Menu

Otomatis
Breaking News

Internasional

Maskapai India Alihkan Penerbangan Internasional Imbas Penutupan Wilayah Udara Pakistan

badge-check

Maskapai India Alihkan Penerbangan Internasional Imbas Penutupan Wilayah Udara Pakistan Perbesar

New Delhi – Maskapai penerbangan India, Air India dan IndiGo, terpaksa mengalihkan rute sejumlah penerbangan internasional menyusul penutupan wilayah udara Pakistan. Langkah tersebut berdampak pada meningkatnya biaya bahan bakar serta waktu tempuh yang lebih panjang, seiring ketegangan yang meningkat antara India dan Pakistan usai serangan militan berdarah di Kashmir.

Pemerintah India menuding ada unsur Pakistan dalam serangan yang terjadi pada Selasa (22/4/2025) yang menewaskan 26 di wilayah Pahalgam, Kashmir. Islamabad membantah tuduhan tersebut. Ketegangan antara dua negara bersenjata nuklir ini pun kian memanas dengan serangkaian aksi balasan, termasuk penangguhan sementara perjanjian berbagi air sungai yang krusial oleh India.

Penutupan wilayah udara Pakistan hanya berlaku bagi maskapai India. Maskapai internasional lainnya tak terdampak.

Namun mulai Kamis malam, Air India dan IndiGo mulai mengalihkan penerbangan internasional mereka ke kota-kota seperti New York, Dubai, dan Baku, yang biasanya melintasi wilayah udara Pakistan. Data dari situs pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan perubahan signifikan dalam jalur terbang kedua maskapai.

Bandara Indira Gandhi di New Delhi menjadi yang paling terdampak. Bandara ini merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia dan menjadi titik utama penerbangan ke Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Utara yang biasanya melintasi langit Pakistan.

Menurut data dari Cirium Ascend, gabungan penerbangan internasional Air India, IndiGo, dan anak usaha Air India Express dari New Delhi mencapai sekitar 1.200 penerbangan ke Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Utara sepanjang April.

“Penerbangan dari New Delhi ke Timur Tengah akan membutuhkan waktu tambahan sekitar satu jam,” ujar seorang eksekutif maskapai yang enggan disebutkan namanya. “Ini berarti konsumsi bahan bakar meningkat dan kapasitas angkut kargo berkurang.”

Bahan bakar dan minyak menyumbang sekitar 30 persen dari total biaya operasional maskapai, menjadikannya komponen biaya terbesar.

Pembatalan Penerbangan dan Penyesuaian Jadwal Awak

IndiGo menyatakan sekitar 50 rute internasional akan mengalami penyesuaian. Maskapai berbiaya rendah tersebut juga membatalkan penerbangan ke Almaty mulai 27 April hingga setidaknya 7 Mei, serta ke Tashkent mulai 28 April hingga 7 Mei.

Rencana ekspansi maskapai India sebelumnya juga sudah terganggu oleh penundaan pengiriman pesawat dari Boeing dan Airbus. Kini, larangan melintas wilayah udara Pakistan semakin menambah tekanan.

Seorang pilot dari maskapai India mengungkapkan kepada Reuters bahwa larangan ini memaksa maskapai menghitung ulang jam terbang yang diizinkan serta menyusun ulang jadwal kru dan pilot. Eksekutif lainnya menyebut stafnya bekerja hingga larut malam pada Kamis demi menyesuaikan operasional dengan situasi terbaru.

Penerbangan IndiGo 6E1803 dari New Delhi ke Baku, Azerbaijan, pada Kamis membutuhkan waktu 5 jam 43 menit lewat jalur memutar ke barat daya India, melintasi Laut Arab, lalu berbelok ke utara melalui Iran. Sebelumnya, penerbangan yang sama pada Rabu hanya memakan waktu 5 jam 5 menit lewat wilayah udara Pakistan, menurut data dari FlightAware.

Larangan terbang ini akan berlangsung hingga 23 Mei mendatang.

Sebagai catatan, pada 2019 silam, pemerintah India menyebut bahwa penutupan wilayah udara Pakistan selama hampir lima bulan menyebabkan kerugian lebih dari 64 juta dollar AS bagi Air India, IndiGo, dan maskapai India lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 Apr 2026 - 07:23 WIB

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 Apr 2026 - 10:04 WIB

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 Apr 2026 - 12:08 WIB

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 Apr 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz
Trending di Internasional