Menu

Otomatis
Breaking News

Internasional

Rusia Rebut Wilayah Baru Ukraina Jelang Pertemuan Putin Trump

badge-check

Angkatan Bersenjata Ukraina menembakkan meriam dari kendaraan pengangkut personel lapis baja BTR-4 saat latihan militer di sebuah lapangan latihan, di wilayah Kharkiv, Ukraina, pada 11 Agustus 2025. (foto: REUTERS/Sofiia Gatilova) Perbesar

Angkatan Bersenjata Ukraina menembakkan meriam dari kendaraan pengangkut personel lapis baja BTR-4 saat latihan militer di sebuah lapangan latihan, di wilayah Kharkiv, Ukraina, pada 11 Agustus 2025. (foto: REUTERS/Sofiia Gatilova)

Kiev, 13 Agustus 2025 – Pasukan Rusia bergerak lebih jauh ke wilayah timur Ukraina, Selasa (12/8/2025), hanya beberapa hari sebelum pertemuan puncak antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Alaska. Sejumlah pemimpin Eropa khawatir pertemuan itu dapat menghasilkan kesepakatan damai yang merugikan Ukraina secara teritorial.

Dalam salah satu serangan terbesar tahun ini, tentara Rusia maju mendekati kota tambang batu bara Dobropillia di wilayah Donetsk. Militer Ukraina mengerahkan pasukan cadangan dan menyebut pertempuran berlangsung sengit.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa kesepakatan damai dapat mencakup “pertukaran wilayah” yang menguntungkan kedua pihak. Namun, karena semua wilayah yang diperebutkan berada di Ukraina, Presiden Volodymyr Zelenskiy dan Uni Eropa khawatir Kiev akan dipaksa menyerahkan wilayah lebih luas daripada yang dilepas Rusia.

Pertemuan di Alaska

Putin dan Trump dijadwalkan bertemu pada Jumat di Pangkalan Angkatan Udara Elmendorf, Anchorage, Alaska. Ini akan menjadi pertemuan puncak pertama kedua negara sejak 2021.

Gedung Putih merendahkan ekspektasi terkait peluang tercapainya gencatan senjata, menyebut pertemuan tersebut sebagai “latihan mendengarkan”. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut Trump ingin menilai langsung sikap Putin dalam pertemuan tatap muka.

Zelenskiy bersama para pemimpin Eropa menegaskan bahwa perdamaian hanya dapat tercapai jika Ukraina ikut duduk di meja perundingan, dengan kesepakatan yang menghormati hukum internasional, kedaulatan, dan integritas wilayah Ukraina.

“Pembicaraan substantif tentang kami tanpa kami tidak akan berhasil,” kata Zelenskiy dalam wawancara dengan NewsNation.

Perkembangan di Medan Perang

Meski kekurangan pasukan, militer Ukraina mengklaim berhasil merebut kembali dua desa di wilayah Sumy, Senin lalu. Langkah ini menjadi sedikit kemajuan setelah lebih dari setahun Rusia meraih keuntungan perlahan di bagian tenggara.

Sejak awal tahun, Rusia melancarkan serangan baru di Sumy, wilayah yang disebut Presiden Putin sebagai “zona penyangga” yang harus dikuasai.

Mantan penasihat Kremlin, Sergei Markov, menyebut kemajuan militer Rusia dapat meningkatkan tekanan pada Ukraina untuk menyerahkan wilayah dalam negosiasi. “Terobosan ini seperti hadiah bagi Putin dan Trump saat perundingan,” ujarnya.

Kekhawatiran Eropa

Lebih lanjut, para pemimpin Eropa menegaskan Ukraina harus tetap mampu membela diri jika perdamaian ingin terjamin. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menegaskan, “Tidak ada pihak yang berhak menekan Ukraina untuk menyerah.”

Satu-satunya pemimpin Eropa yang tidak mendukung pernyataan bersama Uni Eropa adalah Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban. Ia menilai Rusia telah memenangkan perang.

Trump belakangan meningkatkan tekanan terhadap Rusia, termasuk persetujuan pengiriman senjata tambahan ke Ukraina dan ancaman tarif besar pada pembeli minyak Rusia, meski ultimatum tersebut kini sudah berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 Apr 2026 - 07:23 WIB

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 Apr 2026 - 10:04 WIB

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 Apr 2026 - 12:08 WIB

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 Apr 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz
Trending di Internasional