Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Inggris Kerahkan Jet Tempur, Lindungi Arab Saudi dari Houthi

badge-check

Jet tempur Eurofighter Typhoon milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris yang akan digunakan untuk melindungi Arab Saudi dari serangan rudal dan drone Houthi. Perbesar

Jet tempur Eurofighter Typhoon milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris yang akan digunakan untuk melindungi Arab Saudi dari serangan rudal dan drone Houthi.

LONDON, 21 Oktober 2026 – Pemerintah Inggris mengerahkan jet tempur Angkatan Udara Kerajaan (RAF) untuk melakukan patroli udara defensif guna lindungi kota-kota, penduduk sipil, dan infrastruktur penting Arab Saudi dari serangan rudal serta drone kelompok Houthi.

Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting mengatakan, jet tempur Typhoon milik RAF akan menjalankan operasi pertahanan udara di wilayah Arab Saudi. Namun, ia menegaskan pesawat Inggris tidak akan menyerang sasaran Houthi.

Selain pengerahan jet tempur, Inggris juga akan mengirimkan pesawat angkut militer dan sejumlah penasihat militer ke Arab Saudi. Streeting tidak merinci jumlah penasihat yang akan dikirimkan.

Keputusan tersebut rilis pada Selasa (20/10), menyusul kebijakan Inggris pada bulan sebelumnya yang menawarkan pengisian bahan bakar di udara bagi pesawat Arab Saudi yang beroperasi menghadapi Houthi. Misi pengisian bahan bakar itu kini diperpanjang selama 90 hari.

Inggris Perkuat Pertahanan Udara Arab Saudi

Inggris memberikan dukungan saat konflik antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang di dukung Arab Saudi kembali meningkat. Kelompok Houthi melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi, yang menghadapi kesulitan dalam menangkal serangan tersebut.

Bandara internasional utama Arab Saudi di Riyadh beberapa kali menjadi sasaran serangan pada awal bulan ini.

Streeting mengecam serangan tersebut sebagai tindakan tercela. Ia mengatakan serangan terhadap bandara menunjukkan sejauh mana Houthi berupaya meningkatkan ketegangan di kawasan.

Bulan lalu, Arab Saudi meminta dukungan pertahanan udara dari sejumlah negara sekutu, termasuk Perancis, Inggris, Pakistan, dan Mesir. Bantuan tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman rudal dan drone yang diluncurkan Houthi serta kelompok lain yang didukung Iran.

Amerika Serikat, yang pernah melancarkan serangan udara terhadap Houthi pada masa pemerintahan Joe Biden dan Donald Trump, memilih tidak melakukan serangan serupa dalam eskalasi kali ini.

Juru bicara Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, Tom Wells, membantah bahwa negaranya terseret ke dalam konflik.

Ia mengatakan dukungan Inggris kepada Arab Saudi telah melalui pertimbangan secara matang, proporsional, dan fokus pada upaya membantu negara tersebut mempertahankan diri dari serangan Houthi.

Inggris Tegaskan Tidak Ada Solusi Militer Jangka Panjang

Meski memperluas bantuan militer, pemerintah Inggris menegaskan bahwa konflik Yaman tidak akan dapat terselesaikan hanya melalui kekuatan militer.

Dalam pernyataan tertulis kepada parlemen, Streeting mengatakan pemerintah tetap mendukung proses politik oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai jalan terbaik menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Perang saudara di Yaman bermula pada 2014 silam. Konflik tersebut pecah ketika kelompok Houthi merebut kota Sanaa beserta sebagian besar wilayah utara, sehingga memaksa pemerintah yang mendapat pengakuan internasional meninggalkan ibu kota.

Koalisi pimpinan Arab Saudi kemudian melakukan intervensi militer pada 2015 dengan tujuan memulihkan kekuasaan pemerintah Yaman.

Konflik berkepanjangan tersebut memicu salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia. Lebih dari 150.000 orang dilaporkan tewas akibat perang tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Perancis Tangkap Terduga Pelaku Pembakar Gedung Limoges

21 Okt 2026 - 07:11 WIB

Perancis Tangkap Terduga Pelaku Pembakar Gedung Limoges

AS Larang DeepSeek di Sistem Pemerintah, Ini Alasannya

21 Okt 2026 - 06:26 WIB

AS Larang DeepSeek di Sistem Pemerintah, Ini Alasannya

Houthi Serang Markas Militer Yaman, Tewaskan 53 Tentara

20 Okt 2026 - 09:13 WIB

Houthi Serang Markas Militer Yaman, Tewaskan 53 Tentara

Perancis Akan Berlakukan Jam Malam Usai Kerusuhan

20 Okt 2026 - 08:05 WIB

Perancis Akan Berlakukan Jam Malam Usai Kerusuhan

Rusia Serang 28 Fasilitas Energi Ukraina, 500.000 Warga Terdampak

20 Okt 2026 - 07:15 WIB

Rusia Serang 28 Fasilitas Energi Ukraina, 500.000 Warga Terdampak
Trending di Internasional