Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

India Wajibkan Inspeksi Sakelar Bahan Bakar Boeing Usai Tragedi AI171

badge-check


					Ilustrasi posisi sakelar bahan bakar Boeing 787 Dreamliner. Perbesar

Ilustrasi posisi sakelar bahan bakar Boeing 787 Dreamliner.

Inspeksi Wajib Boeing oleh Maskapai India Usai Kecelakaan Fatal Air India

New Delhi – Otoritas penerbangan India memerintahkan seluruh maskapai di negara itu untuk melakukan inspeksi terhadap sakelar bahan bakar (fuel control switches) pada pesawat Boeing, menyusul laporan awal kecelakaan fatal Air India yang menewaskan 260 orang pada Juni lalu.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara India (DGCA) menyampaikan bahwa seluruh operator maskapai wajib menyelesaikan inspeksi paling lambat 21 Juli. “Kepatuhan ketat terhadap batas waktu ini sangat penting demi menjamin kelayakan terbang dan keselamatan operasional yang berkelanjutan,” tulis pernyataan resmi DGCA, Senin (14/7/2025).

Langkah ini diambil tak lama setelah Laporan Awal Badan Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) mengungkap temuan penting. Pasokan bahan bakar ke mesin pesawat Boeing 787 Dreamliner Air India, nomor penerbangan AI171 rute Mumbai–London, terputus sesaat setelah lepas landas.

AAIB menyebutkan bahwa sakelar bahan bakar pada pesawat tersebut ditemukan telah berpindah dari posisi “run” ke posisi “cut-off”. Perpindahan ini memutus aliran bahan bakar ke mesin dan menyebabkan hilangnya daya dorong.

Rekaman suara kokpit yang berhasil dipulihkan turut memperkuat temuan tersebut. Dalam rekaman, terdengar salah satu pilot bertanya, “Kenapa kamu matikan (bahan bakar)?” disusul jawaban pilot lainnya, “Saya tidak melakukannya.”

Air India Abaikan Rekomendasi FAA

Temuan ini memicu keprihatinan internasional. Inspeksi yang kini diwajibkan sejatinya pernah direkomendasikan oleh Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) sejak 2018. Namun kala itu, rekomendasi tersebut bersifat imbauan dan bukan perintah wajib, sehingga tidak semua maskapai melaksanakannya.

Air India menjadi salah satu maskapai yang tidak melakukan pemeriksaan fitur pengunci pada sakelar pemutus bahan bakar karena hanya bersifat rekomendasi.

FAA sendiri, dalam pernyataannya pada Senin (14/7), menyatakan bahwa sakelar tersebut “tetap aman” meski fitur penguncinya tidak diaktifkan. FAA menerbitkan rekomendasi tahun 2018 itu setelah menemukan beberapa sakelar terpasang tanpa fitur pengunci aktif. Namun FAA menganggap hal itu tidak membuat pesawat menjadi tidak aman.

Ket: gbr kiri: posisi “run”, bahan bakar mengalir ke mesin. gbr tengah: tonjolan kecil sistem pengunci, sakelar harus diangkat untuk memindah posisi. gbr kanan: posisi “off” bahan bakar tidak mengalir ke mesin.

Respons Beragam

Lebih lanjut, sejumlah maskapai dan otoritas penerbangan di negara lain turut bereaksi. Di Korea Selatan, pemerintah sedang mempertimbangkan perintah serupa untuk seluruh operator pesawat Boeing.

Sementara itu, di India, serikat pilot membela kru Air India yang berada dalam pesawat nahas tersebut. “Mereka telah bertindak sesuai pelatihan dan tanggung jawab mereka dalam situasi yang sangat sulit. Tidak pantas menyalahkan pilot berdasarkan spekulasi,” kata Indian Commercial Pilots’ Association dalam pernyataannya.

DGCA menegaskan bahwa perintah inspeksi kali ini bersifat wajib, dan seluruh maskapai harus melaporkan hasil pemeriksaan kepada otoritas dalam waktu yang telah ditentukan.

AAIB menutup laporan awalnya dengan menekankan bahwa tujuannya bukan untuk mencari pihak yang bersalah, melainkan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional