Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Kedubes AS di Israel Jadi Target Serangan Warga AS

badge-check


					Kantor Kedubes AS di Israel. Perbesar

Kantor Kedubes AS di Israel.

New York – Seorang pria warga negara ganda Amerika Serikat dan Jerman, Joseph Neumeyer (28), ditangkap atas tuduhan percobaan serangan dengan bom molotov terhadap kantor cabang Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Tel Aviv, Israel. Penangkapan dilakukan setelah Neumeyer diduga membawa bom molotov ke area gedung kedutaan pada 19 Mei 2025.

Kejaksaan federal di New York dalam keterangannya, Minggu (25/5/2025), menyatakan bahwa Neumeyer mendekati gedung kedutaan dengan membawa ransel berisi sejumlah bom molotov. Namun, ia terlibat konfrontasi dengan seorang petugas keamanan dan akhirnya melarikan diri, meninggalkan ranselnya.

Pihak kepolisian Israel berhasil melacak keberadaan Neumeyer di sebuah hotel yang hanya berjarak beberapa blok dari lokasi kejadian. Ia kemudian diamankan dan dideportasi ke New York pada Sabtu (24/5). Setelah itu, ia menjalani sidang awal di pengadilan federal Brooklyn pada Minggu (25/5) waktu setempat..

Latar Belakang Ketegangan dan Dugaan Motif

Menurut dokumen pengadilan yang dirilis Kejaksaan Distrik Timur New York, Neumeyer diketahui telah melakukan perjalanan dari Colorado, AS, ke Kanada pada Februari 2025, sebelum tiba di Israel pada akhir April. Ia juga dilaporkan membuat sejumlah unggahan bernada ancaman di media sosial sebelum upaya serangan terjadi.

Upaya pemboman ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik berkepanjangan di Jalur Gaza yang kini memasuki bulan ke-19. Meski tidak ada korban dalam insiden tersebut, peristiwa ini menambah kekhawatiran terkait keamanan fasilitas diplomatik AS di kawasan rawan konflik.

Tanggapan Hukum dan Proses Selanjutnya

Pihak berwenang AS menegaskan bahwa Neumeyer kini menghadapi dakwaan atas percobaan penyerangan terhadap properti diplomatik AS. Jaksa menyebut, kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan pejabat diplomatik dan stabilitas hubungan bilateral.

Jeff Dahlberg, pengacara yang ditunjuk pengadilan untuk mendampingi Neumeyer, enggan memberikan komentar kepada media.

Perlu diketahui, lokasi serangan merupakan salah satu kantor cabang Kedutaan Besar AS, setelah pemindahan resmi kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem pada 2018 oleh pemerintahan Presiden Donald Trump. Langkah tersebut menuai kontroversi karena status Yerusalem yang dipersengketakan oleh Israel dan Palestina.

Hingga saat ini, pihak otoritas keamanan Israel dan Amerika Serikat terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Investigasi mencakup penyisiran potensi keterlibatan Neumeyer dalam jaringan atau rencana teror yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.

Gencatan Dagang China – AS Dorong Optimisme Investor Asing

31 Oktober 2025 - 09:41 WIB

Gencatan dagang China - AS menghapus kekhawatiran investor global dan memicu optimisme baru di pasar saham China.
Trending di Internasional