Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Tesla Hentikan Produksi Cybertruck pada 2027, Fokus ke Robotaxi

badge-check

Tesla Hentikan Produksi Cybertruck pada 2027, Fokus ke Robotaxi Perbesar

NEW YORK, 8 November 2026 – Tesla akan hentikan produksi Cybertruck pada pertengahan 2027. Keputusan tersebut diumumkan CEO Tesla Elon Musk melalui unggahan singkat di media sosial X pada Jumat.

Musk mengatakan produksi pikap listrik berbodi baja antikarat itu akan dikurangi secara bertahap di fasilitas Tesla dekat Austin, Texas. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi Cybercab, kendaraan otonom yang dirancang sebagai taksi tanpa pengemudi.

Penghentian produksi Cybertruck menjadi akhir dari salah satu proyek otomotif paling ambisius Musk. Kendaraan yang sejak awal menuai perhatian sekaligus kontroversi itu sebelumnya disebut sebagai salah satu produk terbaik Tesla.

Armen Hareyan, pendiri situs otomotif Torque News, mengatakan Cybertruck merupakan kendaraan yang berhasil menarik perhatian publik dengan cara yang tidak biasa.

“Sedikit kendaraan dalam sejarah yang menghasilkan perhatian sebesar ini. Cybertruck menjadi simbol budaya yang dicintai, diejek, tetapi mustahil diabaikan,” kata Hareyan.

Simbol Kontroversi Tesla

Cybertruck pertama kali diperkenalkan secara dramatis pada 2019. Dalam acara peluncurannya, seorang desainer Tesla melemparkan bola logam ke jendela kendaraan untuk menunjukkan ketahanan kaca yang diklaim hampir tidak bisa pecah.

Namun, kaca tersebut justru retak. Percobaan serupa pada jendela lainnya juga berakhir dengan hasil yang sama.

Meski mendapat banyak kritik, Musk tetap mempertahankan desain futuristis Cybertruck yang terinspirasi film fiksi ilmiah seperti Blade Runner dan Aliens.

“Saya hanya ingin membuat tank tempur futuristis, sesuatu yang terlihat seperti berasal dari Blade Runner atau Aliens, tetapi juga sangat fungsional,” kata Musk kepada Automotive News.

Ia bahkan pernah menyebut Cybertruck lebih unggul sebagai mobil sport dibandingkan Porsche 911 dan lebih baik sebagai truk daripada Ford F-150.

Spencer Penn, mantan eksekutif Tesla yang kini memimpin perusahaan perangkat lunak pengadaan LightSource, mengatakan Cybertruck mencerminkan karakter perusahaan yang berani mengambil risiko.

Penn mengaku awalnya tidak menyukai tampilan kendaraan tersebut ketika pertama kali melihatnya dalam acara peluncuran. Namun, setelah mengamati lebih jauh, ia justru tertarik dan sempat memesan kendaraan itu.

Ia akhirnya membatalkan pembelian setelah janji harga di bawah 40.000 dollar AS tidak terpenuhi. Cybertruck generasi awal justru dijual dengan harga dua kali lipat atau lebih dari angka yang sebelumnya dijanjikan.

“Beberapa taruhan berhasil dan beberapa lainnya tidak,” ujar Penn.

Penjualan Cybertruck Jauh dari Target Musk

Penghentian produksi Cybertruck juga tidak terlepas dari persoalan penjualan. Musk sebelumnya pernah menargetkan produksi kendaraan tersebut mencapai 250.000 unit per tahun.

Namun, realisasinya masih jauh dari ambisi tersebut.

Data Kelley Blue Book memperkirakan Tesla hanya menjual 20.237 unit Cybertruck sepanjang tahun lalu. Angka itu turun sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penjualan hingga akhir September tahun ini kembali merosot 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain desainnya yang kontroversial, citra pribadi Musk juga dinilai turut memengaruhi persepsi sebagian konsumen terhadap Tesla.

Kedekatannya dengan sejumlah tokoh politik sayap kanan, terutama Presiden AS Donald Trump, membuat sebagian pelanggan menjauh dari merek tersebut.

Sejumlah pemilik Tesla bahkan menjual kendaraan mereka atau memasang stiker bertuliskan, “Saya membeli ini sebelum Elon menjadi gila.”

Protes juga bermunculan di sejumlah showroom Tesla. Sebagian demonstran menyerukan agar investor melepas saham perusahaan tersebut.

Ketidakpuasan terhadap Musk bahkan berkembang menjadi aksi kekerasan. Sejumlah kendaraan Tesla menjadi sasaran lemparan bom molotov, stasiun pengisian daya dibakar, dan sejumlah dealer dirusak dengan coretan.

Pemilik Cybertruck juga ikut menjadi sasaran ejekan dan hinaan politik di ruang publik.

Cybertruck Jadi Korban Perubahan Strategi Tesla?

Di balik keputusan menghentikan produksi Cybertruck, Tesla kini semakin mengarahkan bisnisnya ke teknologi kendaraan otonom. Musk mempertaruhkan masa depan perusahaan pada pengembangan robotaxi dan sistem transportasi tanpa pengemudi.

Cybercab menjadi salah satu proyek utama dalam strategi tersebut. Peningkatan produksinya membutuhkan kapasitas manufaktur yang sebelumnya digunakan untuk Cybertruck.

Ross Blankenship, salah satu pemilik Cybertruck, mengaku kecewa mendengar rencana penghentian produksi kendaraan tersebut.

Ia mengatakan ketertarikannya bermula ketika pertama kali melihat Cybertruck dan teringat permainan video fiksi ilmiah Halo yang dimainkannya semasa kecil.

“Saya merasa seperti anak kecil yang ingin menjadi bagian dari sesuatu yang keren dan bisa mengubah masa depan otomotif,” kata Blankenship.

Blankenship mengaku menyukai teknologi Cybertruck dan tidak pernah membelinya karena alasan politik. Ia juga menyayangkan kendaraan tersebut berubah menjadi simbol kontroversi politik akibat citra Musk.

Meski produksinya akan berakhir, Blankenship mengatakan dia tidak akan ragu membeli Cybertruck lagi.

Bagi sebagian penggemarnya, keputusan Tesla menghentikan produksi kendaraan tersebut bukan sekadar akhir sebuah model, melainkan berakhirnya salah satu eksperimen paling berani dalam sejarah industri otomotif listrik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Trump Tawarkan Bos UFC Dana White Jadi Jubir Gedung Putih

8 Nov 2026 - 08:07 WIB

Trump Tawarkan Bos UFC Dana White Jadi Jubir Gedung Putih

Saham AI Pulih Setelah Anjlok Triliunan Dollar

7 Nov 2026 - 09:24 WIB

Saham AI Pulih Setelah Anjlok Triliunan Dollar

Bank Kolaps Picu Krisis Politik, Presiden Paraguay Dimakzulkan

7 Nov 2026 - 08:13 WIB

Bank Kolaps Picu Krisis Politik, Presiden Paraguay Dimakzulkan

Demokrat Kuasai Kongres AS, Apa Saja yang Bisa Mereka Lakukan?

6 Nov 2026 - 20:16 WIB

Demokrat Kuasai Kongres AS, Apa Saja yang Bisa Mereka Lakukan?

Saham Teknologi Rontok Usai Pemilu Paruh Waktu AS

6 Nov 2026 - 19:01 WIB

Saham Teknologi Rontok Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trending di Internasional