Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Trump Desak Ukraina Lepas Donetsk demi Damai dengan Rusia

badge-check

Presiden Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka bertemu untuk merundingkan akhir perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Anchorage, Alaska, pada 15 Agustus. (foto: REUTERS/Kevin Lamarque) Perbesar

Presiden Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka bertemu untuk merundingkan akhir perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Anchorage, Alaska, pada 15 Agustus. (foto: REUTERS/Kevin Lamarque)

WASHINGTON, 17 Agustus 2025 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan agar Ukraina segera membuat kesepakatan damai dengan Rusia, meski harus menyerahkan wilayah Donetsk yang menjadi target utama Moskow. Hal itu disampaikan usai pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska, Jumat (15/8).

Trump mengatakan Rusia adalah “kekuatan besar” dan Ukraina harus realistis dalam menimbang langkah perdamaian. “Rusia adalah kekuatan yang sangat besar, dan mereka bukan…,” ujarnya, menegaskan bahwa perdamaian lebih penting ketimbang sekadar gencatan senjata.

Putin Tuntut Penyerahan Donetsk

Menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, Putin menawarkan penghentian sebagian besar garis depan asalkan Kyiv bersedia menyerahkan seluruh wilayah Donetsk. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menolak keras permintaan itu.

Saat ini, Rusia sudah menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina, termasuk tiga perempat provinsi Donetsk yang pertama kali mereka masuki sejak 2014.

Zelenskiy menegaskan bahwa tanpa penghentian tembak-menembak, tidak mungkin membangun perdamaian yang adil dan berkelanjutan. “Mengakhiri pertumpahan darah adalah langkah utama menuju perdamaian,” tulisnya di X. Meski demikian, ia tetap dijadwalkan bertemu Trump di Washington pada Senin mendatang.

Pertemuan itu kemungkinan akan menghadirkan kembali memori pahit saat Zelenskiy bersitegang dengan Trump dan Wakil Presiden JD Vance di Oval Office, Februari lalu. Trump bahkan membuka kemungkinan menggelar pertemuan tiga pihak dengan Putin.

Sikap Eropa: Dukung Ukraina, Tekan Rusia

Sementara itu, para pemimpin Eropa menyambut baik upaya diplomasi Trump, tetapi menegaskan tetap mendukung penuh Ukraina. Jerman menyatakan kemungkinan turut hadir di Washington, sementara Inggris berjanji menambah sanksi terhadap Rusia bila perang berlanjut.

“Jaminan keamanan bagi Ukraina harus sekuat baja,” demikian pernyataan bersama pemimpin Eropa. Mereka menolak tuntutan Moskow agar Ukraina menutup pintu menuju keanggotaan NATO.

Pertemuan dengan Trump memberi keuntungan simbolis bagi Putin, yang sejak invasi besar-besaran Februari 2022 terisolasi dari forum Barat. “Trump menggelar karpet merah untuk Putin, tapi tak mendapat imbalan apa pun,” kritik Wolfgang Ischinger, mantan Duta Besar Jerman untuk AS.

Putin juga menegaskan bahwa keamanan Ukraina harus “terjamin”, meski tetap bersikeras pada tuntutan lama: larangan Kyiv masuk NATO.

Korban Terus Bertambah

Sejak invasi penuh pada 2022, perang Rusia–Ukraina telah menjadi konflik paling mematikan di Eropa dalam 80 tahun terakhir. Lebih dari satu juta orang dari kedua belah pihak tewas atau terluka, termasuk ribuan warga sipil Ukraina.

Meski diplomasi digelar di level tertinggi, pertempuran masih berlanjut. Serangan udara timbal balik Rusia dan Ukraina kembali terjadi pada Sabtu dini hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Houthi Serang Markas Militer Yaman, Tewaskan 53 Tentara

20 Okt 2026 - 09:13 WIB

Houthi Serang Markas Militer Yaman, Tewaskan 53 Tentara

Perancis Akan Berlakukan Jam Malam Usai Kerusuhan

20 Okt 2026 - 08:05 WIB

Perancis Akan Berlakukan Jam Malam Usai Kerusuhan

Rusia Serang 28 Fasilitas Energi Ukraina, 500.000 Warga Terdampak

20 Okt 2026 - 07:15 WIB

Rusia Serang 28 Fasilitas Energi Ukraina, 500.000 Warga Terdampak

Gelombang Demonstrasi Meluas di Eropa, dari Perancis hingga Italia dan Portugal

20 Okt 2026 - 06:25 WIB

Gelombang Demonstrasi Meluas di Eropa, dari Perancis hingga Italia dan Portugal

Drone Ukraina Hantam Fasilitas Minyak Rusia, Satu Orang Tewas

19 Okt 2026 - 09:11 WIB

Drone Ukraina Hantam Fasilitas Minyak Rusia, Satu Orang Tewas
Trending di Internasional