Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

India Pastikan Seluruh Pelaku Serangan Kashmir adalah Warga Pakistan

badge-check

Tentara India melakukan operasi pencarian pelaku serangan Kasmir. (foto: AFP/Tauseef Mustafa) Perbesar

Tentara India melakukan operasi pencarian pelaku serangan Kasmir. (foto: AFP/Tauseef Mustafa)

New Delhi – Penyelidik India menyatakan bahwa semua pelaku serangan mematikan terhadap wisatawan di Pahalgam, Kashmir pada April lalu, merupakan warga negara Pakistan. Mereka adalah anggota kelompok militan Lashkar-e-Taiba (LeT).

Badan Investigasi Nasional India (NIA) menyampaikan pernyataan ini setelah mereka menangkap dua warga lokal yang memberikan tempat persembunyian bagi para pelaku sebelum serangan berlangsung pada 22 April itu.

Sebelumnya, polisi setempat telah merilis sketsa tiga tersangka, menyebut dua di antaranya berasal dari Pakistan dan satu lainnya warga lokal. Namun hasil penyelidikan lanjutan dari NIA menegaskan bahwa ketiganya adalah militan asing dari LeT.

Serangan brutal tersebut menewaskan 26 orang dan sempat mengguncang hubungan bilateral India dan Pakistan. Kedua negara bertetangga yang bersenjata nuklir itu telah berkonflik selama puluhan tahun atas wilayah Kashmir.

Pakistan hingga kini belum memberikan komentar resmi atas klaim terbaru ini. Pada waktu serangan terjadi, Islamabad membantah keras keterlibatan dalam insiden tersebut dan menyebut tuduhan India tidak berdasar.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu (22/6/2025), NIA menyatakan bahwa dua warga lokal yang ditangkap telah “secara sadar memberikan perlindungan kepada tiga teroris bersenjata di sebuah pondok musiman” sebelum serangan terjadi. Meski demikian, NIA tidak merinci kapan penangkapan dilakukan, dan para tersangka belum memberikan keterangan publik karena masih dalam tahanan.

Dampak Serangan

Serangan tersebut memicu peningkatan ketegangan militer di kawasan. India segera mencabut Perjanjian Air Indus 1960 — sebuah kesepakatan berbagi air sungai yang telah lama menjadi simbol kerja sama kedua negara. Sebagai balasan, Pakistan menarik diri dari Perjanjian Simla 1972 yang selama ini menjadi dasar penyelesaian sengketa secara bilateral dan damai.

Ketegangan meningkat pada 7 Mei, ketika India melancarkan serangan udara dan rudal ke sejumlah lokasi yang disebut sebagai “infrastruktur teror” di wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan. Pakistan membantah lokasi tersebut adalah kamp militan dan membalas dengan serangan rudal serta menerbangkan drone ke wilayah India.

Ketegangan sempat mendekati eskalasi serius hingga akhirnya mereda pada 10 Mei, setelah Presiden Trump mengumumkan tercapainya gencatan senjata.

Mencari Pelaku Serangan Kashmir

Kelompok bersenjata The Resistance Front (TRF), yang sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan, belakangan mencabut klaim tersebut. Hal ini menambah kebingungan di tengah penyelidikan yang masih berlangsung.

Hingga kini, ketiga pelaku utama penyerangan masih buron. Pasca insiden, aparat India menggelar operasi besar-besaran untuk mencari pelaku serangan, menyisir ribuan warga di seluruh wilayah Kashmir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Asian Games di Jepang Banyak Masalah, Apa Penyebabnya?

23 Okt 2026 - 10:41 WIB

Asian Games di Jepang Banyak Masalah, Apa Penyebabnya?

Dugaan Kecurangan Pemilu AS Menguat, Pemilih Sebut Mesin Pemilu Ubah Suara

23 Okt 2026 - 08:48 WIB

Dugaan Kecurangan Pemilu AS Menguat, Pemilih Sebut Mesin Pemilu Ubah Suara

Pengembangan AI Rusia Terhambat, Dampak Serangan Drone Ukraina

23 Okt 2026 - 08:16 WIB

Pengembangan AI Rusia Terhambat, Dampak Serangan Drone Ukraina

Meta Didenda Rp 400 Triliun di AS

23 Okt 2026 - 07:31 WIB

Meta Didenda Rp 400 Triliun di AS

Update Selat Hormuz: 7 Kapal Tanker Rusak dan Terbakar

23 Okt 2026 - 07:26 WIB

Update Selat Hormuz: 7 Kapal Tanker Rusak dan Terbakar
Trending di Internasional