Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Iran Akui Kerusakan Serius di Situs Nuklir Usai Serangan AS

badge-check


					Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. (foto: AFP/Tatyana Makeyeva) Perbesar

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. (foto: AFP/Tatyana Makeyeva)

Teheran – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengakui bahwa situs nuklir negaranya mengalami kerusakan “parah dan serius” akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Araghchi menyampaikan pernyataan ini dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah pada Kamis malam, sembari menegaskan bahwa Organisasi Energi Atom Iran kini tengah melakukan penilaian kerusakan di sejumlah lokasi penting.

Namun, hanya beberapa jam sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei justru menyampaikan narasi berbeda. Ia menepis klaim Presiden AS Donald Trump yang menyatakan tiga situs nuklir Iran telah “hancur total”. Dalam pernyataan resminya, Khamenei menyebut serangan itu “tidak mengganggu program nuklir negara” dan menuduh Trump melebih-lebihkan.

“Amerika tidak berhasil mencapai apapun yang signifikan,” ujar Khamenei, yang untuk pertama kalinya muncul di publik sejak konflik bersenjata antara Iran dan Israel pecah pada 13 Juni.

Faktanya, pengakuan terbuka Araghchi menimbulkan kesan kontras terhadap retorika kemenangan yang diklaim oleh Khamenei.

Iran Tolak Lanjutkan Negosiasi Nuklir

Lebih lanjut, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak memiliki rencana untuk melanjutkan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat. Ia menyebut Iran mengambil keputusan pembatalan putaran keenam negosiasi ini setelah Israel memulai serangan militernya.

“Saya tegaskan, tidak ada kesepakatan, pengaturan, maupun komunikasi untuk memulai perundingan baru,” kata Araghchi.

Ia menambahkan, pemerintah tengah mengkaji langkah diplomatik baru yang dianggap sesuai dengan “kepentingan rakyat Iran”, namun tidak menjelaskan lebih lanjut bentuk pendekatan tersebut.

Di tengah upaya AS membujuk Teheran kembali ke meja perundingan, muncul laporan dari CNN bahwa pemerintahan Trump mempertimbangkan menawarkan keringanan sanksi dan akses dana sebesar 30 miliar dolar untuk membangun program nuklir sipil Iran.

Parlemen Iran Setujui Penghentian Kerja Sama dengan IAEA

Namun, dinamika di dalam negeri Iran berpotensi menghambat upaya diplomatik itu. Parlemen Iran pada Rabu menyetujui rancangan undang-undang yang menghentikan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Jika diberlakukan, hal ini berarti inspektur internasional tidak lagi diizinkan mengakses situs nuklir Iran.

Israel menyatakan serangannya sebagai langkah pencegahan terhadap dugaan program pengembangan senjata nuklir Iran. Namun, Teheran secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk kepentingan sipil.

Keterlibatan Amerika Serikat

AS sendiri baru terlibat langsung dalam konflik tersebut akhir pekan lalu, dengan melancarkan serangan ke fasilitas nuklir di Fordo, Natanz, dan Isfahan. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut operasi itu “telah secara signifikan merusak” dan “memundurkan program nuklir Iran selama bertahun-tahun”.

Namun, penilaian Pentagon yang bocor ke media menyebut dampak serangan itu kemungkinan hanya menunda program Iran selama beberapa bulan saja. Pemerintah AS telah membantah laporan tersebut.

Kementerian Kesehatan Iran mencatat sebanyak 610 orang tewas dalam 12 hari serangan udara Israel. Sementara otoritas Israel melaporkan 28 korban jiwa di pihak mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional