BANYUWANGI, 29 Oktober 2026 — Sebanyak 15 ton sampah diangkat dari Sungai Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, dalam aksi pembersihan yang dimulai sejak Senin (26/10).
Hingga Rabu (28/10), pembersihan telah menjangkau sekitar 700 meter dari total 800 meter aliran sungai yang menjadi sasaran. Penanganan masih menyisakan sekitar 100 meter, terutama di kawasan muara.
Community Coordinator Sungai Watch, Dewi Fatmawati, mengatakan sampah yang terkumpul selama dua hari didominasi sampah rumah tangga nonorganik. Sampah tersebut telah terkontaminasi limbah sehingga tidak memungkinkan untuk didaur ulang.
“Selama dua hari, sampah yang berhasil kami kumpulkan mencapai lebih dari 15 ton. Mayoritas didominasi sampah rumah tangga nonorganik,” ujar Dewi, Rabu.
Sampah yang telah diangkat kemudian dibawa ke tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) Karetan untuk penanganan lebih lanjut.
Pembersihan Sungai Kalimati Dilanjutkan hingga Muara
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang meninjau lokasi pada Rabu mengatakan, pembersihan akan dilanjutkan hingga kawasan muara.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan ekskavator untuk membantu pengangkatan sampah di kawasan tersebut.
“Harus kita lakukan sampai ke muara. Kita siapkan alat berat agar pengangkatan sampah bisa dilakukan lebih optimal,” kata Ipuk.
Selain mengangkut sampah yang telah menumpuk, pemerintah daerah berencana memasang kamera pengawas atau CCTV di sepanjang aliran sungai. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat pengawasan dan mencegah kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Ipuk juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meningkatkan manajemen pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Warga turut didorong agar tidak lagi membuang sampah ke sungai.
Sampah Sungai Kalimati Ganggu Hasil Tangkapan Nelayan
Penumpukan sampah di Sungai Kalimati juga berdampak pada aktivitas nelayan di kawasan Muncar.
Mohammad Razak Cahyono, nelayan setempat, mengatakan keberadaan sampah di perairan menyulitkan nelayan mendapatkan ikan, bahkan ketika musim ikan sedang berlangsung.
“Meskipun sedang musim ikan, hasil tangkapan menjadi susah didapat karena ikan enggan mendekat ke perairan yang penuh sampah. Kami sangat mendukung langkah-langkah yang dilakukan saat ini,” kata Razak.
Pembersihan Sungai Kalimati diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah di perairan sekaligus mendukung aktivitas masyarakat yang bergantung pada hasil tangkapan ikan.















