Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

India Pastikan Seluruh Pelaku Serangan Kashmir adalah Warga Pakistan

badge-check


					Tentara India melakukan operasi pencarian pelaku serangan Kasmir. (foto: AFP/Tauseef Mustafa) Perbesar

Tentara India melakukan operasi pencarian pelaku serangan Kasmir. (foto: AFP/Tauseef Mustafa)

New Delhi – Penyelidik India menyatakan bahwa semua pelaku serangan mematikan terhadap wisatawan di Pahalgam, Kashmir pada April lalu, merupakan warga negara Pakistan. Mereka adalah anggota kelompok militan Lashkar-e-Taiba (LeT).

Badan Investigasi Nasional India (NIA) menyampaikan pernyataan ini setelah mereka menangkap dua warga lokal yang memberikan tempat persembunyian bagi para pelaku sebelum serangan berlangsung pada 22 April itu.

Sebelumnya, polisi setempat telah merilis sketsa tiga tersangka, menyebut dua di antaranya berasal dari Pakistan dan satu lainnya warga lokal. Namun hasil penyelidikan lanjutan dari NIA menegaskan bahwa ketiganya adalah militan asing dari LeT.

Serangan brutal tersebut menewaskan 26 orang dan sempat mengguncang hubungan bilateral India dan Pakistan. Kedua negara bertetangga yang bersenjata nuklir itu telah berkonflik selama puluhan tahun atas wilayah Kashmir.

Pakistan hingga kini belum memberikan komentar resmi atas klaim terbaru ini. Pada waktu serangan terjadi, Islamabad membantah keras keterlibatan dalam insiden tersebut dan menyebut tuduhan India tidak berdasar.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu (22/6/2025), NIA menyatakan bahwa dua warga lokal yang ditangkap telah “secara sadar memberikan perlindungan kepada tiga teroris bersenjata di sebuah pondok musiman” sebelum serangan terjadi. Meski demikian, NIA tidak merinci kapan penangkapan dilakukan, dan para tersangka belum memberikan keterangan publik karena masih dalam tahanan.

Dampak Serangan

Serangan tersebut memicu peningkatan ketegangan militer di kawasan. India segera mencabut Perjanjian Air Indus 1960 — sebuah kesepakatan berbagi air sungai yang telah lama menjadi simbol kerja sama kedua negara. Sebagai balasan, Pakistan menarik diri dari Perjanjian Simla 1972 yang selama ini menjadi dasar penyelesaian sengketa secara bilateral dan damai.

Ketegangan meningkat pada 7 Mei, ketika India melancarkan serangan udara dan rudal ke sejumlah lokasi yang disebut sebagai “infrastruktur teror” di wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan. Pakistan membantah lokasi tersebut adalah kamp militan dan membalas dengan serangan rudal serta menerbangkan drone ke wilayah India.

Ketegangan sempat mendekati eskalasi serius hingga akhirnya mereda pada 10 Mei, setelah Presiden Trump mengumumkan tercapainya gencatan senjata.

Mencari Pelaku Serangan Kashmir

Kelompok bersenjata The Resistance Front (TRF), yang sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan, belakangan mencabut klaim tersebut. Hal ini menambah kebingungan di tengah penyelidikan yang masih berlangsung.

Hingga kini, ketiga pelaku utama penyerangan masih buron. Pasca insiden, aparat India menggelar operasi besar-besaran untuk mencari pelaku serangan, menyisir ribuan warga di seluruh wilayah Kashmir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional