Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Nasional

45,6 Ton Sampah Diangkat dari Sungai Kalimati Banyuwangi

badge-check

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani meninjau muara sungai Kalimati, Muncar. (Foto: Pemkab Banyuwangi) Perbesar

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani meninjau muara sungai Kalimati, Muncar. (Foto: Pemkab Banyuwangi)

BANYUWANGI, 31 Oktober 2026 — Sebanyak 45,6 ton sampah rumah tangga dan limbah berhasil diangkat dari Sungai Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, selama empat hari pembersihan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi Bayu Hadiyanto mengatakan, pembersihan yang dimulai sejak Senin (26/10) itu melibatkan warga setempat dan berbagai elemen masyarakat.

Berdasarkan data DLH Banyuwangi, sampah yang terkumpul pada hari pertama mencapai 12,5 ton. Jumlah tersebut meningkat menjadi 18,3 ton pada hari kedua, kemudian 9,1 ton pada hari ketiga dan 5,7 ton pada hari keempat.

“Jadi total sekitar 45,6 ton selama empat hari,” kata Bayu, Kamis (29/10).

Selama tiga hari pertama, petugas membersihkan sampah di sepanjang 700-800 meter kawasan sungai. Memasuki hari keempat, penanganan difokuskan ke kawasan muara.

Penanganan Muara Tak Hanya Angkat Sampah

Di kawasan muara, persoalan yang dihadapi bukan hanya tumpukan sampah, tetapi juga sedimentasi yang perlu dinormalisasi.

Dinas PU Pengairan Banyuwangi telah mendatangkan alat berat untuk membantu pengerukan sedimen. Langkah ini dilakukan agar penanganan sungai tidak hanya berfokus pada sampah yang terlihat di permukaan.

Selain pengerukan, pemerintah juga berencana mengangkut puluhan bangkai kapal nelayan yang terbengkalai di kawasan tersebut. Saat ini, proses inventarisasi masih dilakukan sebelum pengangkutan.

Bayu menjelaskan, keberadaan bangkai kapal menghambat aliran air, baik saat kondisi pasang maupun surut.

“Karena bahasa bersih-bersih ini bukan hanya sampahnya aja ternyata, sumber masalahnya, sedimennya harus diturunkan, dan bangkai-bangkai kapalnya juga harus dibersihkan,” ujarnya.

Sungai Watch Pasang Trash Barrier

Untuk mencegah sampah kembali menumpuk, organisasi nonpemerintah (NGO) Sungai Watch turut memasang trash barrier atau penghalang sampah di aliran sungai.

Menurut Bayu, alat tersebut berfungsi memantau kemungkinan warga kembali membuang sampah ke sungai sekaligus menghalangi sampah di kawasan muara agar tidak masuk ke aliran sungai.

Pemasangan penghalang sampah itu menjadi salah satu langkah pencegahan agar hasil pembersihan tidak kembali sia-sia akibat penumpukan sampah.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menargetkan seluruh rangkaian pembersihan kawasan Sungai Kalimati dapat diselesaikan dalam waktu sepekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

MA Kabulkan Kasasi, Suket SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

31 Okt 2026 - 07:59 WIB

MA Kabulkan Kasasi, Suket SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

GoTo Catat Laba Bersih Rp 1,16 Triliun hingga Kuartal III 2026

30 Okt 2026 - 09:36 WIB

GoTo Catat Laba Bersih Rp 1,16 Triliun hingga Kuartal III 2026

Kepala BGN Ungkap Dugaan Jual-Beli Titik Dapur MBG

30 Okt 2026 - 06:33 WIB

Kepala BGN Ungkap Dugaan Jual-Beli Titik Dapur MBG

Buya Anwar Abbas dan MUI Kritik Izin Konser Andrea Bocelli

29 Okt 2026 - 11:41 WIB

Buya Anwar Abbas dan MUI Kritik Izin Konser Andrea Bocelli

Relawan Angkat 15 Ton Sampah dari Sungai Kalimati Banyuwangi

29 Okt 2026 - 10:25 WIB

Relawan Angkat 15 Ton Sampah dari Sungai Kalimati Banyuwangi
Trending di Nasional