Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Saham Teknologi Rontok Usai Pemilu Paruh Waktu AS

badge-check

Saham perusahaan teknologi seperti Nvidia dan Tesla rontok usai pemilu paruh waktu AS. (Ilustrasi) Perbesar

Saham perusahaan teknologi seperti Nvidia dan Tesla rontok usai pemilu paruh waktu AS. (Ilustrasi)

NEW YORK, 6 November 2026 – Saham perusahaan teknologi Amerika Serikat dan Asia mengalami aksi jual besar-besaran dan rontok usai hasil pemilu paruh waktu AS memunculkan kekhawatiran terhadap perlambatan pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu tersebut memicu kekhawatiran investor karena sejumlah kandidat mengusung kebijakan pembatasan pembangunan pusat data (data center) dan pengembangan AI.

Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi ditutup anjlok lebih dari 5,5 persen pada Kamis (5/11). Berdasarkan data Dow Jones, penurunan tersebut menghapus sekitar 2,5 triliun dollar AS atau setara Rp45.330 triliun dari nilai pasar saham.

Indeks saham utama AS lainnya juga mengalami kerugian besar. Penurunan tersebut menjadi salah satu hari perdagangan terburuk sejak 2025.

Tekanan terhadap saham teknologi sebenarnya telah berlangsung di tengah kekhawatiran investor mengenai besarnya kucuran dana untuk pengembangan AI dan apakah investasi tersebut mampu menghasilkan keuntungan sesuai harapan.

Dampaknya kemudian merembet ke pasar Asia. Pada perdagangan Jumat pagi, indeks Nikkei 225 Jepang turun sekitar 5 persen.

Saham Panasonic merosot lebih dari 10 persen, sedangkan Hitachi turun hampir 8 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi yang juga didominasi saham teknologi anjlok lebih dari 8,5 persen. Saham produsen cip SK Hynix turun lebih dari 11,5 persen, sementara Samsung melemah hampir 10 persen.

Kemenangan Demokrat Picu Kekhawatiran Investor

Dalam kampanye pemilu paruh waktu, sejumlah kandidat Demokrat di berbagai wilayah AS mengusung agenda memperlambat pembangunan pusat data dan pengembangan AI.

Di berbagai negara bagian, terdapat puluhan usulan kebijakan dalam pemungutan suara yang bertujuan membatasi pembangunan pusat data. Infrastruktur tersebut merupakan komponen penting untuk menjalankan teknologi AI.

Demokrat berhasil memenangkan kursi mayoritas di Senat dan DPR AS dalam pemilu Selasa (3/11). Kemenangan itu membuat mereka menguasai Kongres hingga akhir masa kepresidenan Donald Trump.

Gina Hinojosa, gubernur terpilih Texas dari Partai Demokrat, termasuk salah satu kandidat yang paling vokal menentang pembangunan pusat data. Ia berjanji memberlakukan moratorium pembangunan fasilitas baru di sektor tersebut.

Presiden AS Donald Trump menyalahkan lawan politiknya atas kejatuhan pasar saham.

Dalam unggahan di media sosial, Trump menyebut pasar saham mengalami salah satu hari terburuk dalam sejarah akibat hasil pemilu.

“Pasar saham mengalami salah satu hari terburuk dalam sejarah berdasarkan hasil pemilu. Ingat, ini bukan ulah Partai Republik, melainkan Demokrat,” tulis Trump.

Ia juga meminta masyarakat tidak khawatir dan berjanji bahwa Amerika Serikat akan segera menjadi lebih besar dan kuat.

Sejumlah politikus Demokrat berpendapat industri AI berkembang terlalu cepat tanpa pengawasan dan perlindungan yang memadai.

Senator Bernie Sanders bahkan menyerukan moratorium nasional pembangunan pusat data.

“Rakyat Amerika tidak ingin para oligarki teknologi besar merusak lingkungan, menghilangkan pekerjaan, dan mengancam masa depan umat manusia. MORATORIUM NASIONAL PUSAT DATA SEKARANG,” tulis Sanders melalui akun X.

Nvidia Kehilangan Nilai Pasar Lebih Dari 400 Miliar Dollar AS

Saham perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap pembangunan pusat data AI mengalami penurunan tajam. Kondisi ini memperlihatkan kekhawatiran investor yang sebelumnya sudah berkembang terhadap sektor tersebut.

Saham Nvidia merosot lebih dari 9 persen. Penurunan itu menghapus lebih dari 400 miliar dollar AS (setara 7.253 triliun rupiah) dari nilai pasar perusahaan pembuat cip tersebut.

Produsen cip lainnya juga mengalami tekanan besar. Saham AMD dan Micron masing-masing turun lebih dari 17 persen.

Sementara itu, saham Intel melemah 10,3 persen dan SanDisk anjlok lebih dari 22 persen.

Indeks Philadelphia Semiconductor, yang melacak kinerja 30 perusahaan besar di sektor semikonduktor, ikut merosot lebih dari 12 persen.

Perusahaan milik Elon Musk juga tidak luput dari aksi jual. Saham SpaceX turun sekitar 8 persen, sedangkan Tesla merosot hampir 11 persen.

Penurunan tersebut menghapus lebih dari 300 miliar dollar AS dari nilai pasar kedua perusahaan.

Musk sebelumnya menggelontorkan hampir 450 juta dollar AS (sekitar Rp8,16 triliun) untuk mendukung kampanye Partai Republik. Dana tersebut termasuk sedikitnya 45 juta dollar AS untuk mendukung Ken Paxton dalam pemilihan kursi Senat Texas.

Namun, Demokrat justru menjadi lebih dominan dan menang di Texas pada Selasa malam.

Secara keseluruhan, tujuh perusahaan teknologi terbesar yang dikenal sebagai Magnificent Seven, termasuk Apple, Nvidia, dan Tesla, kehilangan sekitar 1 triliun dollar AS nilai pasar hanya dalam satu hari perdagangan.

Indeks S&P 500 ditutup turun 4,4 persen. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menghapus kenaikan yang diperoleh pada Rabu dan berakhir melemah lebih dari 3,4 persen.

Penurunan Nasdaq juga membuat indeks tersebut memasuki wilayah yang dikenal sebagai correction territory. Istilah ini digunakan ketika indeks atau nilai perusahaan turun setidaknya 10 persen dari level tertinggi terbarunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

Sudah ditampilkan semua
Baca Lainnya

Saham AI Pulih Setelah Anjlok Triliunan Dollar

7 Nov 2026 - 09:24 WIB

Saham AI Pulih Setelah Anjlok Triliunan Dollar

Bank Kolaps Picu Krisis Politik, Presiden Paraguay Dimakzulkan

7 Nov 2026 - 08:13 WIB

Bank Kolaps Picu Krisis Politik, Presiden Paraguay Dimakzulkan

Demokrat Kuasai Kongres AS, Apa Saja yang Bisa Mereka Lakukan?

6 Nov 2026 - 20:16 WIB

Demokrat Kuasai Kongres AS, Apa Saja yang Bisa Mereka Lakukan?

Ancaman Bom Sasar 21 Pesawat di Eropa, Sejumlah Penerbangan Dialihkan

6 Nov 2026 - 09:12 WIB

Ancaman Bom Sasar 21 Pesawat di Eropa, Sejumlah Penerbangan Dialihkan

Partai Republik Kalah Telak dalam Pemilu Paruh Waktu AS, Ini Penyebabnya

5 Nov 2026 - 11:20 WIB

Partai Republik Kalah Telak dalam Pemilu Paruh Waktu AS, Ini Penyebabnya
Trending di Internasional