JAKARTA, 30 Oktober 2026 — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan kinerja positif (laba) hingga kuartal III 2026. Perusahaan teknologi tersebut mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 1,16 triliun, berbalik dari rugi bersih Rp 775,55 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026 yang diumumkan pada Kamis (29/10), pendapatan bersih GoTo mencapai Rp 16,54 triliun selama Januari-September 2026. Angka tersebut tumbuh 24,47 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp 13,29 triliun pada periode yang sama tahun 2025.
Perbaikan kinerja juga terlihat dari sisi operasional. GoTo membukukan laba usaha sebesar Rp 864,17 miliar hingga September 2026, berbalik dari rugi usaha Rp 222,36 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan Pengiriman dan Pinjaman Meningkat
Pendapatan GoTo berasal dari sejumlah lini bisnis, termasuk jasa pengiriman, imbalan jasa, pinjaman, serta layanan e-commerce.
Jasa pengiriman menyumbang pendapatan sebesar Rp 4,73 triliun, meningkat 11,39 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan dari imbalan jasa mencapai Rp 4,59 triliun.
Lini bisnis pinjaman mencatat pendapatan sebesar Rp 4,24 triliun, tumbuh 58,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
GoTo juga memperoleh pendapatan dari imbalan jasa e-commerce yang berasal dari operasional PT Tokopedia, yang kini dikendalikan oleh TikTok. Kontribusi pendapatan dari lini ini mencapai Rp 786,17 miliar, meningkat 25,22 persen secara tahunan.
Selain itu, pendapatan dari imbalan iklan tercatat sebesar Rp 360,35 miliar. Perusahaan juga membukukan pendapatan lain-lain sebesar Rp 1,82 triliun.
Beban Naik, Aset GoTo Capai Rp 48,56 Triliun
Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, GoTo mencatat jumlah biaya dan beban sebesar Rp 15,41 triliun selama Januari-September 2026. Angka tersebut meningkat 14,04 persen secara tahunan dibandingkan Rp 13,51 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset GoTo tercatat sebesar Rp 48,56 triliun per 30 September 2026.
Pada tanggal yang sama, total liabilitas perusahaan mencapai Rp 19,11 triliun, sedangkan total ekuitas tercatat sebesar Rp 29,54 triliun.
Kinerja hingga kuartal III-2026 tersebut menunjukkan pertumbuhan pendapatan sekaligus perubahan dari rugi menjadi laba, baik pada tingkat usaha maupun laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk.
















