogov, seorang pejabat pro-Rusia, yang menyebut bahwa pasukan Moskow telah merebut kendali atas desa Dachnoye, sebuah pemukiman kecil yang terletak tepat di dalam perbatasan wilayah Dnipropetrovsk.

Prospek Damai yang Masih Samar

Rusia menyatakan terbuka untuk perundingan damai. Namun, mereka tetap bersikeras bahwa Ukraina harus menarik pasukannya dari empat wilayah yang telah diklaim sebagai bagian dari Federasi Rusia. Presiden Vladimir Putin bahkan menyebut wilayah tersebut kini secara hukum merupakan bagian dari negaranya.

Namun, bagi Ukraina dan para sekutunya di Eropa, tuntutan tersebut dianggap tidak masuk akal dan sama dengan menyerah tanpa syarat. Kyiv menegaskan tidak akan pernah menerima pendudukan Rusia atas seperlima wilayah nasionalnya.

Rusia kini menguasai seluruh wilayah Krimea, 99 persen wilayah Luhansk, serta lebih dari 70 persen wilayah Donetsk, Zaporizhzhia, dan Kherson. Selain itu, beberapa bagian wilayah Kharkiv, Sumy, dan Dnipropetrovsk juga kini masuk dalam zona kontrol militer Rusia.

Sementara itu, belum ada sinyal perdamaian dari kedua belah pihak atas konflik yang telah berlangsung sejak Februari 2022 ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional