Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

IPO Anthropic di Nasdaq Dibayangi Peringatan Risiko AI

badge-check

IPO Anthropic di Nasdaq Dibayangi Peringatan Risiko AI Perbesar

NEW YORK, 27 Oktober 2026 – Anthropic, pengembang chatbot Claude, mengajukan dokumen pendaftaran penawaran umum perdana saham (IPO) di Amerika Serikat, Senin (26/10) waktu setempat. Dalam dokumen itu, perusahaan memperingatkan kecerdasan buatan (AI) dapat menimbulkan “risiko katastrofik atau eksistensial bagi umat manusia”.

Rencana Pencatatan di Nasdaq

Anthropic akan mencatatkan sahamnya di Nasdaq dengan kode ANT. Perusahaan belum mengungkap jumlah saham, kisaran harga, maupun tanggal pencatatan. Menurut BBC, Anthropic akan menjadi perusahaan pertama yang sepenuhnya berfokus pada AI yang melantai di bursa AS.

Anthropic didirikan lima tahun lalu oleh Chief Executive Officer Dario Amodei, saudarinya Daniela Amodei, dan lima orang lainnya. Perusahaan mengumumkan niat IPO pada Juni. Sementara itu, pesaing utamanya, OpenAI, juga akan menyusul langkah tersebut. Menurut BBC, seseorang yang mengetahui rencana OpenAI itu menyebut perkiraan pencatatannya adalah awal tahun depan.

Pendapatan US$16,3 Miliar, Rugi Bersih US$80,7 Miliar

Dokumen tersebut mencatat pendapatan semester I 2026 sebesar US$16,3 miliar. Angka itu jauh di atas US$4,6 miliar sepanjang 2025, menurut CNBC. Di sisi lain, rugi bersih semester yang sama mencapai US$80,7 miliar.

Namun, sekitar US$72 miliar dari rugi itu berasal dari biaya akuntansi nontunai akibat perubahan nilai wajar surat utang konversi, menurut CNBC. Anthropic menjelaskan perubahan itu muncul karena valuasi perusahaan naik. Rugi operasional semester I tercatat US$693 juta.

Anthropic menyatakan akan kerap melakukan investasi yang pada awalnya “mungkin tampak terlalu besar secara tidak bertanggung jawab”. Perusahaan menargetkan pendekatan “berani tetapi waras” dan membangun kepercayaan lewat rekam jejak percobaan yang berhasil.

Peringatan Risiko dalam Prospektus

Anthropic memaparkan faktor risiko sepanjang sekitar 90 halaman. Perusahaan menyatakan sistem AI canggih dapat menimbulkan risiko katastrofik atau eksistensial jika tidak dikembangkan dengan pengamanan dan pengawasan yang memadai. Risiko itu, menurut dokumen, lebih besar bila sistem disalahgunakan, direplikasi, dijadikan senjata, atau dibiarkan beroperasi dengan otonomi tinggi.

Selain itu, Anthropic menyebut ketergantungan pada sejumlah penyedia komputasi awan, produsen cip asal Taiwan, dan pusat data yang terkonsentrasi di AS. Perusahaan juga mengantisipasi tindakan regulator atas dampak model AI-nya, termasuk penggunaan oleh anak-anak dan individu yang berisiko bunuh diri, serta ketidakpastian soal tanggung jawab hukum atas tindakan sistemnya.

Potensi Manfaat dan Tanggapan Analis

Di sisi lain, Anthropic menilai AI sebagai salah satu teknologi paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Perusahaan memperkirakan AI mempercepat kemajuan biologi dan kedokteran serta mendorong pertumbuhan ekonomi lewat peningkatan produktivitas.

Matt Orton, kepala strategi pasar di Raymond James Investment, mengatakan investor sudah memperkirakan pertumbuhan pesat sekaligus kerugian besar. Menurut dia, rincian dalam dokumen membantu pasar memahami sumber pertumbuhan pendapatan. Sementara itu, Peter Andersen dari Andersen Capital Management menyebut rencana ini tonggak penting bagi AI. Ia menilai hasil debutnya akan mencerminkan sentimen investor terhadap pendanaan AI.

Gugatan Hak Cipta Musik

Pada hari yang sama, pemegang hak atas musik Elvis Presley menggugat Anthropic, menurut BBC. Mereka menuduh perusahaan memakai ratusan lagu untuk melatih Claude. Gugatan itu menambah deretan perkara hak cipta musik, termasuk gugatan Sony Music Publishing dan Warner Chappell pada akhir Agustus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Platform Parcoursup Diganti 2028, Prancis Redam Unjuk Rasa

27 Okt 2026 - 09:10 WIB

Platform Parcoursup Diganti 2028, Prancis Redam Unjuk Rasa

Dua Uskup AS Menyesal Bertemu Trump, Dipolitisasi Jelang Pemilu Paruh Waktu

26 Okt 2026 - 16:49 WIB

Dua Uskup AS Menyesal Bertemu Trump, Dipolitisasi Jelang Pemilu Paruh Waktu

Perawat Tewas Diserang Saat Tangani Wabah Ebola di Kongo

26 Okt 2026 - 15:24 WIB

Perawat Tewas Diserang Saat Tangani Wabah Ebola di Kongo

Lula da Silva Kembali Terpilih Jadi Presiden Brasil

26 Okt 2026 - 11:10 WIB

Lula da Silva Kembali Terpilih Jadi Presiden Brasil

Polisi India Tembak Ratusan Pencuri Sapi, Dugaan Diskriminasi Terhadap Komunitas Muslim Menguat

25 Okt 2026 - 11:01 WIB

Polisi India Tembak Ratusan Pencuri Sapi, Dugaan Diskriminasi Terhadap Komunitas Muslim Menguat
Trending di Internasional