MIAMI, 30 Oktober 2026 — Flávio Bolsonaro telah pindah dan berada di Miami, Amerika Serikat (AS), setelah meninggalkan Brasil menyusul kekalahannya dari Luiz Inácio Lula da Silva dalam pemilihan presiden Brasil.
Senator berusia 45 tahun itu menolak mengakui kekalahan dan mengeklaim terjadi kecurangan pemilu tanpa menyertakan bukti. Dalam surat yang tertanggal Rabu (28/10), Flávio menyatakan kepindahannya ke AS karena menjadi korban persekusi politik dan hukum.
Kepergian sekutu Presiden AS Donald Trump itu beberapa hari setelah kekalahan dalam putaran kedua pemilihan presiden, mengguncang kubu kanan Brasil. Langkah itu juga berpotensi memperumit hubungan diplomatik antara Washington dan Brasili.
Flávio sebelumnya berjanji akan memimpin oposisi terhadap pemerintahan Lula dari luar negeri. Namun, kepindahannya ke Miami memunculkan pertanyaan mengenai masa depan kepemimpinannya di kubu kanan Brasil dan dampaknya terhadap gerakan sayap kanan di kawasan Amerika Latin.
Kepemimpinan Kubu Kanan Brasil Terancam Melemah
Dalam surat yang tertuju kepada perwakilan partainya pada Rabu, Flávio menegaskan akan tetap memimpin perlawanan politik terhadap Lula dari luar Brasil.
“Saya akan mengatakan apa yang tidak bisa Anda katakan, dan saya akan menanggung risiko yang tidak bisa Anda ambil,” tulis Flávio.
Namun, sejumlah analis menilai kepergiannya justru dapat melemahkan posisi politiknya. Selain menghadapi kesulitan mengarahkan gerakan politik dari jarak jauh, Flávio juga berpotensi mendapat kritik karena sebelumnya menyatakan tidak akan meninggalkan Brasil.
Carlos Melo, profesor ilmu politik di Universitas Insper, menilai keputusan tersebut dapat mengurangi pengaruh Flávio di kalangan pendukungnya.
“Kepergian Flávio, ditambah kesulitan mengarahkan proses dari kejauhan dan semua kritik yang kemungkinan akan dihadapinya karena mengatakan tidak akan melarikan diri tetapi kemudian pergi, kemungkinan akan melemahkannya,” kata Melo.
Sebelumnya, mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, ayah Flávio, menunjuknya sebagai penerus politik pada Desember lalu. Jair saat ini menjalani hukuman penjara selama 27 tahun karena berupaya melakukan kudeta.
Meski demikian, kekalahan Flávio tidak serta-merta membuat kubu kanan kehilangan pengaruh politik. Luciana Santana, ilmuwan politik dari Universitas Federal Alagoas, mengatakan kekuatan mereka di Kongres masih memungkinkan kelompok tersebut menghambat kebijakan pemerintah, bernegosiasi, dan memengaruhi agenda publik.
Menurut Santana, Flávio memperoleh hampir 60 juta suara dalam pemilihan presiden. Angka tersebut menunjukkan bahwa gerakan politik yang diwakilinya masih memiliki daya saing kuat di Brasil.
Kekalahan Flávio Jadi Kemunduran bagi Sayap Kanan Global
Kekalahan Flávio juga dinilai menjadi kemunduran bagi gerakan sayap kanan di Amerika Latin dan kawasan lain.
Dalam 18 bulan terakhir, kandidat konservatif telah memenangkan tujuh pemilihan presiden di negara-negara kawasan tersebut. Sejumlah kandidat mengampanyekan penegakan hukum yang lebih tegas untuk merespons meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap kejahatan.
Tokoh konservatif seperti Keiko Fujimori di Peru dan Abelardo de la Espriella di Kolombia juga mendekati Trump dan mengambil inspirasi dari kebijakan Presiden El Salvador Nayib Bukele.
Kebijakan Bukele, termasuk operasi besar-besaran terhadap geng kriminal, berhasil menekan angka pembunuhan secara tajam. Akan tetapi, kebiajakn itu juga menuai kritik karena penangkapan massal dan pembatasan kebebasan sipil.
Santana menilai kekalahan Flávio menghambat upaya sayap kanan merebut kepemimpinan di salah satu kekuatan ekonomi terbesar Amerika Latin yang memiliki pengaruh diplomatik signifikan.
Namun, ia mengingatkan bahwa kemenangan Lula tidak otomatis melemahkan gerakan tersebut secara keseluruhan. Dukungan hampir 60 juta pemilih kepada Flávio serta kekuatan kelompok kanan di Kongres menunjukkan bahwa gerakan itu masih memiliki basis politik yang besar.
Di tingkat internasional, jaringan sayap kanan dapat memanfaatkan kepergian Flávio sebagai simbol dugaan persekusi politik.
“Pelarian Bolsonaro dapat digunakan oleh jaringan internasional sebagai simbol dugaan persekusi. Hal ini bisa memobilisasi orang-orang yang paling kuat mengidentifikasi diri dengan gerakan tersebut,” kata Santana.
Hubungan AS dan Brasil Berpotensi Semakin Tegang
Kepindahan Flávio ke AS juga terjadi ketika hubungan Washington dan Brasilia tengah menghadapi ketegangan.
Trump sebelumnya menyatakan, tanpa memberikan bukti, bahwa kemenangan Lula dalam pemilihan presiden penuh kecurangan. Namun, ketika ditanya mengenai klaim Flávio bahwa dirinya merupakan presiden terpilih Brasil yang sah, Trump memilih tidak memberikan komentar langsung.
Flávio kemudian melunakkan pernyataannya dengan menyebut dirinya sebagai “pemimpin Brasil”, bukan presiden terpilih.
Trump mengatakan telah memberikan izin kepada Flávio untuk datang ke AS.
“Saya tidak akan ikut campur,” kata Trump, sembari kembali menyebut pemilihan presiden Brasil sebagai sesuatu yang “sangat aneh”.
Kemenangan Lula memperkuat posisi Brasil sebagai salah satu kekuatan utama Amerika Latin yang dapat menjadi penyeimbang pengaruh Washington di kawasan tersebut. Pemerintahan Lula selama ini mempertahankan tradisi politik luar negeri yang tidak berpihak pada satu kekuatan besar. Dia juga memperluas hubungan dagang dengan China dan meningkatkan peran Brasil melalui kelompok negara berkembang BRICS.
Oliver Stuenkel, ilmuwan politik dan peneliti di lembaga kajian Carnegie Endowment, menilai keberadaan Flávio di AS menambah persoalan baru dalam hubungan bilateral kedua negara yang sebelumnya sudah rumit.
Meski demikian, ia menilai kepindahan tersebut belum tentu menjadi faktor penentu hubungan Washington dan Brasil.
Menurut Stuenkel, dua bersaudara Bolsonaro kini berpotensi melakukan lobi kepada pemerintah AS terkait kebijakan terhadap Brasil. Namun, belum jelas apakah pemerintahan Trump akan menanggapi upaya tersebut.
“Ada dua kemungkinan. Trump akan mengambil sikap pragmatis dan mengakui bahwa tekanan AS untuk memenangkan Flávio gagal. Atau ketegangan akan terus berlanjut,” kata Stuenkel.
















