Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Kim Jong Un Dorong Pengembangan Drone Bunuh Diri Berbasis AI dan Pesawat Peringatan Dini

badge-check


					Kim Jong Un Dorong Pengembangan Drone Bunuh Diri Berbasis AI dan Pesawat Peringatan Dini Perbesar

Pyongyang – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengawasi langsung uji coba drone bunuh diri dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan menegaskan bahwa sistem tak berawak serta AI harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan persenjataan modern. Hal ini dilaporkan oleh media pemerintah Korea Utara, KCNA, pada Kamis (27/3/2025).

Dalam kunjungannya, Kim juga memeriksa drone pengintai yang telah diperbarui dan diklaim mampu mendeteksi berbagai target taktis serta aktivitas musuh di darat dan laut. “Bidang peralatan tak berawak dan kecerdasan buatan harus diprioritaskan dan dikembangkan dalam modernisasi angkatan bersenjata,” ujar Kim, seperti dikutip KCNA.

Pesawat Peringatan Dini

Korea Utara juga secara resmi mengungkapkan keberadaan pesawat peringatan dini udara (AEW) untuk pertama kalinya. Kemampuan ini berpotensi meningkatkan sistem pertahanan udara yang sudah berusia tua.

Dalam foto yang dipublikasikan media pemerintah, Kim Jong Un terlihat menaiki tangga menuju sebuah pesawat besar bermesin empat dengan radar kubah yang dipasang di bagian badan pesawat. Pesawat tersebut juga terlihat terbang rendah dalam uji coba.

Para analis sebelumnya telah melaporkan, berdasarkan citra satelit komersial, bahwa Korea Utara kemungkinan tengah mengonversi pesawat kargo buatan Rusia, Il-76, untuk dijadikan pesawat peringatan dini. Lembaga Internasional untuk Studi Strategis di London mencatat bahwa pesawat semacam ini dapat melengkapi sistem radar berbasis darat yang kerap terkendala oleh kondisi geografis Semenanjung Korea yang bergunung-gunung.

“Mampu melihat ke bawah dengan pesawat AEW dapat mengatasi beberapa tantangan medan dan gangguan radar dalam melacak pesawat terbang rendah dan rudal jelajah,” demikian bunyi laporan lembaga tersebut.

Namun, laporan tersebut juga menambahkan bahwa satu pesawat AEW saja tidak cukup, dan Korea Utara kemungkinan harus mengorbankan sebagian armada kargonya untuk membangun lebih banyak unit.

Dugaan Keterlibatan Rusia

Militer Korea Selatan menyebut bahwa kapabilitas operasional pesawat tersebut masih belum jelas. Namun, berdasarkan penampilan fisiknya, pesawat tersebut tampak besar dan berat, sehingga berpotensi mudah dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Juru bicara Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, Lee Sung-jun, mengatakan bahwa meskipun pesawat itu hasil rekondisi dari armada yang sudah ada, kemungkinan Rusia terlibat dalam sistem internal dan komponen pesawat tersebut.

Sebelumnya, Rusia dilaporkan telah memasok rudal anti-udara dan peralatan pertahanan udara yang tidak disebutkan spesifikasinya kepada Korea Utara. Sebagai gantinya, Pyongyang diduga mengirimkan pasukan untuk membantu Moskwa dalam perang di Ukraina, menurut penasihat keamanan nasional Korea Selatan, Shin Won-sik, pada November 2024.

Uji Coba Sistem Baru

Dalam kesempatan terpisah, Kim Jong Un juga meninjau berbagai peralatan baru untuk pengintaian, pengumpulan intelijen, pengacauan elektronik, serta sistem serangan.

Foto yang dirilis KCNA menunjukkan drone bersayap tetap yang menghantam target berbentuk tank dan meledak dalam kobaran api. Kim juga tampak berjalan bersama para pejabatnya di dekat sebuah pesawat tak berawak yang menyerupai RQ-4 Global Hawk, pesawat pengintai ketinggian tinggi buatan Amerika Serikat.

Dugaan keterlibatan pasukan Korea Utara dalam perang Ukraina semakin menguat seiring dengan munculnya laporan bahwa mereka terlibat dalam perang drone, yang memungkinkan mereka mendapatkan pengalaman tempur yang berharga di medan perang.

Dengan semakin gencarnya pengembangan teknologi persenjataan berbasis AI dan sistem tak berawak, langkah Korea Utara ini diperkirakan akan menambah ketegangan di kawasan serta meningkatkan kewaspadaan negara-negara tetangganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional