Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Trump Gandakan Tarif Baja dan Aluminium Jadi 50 Persen

badge-check


					Trump Gandakan Tarif Baja dan Aluminium Jadi 50 Persen Perbesar

Pittsburgh – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan baru dengan menggandakan tarif impor baja dan aluminium dari 25 persen menjadi 50 persen. Keputusan ini akan mulai berlaku Rabu pekan depan dan menjadi bagian dari upaya Trump untuk menghidupkan kembali industri baja nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap China.

Dalam pidato kampanye di Pittsburgh, Pennsylvania—kota yang selama ini dikenal sebagai jantung industri baja Amerika—Trump menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk “mengembalikan baja Pennsylvania ke tulang punggung Amerika”.

“Jika Anda tidak punya baja, Anda tidak punya negara,” kata Trump di hadapan ribuan pendukung, sebagian besar merupakan pekerja pabrik baja.

Trump juga mengklaim adanya komitmen investasi senilai 14 miliar dolar AS atau sekitar Rp224 triliun dari hasil kemitraan antara US Steel dan perusahaan baja asal Jepang, Nippon Steel. Meski demikian, Trump mengaku belum melihat atau menyetujui kesepakatan final.

Bonus untuk Pekerja Baja

Dalam pidatonya yang berlangsung sekitar satu jam, Trump menjanjikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun pemindahan pabrik ke luar negeri. Bahkan, menurutnya, setiap pekerja baja akan menerima bonus sebesar 5.000 dolar AS sebagai bentuk penghargaan.

“Tidak akan ada PHK, tidak akan ada outsourcing. Semua pekerja baja Amerika akan segera menerima bonus yang layak mereka dapatkan,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan meriah.

Salah satu kekhawatiran yang mencuat dari serikat pekerja adalah bagaimana perusahaan Jepang akan menghormati kontrak serikat buruh di Amerika yang mengatur soal gaji dan perekrutan.

Investasi Besar, Kepemilikan Masih Tanda Tanya

Meski mengklaim telah “menyelamatkan” US Steel sejak menerapkan tarif baja 25 persen pada 2018 (masa jabatan pertama Trump), Trump tidak memberikan rincian jelas tentang bentuk kemitraan dengan Nippon Steel. Kedua perusahaan pun belum mengonfirmasi secara resmi bahwa kesepakatan telah tercapai.

Media lokal melaporkan bahwa Jepang berencana mengucurkan dana investasi selama 14 bulan ke depan. Disebutkan bahwa kepemilikan US Steel akan tetap berada di tangan pihak AS. Ini termasuk warga negara AS akan duduk di jajaran dewan direksi serta posisi strategis lainnya.

Respons Pekerja dan Pemerintah Daerah

Wali Kota Washington, Pennsylvania, yang juga anggota United Steelworkers, JoJo Burgess, turut hadir dalam acara tersebut. Ia menyambut baik rencana investasi tersebut meskipun mengaku bukan pendukung Trump.

“Saya tidak akan menentang kebijakan yang bisa menciptakan lapangan kerja dan menyeimbangkan daya saing industri manufaktur Amerika,” kata Burgess.

Ia juga mengingat kembali masa-masa menguntungkan setelah penerapan kebijakan tarif baja Trump pada periode pertama pemerintahannya.

Ketegangan Dagang dan Dampak Global

Namun, langkah Trump menuai kritik dari sejumlah pengamat ekonomi internasional. Kebijakan tarif sebelumnya telah memicu ketegangan dagang dengan China dan mitra dagang lainnya, serta menciptakan ketidakpastian di pasar global.

Pada Jumat lalu, Trump menuding China melanggar kesepakatan dagang yang telah tercapai awal bulan ini di Jenewa. Pemerintah China membalas dengan menyebut AS melakukan diskriminasi, tanpa merespons langsung tuduhan Trump.

Trump sebelumnya pernah berjanji akan memblokir akuisisi US Steel oleh pihak asing. Meskipun tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana struktur kepemilikan dalam kesepakatan dengan Nippon Steel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.

Gencatan Dagang China – AS Dorong Optimisme Investor Asing

31 Oktober 2025 - 09:41 WIB

Gencatan dagang China - AS menghapus kekhawatiran investor global dan memicu optimisme baru di pasar saham China.
Trending di Internasional