JAKARTA, 22 Oktober 2026 – Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali di gempur rudal Rusia pada Rabu (21/10) malam waktu setempat. Serangan tersebut melukai enam orang dan merusak sejumlah rumah, menurut Wali Kota Kyiv Vitaliy Klitschko.
Serangan terjadi beberapa jam setelah Rusia menyatakan secara prinsip siap melanjutkan pembicaraan damai. Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina kini berada pada titik yang menurutnya paling dekat dengan kesepakatan.
Serangan terbaru itu berlangsung di tengah upaya diplomatik yang melibatkan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner.
Witkoff bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di St Petersburg pada Rabu (21/10). Pertemuan tersebut berlangsung sehari setelah Witkoff bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky serta para pemimpin Norwegia dan Finlandia di Oslo, Norwegia.
Trump Sebut Peluang Damai Makin Dekat
Trump mengatakan, dirinya telah berbicara dengan Putin mengenai upaya mengakhiri perang di Ukraina.
“Menurut saya, kita semakin dekat untuk menyelesaikannya. Bahkan, mungkin sekarang kita berada pada titik paling dekat yang pernah kita capai,” kata Trump pada Rabu.
Meski demikian, Trump sejauh ini belum berhasil mengakhiri perang Rusia-Ukraina, meskipun berulang kali menyatakan optimistis dapat mencapai tujuan tersebut.
Pembicaraan trilateral yang melibatkan Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat sempat terhenti pada Februari. Setelah itu, Rusia meningkatkan serangan ketika Ukraina menghadapi kekurangan pasokan rudal pencegat dari negara-negara Barat untuk melindungi wilayahnya.
Belum diketahui secara terperinci proposal yang dibawa Witkoff dalam pertemuannya dengan Putin. Namun, Zelensky mengatakan pembicaraannya dengan utusan AS tersebut mencakup jaminan keamanan yang kuat bagi Ukraina serta usulan gencatan senjata di sektor energi.
Penasihat Putin, Yuri Ushakov, menyebut gagasan dari pihak Ukraina tidak terlalu “berguna”.
Rusia Usulkan Pembicaraan Lanjutan di Abu Dhabi
Setelah pertemuan di St Petersburg, Ushakov mengisyaratkan bahwa putaran negosiasi berikutnya dapat berlangsung sekitar 10 November di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Ia menegaskan, pembicaraan harus berfokus pada pembangunan sistem keamanan bagi Rusia dan Ukraina setelah konflik berakhir.
Ushakov juga mengatakan Putin kembali menyampaikan kepada Witkoff bahwa pasukan Rusia terus bergerak maju di berbagai bagian garis depan dan memiliki inisiatif strategis.
Namun, Ukraina dan sekutu-sekutu Eropanya membantah gambaran tersebut. Mereka menilai situasi di garis depan secara umum mengalami kebuntuan.
Sementara itu, Zelensky menyatakan bersedia menerima kesepakatan yang membekukan perang di sepanjang garis depan saat ini.
“Kami menyebutnya gencatan senjata atau menghentikan pembunuhan, seperti yang dikatakan Presiden Trump. Membekukan dan menghentikan pertempuran. Tentu saja, inilah batas minimum yang kami butuhkan dari Rusia saat ini,” kata Zelensky.
Ia menambahkan, pembahasan mengenai jaminan keamanan bagi Ukraina akan berlangsung setelah kesepakatan penghentian pertempuran tercapai.
Witkoff menggambarkan pertemuan terbaru tersebut sebagai pembicaraan yang konstruktif. Kushner, yang mengikuti pertemuan melalui sambungan video, mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi peluang untuk membangun kerangka perdamaian dan keamanan jangka panjang tetap terbuka.
Rusia Bebaskan Warga AS Sebelum Pertemuan Putin-Witkoff
Menjelang dimulainya pertemuan Putin dan Witkoff, Rusia membebaskan Stephen Hubbard, warga negara AS berusia 74 tahun yang sebelumnya dijatuhi hukuman hampir tujuh tahun penjara karena dituduh berperang untuk Ukraina.
Trump mengatakan Hubbard sedang dalam perjalanan pulang dan menegaskan tidak ada pertukaran tahanan yang diperlukan. Witkoff menyebut Putin sebagai sosok “humaniter” karena menyetujui pembebasan tersebut.
Ketika wartawan menanyakan apakah ia sependapat dengan penilaian itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan ia mendukung keputusan Witkoff untuk menyampaikan hal positif kepada seseorang yang baru saja membebaskan warga AS.
Vance menambahkan, Witkoff menjalankan tugas diplomatik untuk mencapai hasil, sehingga baginya yang lebih penting adalah Hubbard dapat kembali kepada keluarganya.
Rusia Masih Menguasai Sekitar 20 Persen Wilayah Ukraina
Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022. Saat ini, Moskow menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina.
Kedua negara bersama Amerika Serikat telah menggelar beberapa putaran pembicaraan untuk mengakhiri perang. Namun, negosiasi sebelumnya terganggu, sementara serangan militer terus berlangsung.
Rusia menyalahkan serangan besar-besaran Ukraina pada bulan sebelumnya, yang berlangsung saat pemilihan umum di Rusia, sebagai salah satu penyebab terganggunya proses perundingan.
Meski sejumlah pihak menyampaikan peluang baru untuk mencapai kesepakatan, serangan terbaru terhadap Kyiv menunjukkan bahwa upaya diplomatik masih berlangsung bersamaan dengan konflik bersenjata.
















