Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Trodelvy dan Keytruda Turunkan Risiko Kanker Payudara hingga 35 Persen

badge-check


					Trodelvy dan Keytruda Turunkan Risiko Kanker Payudara hingga 35 Persen Perbesar

Chicago – Obat kanker Trodelvy dari Gilead Sciences menunjukkan hasil menjanjikan ketika dikombinasikan dengan imunoterapi andalan Merck, Keytruda. Dalam sebuah uji klinis besar yang dipresentasikan pada Sabtu (31/5/2025) di pertemuan ilmiah American Society of Clinical Oncology (ASCO) di Chicago, kombinasi kedua obat tersebut berhasil menurunkan risiko perkembangan kanker payudara jenis agresif hingga 35 persen.

Hasil studi ini disebut-sebut berpotensi mengubah standar pengobatan awal bagi pasien dengan kanker payudara triple-negative stadium lanjut yang mengekspresikan protein PD-L1—jenis kanker yang dikenal sulit diobati karena tidak merespons terapi hormon maupun HER2.

Setelah masa pemantauan selama 14 bulan, pasien yang menerima kombinasi Trodelvy dan Keytruda mencatat waktu bebas perkembangan penyakit (progression-free survival/PFS) selama 11,2 bulan, dibandingkan 7,8 bulan pada kelompok pasien yang mendapat terapi standar berupa kemoterapi dan Keytruda.

Tak hanya itu, durasi respons terhadap pengobatan juga lebih lama. Pasien dalam kelompok Trodelvy-Keytruda memberikan respons selama 16,5 bulan, hampir dua kali lipat dari kelompok kemoterapi yang tercatat selama 9,2 bulan.

“Kombinasi ini kemungkinan besar akan menjadi pengobatan lini pertama baru bagi pasien triple-negative breast cancer,” ujar Dr. Jane Lowe Meisel, pakar onkologi payudara dari Emory University dan perwakilan resmi ASCO.

Harapan Baru bagi Pasien Kanker Payudara

Menurut data ASCO, sekitar 10 persen dari seluruh kasus kanker payudara di Amerika Serikat tergolong triple-negative. Jenis kanker ini cenderung lebih agresif, tidak memiliki biomarker umum untuk pengobatan, serta memiliki tingkat kekambuhan tinggi. Sekitar 40 persen dari kasus ini juga mengekspresikan PD-L1, menjadikannya kandidat ideal untuk terapi Keytruda.

Trodelvy sendiri merupakan antibody-drug conjugate, yaitu obat yang dirancang untuk menghantarkan zat anti-kanker langsung ke sel tumor dengan lebih tepat, sehingga meminimalkan kerusakan pada sel sehat. Saat ini, Trodelvy telah disetujui untuk digunakan pada pasien triple-negative yang telah menjalani dua atau lebih terapi sebelumnya.

Dari sisi keamanan, efek samping serius yang tercatat dalam studi mencakup neutropenia—penurunan jumlah sel darah putih—pada 43 persen pasien, serta diare pada 10 persen. Sebagai perbandingan, pada kelompok kemoterapi, neutropenia terjadi pada 45 persen pasien, dengan tambahan kasus anemia (16 persen) dan penurunan trombosit darah (14 persen).

Gilead tengah melakukan sejumlah studi lanjutan untuk Trodelvy, termasuk pengujian pada pasien triple-negative yang tidak mengekspresikan PD-L1.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional