JAKARTA, 28 Oktober 2026 — Apple mengakui adanya masalah pada layar iPhone Duo, ponsel lipat pertama perusahaan tersebut dilaporkan muncul green line. Pengakuan ini muncul hanya beberapa hari setelah perangkat yang dibanderol mulai 1.999 poundsterling (sekitar 48 juta rupiah) di Inggris itu mulai dijual.
Sejumlah foto yang beredar di media sosial memperlihatkan garis-garis pada layar perangkat tersebut. Beberapa pengguna juga melaporkan retakan di sepanjang lipatan tengah layar serta suara seperti berderak ketika ponsel dibuka.
Apple menyatakan telah mengetahui masalah yang memengaruhi layar bagian dalam pada sebagian kecil perangkat. Perusahaan itu meminta pengguna yang terdampak menghubungi Apple untuk mendapatkan unit pengganti.
Peluncuran iPhone Duo pekan lalu menarik perhatian konsumen di berbagai Apple Store di seluruh dunia. Perangkat tersebut menjadi upaya Apple untuk menyegarkan lini produknya sekaligus menantang ponsel lipat yang telah lebih dulu dipasarkan para pesaing.
Jumlah Perangkat Terdampak Belum Diketahui
Salah satu pengguna iPhone Duo, Justin Lokos, mengunggah foto perangkatnya yang memperlihatkan garis-garis pada sisi kanan layar. Ia kemudian membagikan foto perangkat baru di samping ponsel yang rusak dan berterima kasih kepada sebuah toko Apple di New York atas bantuan yang diberikan.
Meski demikian, skala masalah tersebut belum diketahui secara pasti. Apple tidak mengungkapkan jumlah perangkat yang terdampak. Selain itu, sebagian gambar kerusakan yang beredar di internet diduga dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Analis teknologi dari perusahaan riset pasar IDC, Francisco Jeronimo, mengatakan perlu menyikapi laporan awal itu secara hati-hati sebelum dapat menarik kesimpulan mengenai produksi iPhone Duo secara keseluruhan.
Namun, ia menilai laporan kerusakan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan dengan sumber daya rekayasa dan rantai pasokan sebesar Apple pun masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan ponsel lipat.
Ponsel Lipat Premium dengan Desain Kompleks
iPhone Duo memiliki layar bagian dalam berukuran 7,6 inci atau sekitar 19,3 sentimeter yang terhubung melalui engsel di bagian tengah. Komponen tersebut membutuhkan rekayasa yang kompleks dan berpotensi menimbulkan masalah serupa dengan yang pernah dialami perangkat lipat buatan pesaing Apple.
Samsung, misalnya, menghadapi kendala pada peluncuran ponsel lipat pertamanya, Galaxy Fold, pada 2019. Saat itu, sejumlah pengulas melaporkan kerusakan layar pada perangkat yang mereka uji.
Sebelum iPhone Duo di rilis, pengguna Android telah memiliki beragam pilihan ponsel lipat. Apple sendiri menghabiskan waktu bertahun-tahun mengembangkan teknologi tersebut sebelum akhirnya meluncurkan perangkat pertamanya.
iPhone Duo menjadi iPhone termahal yang pernah dibuat Apple. Harga model dengan spesifikasi tertinggi mencapai 3.199 poundsterling (sekitar 77 juta rupiah).
Jeronimo mengatakan, Apple memosisikan Duo sebagai alternatif premium bagi perangkat lipat yang telah lebih dahulu tersedia di pasar. Karena itu, penanganan masalah pada generasi pertama ini akan memengaruhi kepercayaan konsumen terhadap kategori ponsel lipat, bukan hanya penjualan produk Apple.
Menurut dia, Apple memiliki basis pelanggan loyal dan jaringan toko yang memungkinkan penggantian perangkat secara langsung. Namun, perusahaan perlu segera memperjelas ketentuan garansinya, terutama karena iPhone Duo dijadwalkan mulai dipasarkan di 28 pasar tambahan pada 30 Oktober.
Perubahan Besar Pertama iPhone dalam Hampir 20 Tahun
iPhone Duo menandai perubahan desain besar pertama iPhone dalam hampir dua dekade. Perangkat tersebut diperkenalkan oleh CEO Apple yang baru, John Ternus, yang menggantikan Tim Cook pada September.
Saat dilipat, Duo terlihat seperti iPhone dengan bodi lebih lebar. Ketika dibuka, perangkat tersebut menyerupai komputer tablet berukuran kecil.
Dalam acara peluncuran di kantor pusat Apple di California bulan lalu, Ternus mengatakan perusahaan ingin menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan perangkat lipat yang sudah ada.
“Pesaing telah menciptakan perangkat lipat yang terasa seperti dua ponsel yang ditempelkan secara canggung,” kata Ternus.
Ia menyatakan iPhone Duo akan “mendefinisikan ulang pengalaman menggunakan ponsel lipat”. Namun, laporan masalah layar yang muncul pada awal penjualan kini menjadi tantangan bagi Apple dalam membuktikan daya tahan perangkat tersebut.















