LONDON, 6 November 2026 – Sedikitnya 21 pesawat dan sejumlah bandara di Eropa menjadi sasaran ancaman bom pada Kamis (5/11). Insiden ini merupakan kejadian kedua dalam minggu ini dan menyebabkan sejumlah penerbangan dialihkan. Akibatnya, beberapa pesawat harus menjalani pemeriksaan keamanan.
Penerbangan dari dan menuju Austria, Belgia, Bulgaria, Ceko, Perancis, Italia, Polandia, dan Rumania terdampak ancaman tersebut.
Pemerintah Inggris menyebut insiden itu sebagai ancaman palsu yang disengaja atau malicious hoax. Meski demikian, otoritas penerbangan tetap menjalankan prosedur keamanan untuk memastikan tidak ada bahan peledak di dalam pesawat.
Hingga laporan ini disusun, tidak ditemukan bahan peledak dalam pemeriksaan. Belum diketahui apakah seluruh ancaman tersebut saling berkaitan. Sebagian ancaman diklaim oleh kelompok yang belum banyak dikenal.
Salah satu penerbangan yang terdampak adalah pesawat Aer Lingus dari Dublin menuju Roma. Pesawat tersebut dialihkan ke sebuah pangkalan udara di Normandia, Perancis, dan berhasil mendarat dengan selamat.
Sementara itu, pesawat Finnair yang terbang dari Helsinki menuju Roma dikawal jet tempur Angkatan Udara Italia sebelum mendarat di Bandara Fiumicino.
Maskapai EasyJet juga mengatakan dua penerbangannya dari Newcastle dan Glasgow mendapat pengawalan polisi setelah tiba di Praha, Ceko. Penumpang kedua pesawat dapat turun secara normal.
Bandara Heathrow London dan Bandara Birmingham di Inggris turut menerima ancaman. Namun, otoritas menyatakan ancaman tersebut tidak kredibel.
Ancaman Dikirim Melalui Email
Otoritas bandara di Roma mengatakan ancaman bom terhadap dua penerbangan yang menuju kota tersebut diterima melalui email pada Kamis.
Pesan itu mengatasnamakan kelompok atau individu yang menyebut diri mereka “Fighters of the Male State”. Pengirim mengklaim mereka menyasar apa yang mereka sebut sebagai “rezim feminis” dan ingin meninggalkan jejak dalam sejarah.
Pesan tersebut juga mengancam akan membuat langit menjadi merah melalui ledakan.
Informasi mengenai isi email pertama kali diberitakan media Italia dan kemudian dikonfirmasi kepada BBC oleh Aeroporti di Roma, pengelola dua bandara di ibu kota Italia tersebut.
Nama “Fighters of the Male State” diduga merujuk pada kelompok Rusia bernama Muzhskoi Legion atau Male Legion. Kelompok berhaluan ultra-kanan tersebut memiliki pandangan ekstrem hingga dilarang oleh pengadilan Moskow pada 2021.
Meski demikian, kelompok tersebut tetap memiliki puluhan ribu pengikut di internet dan pernah menyatakan dukungan terhadap invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 2022.
Belum ada kepastian bahwa kelompok tersebut benar-benar berada di balik ancaman bom. Bahkan jika email itu asli, isinya belum tentu memberikan petunjuk yang cukup bagi polisi dan otoritas bandara untuk mengidentifikasi pengirim serta motifnya.
Menteri Transportasi Inggris Heidi Alexander menyebut ancaman pada Kamis sebagai tindakan hoax yang berbahaya.
Ia mengatakan pemerintah menanggapi ancaman tersebut secara serius dan memiliki prosedur yang telah ditetapkan untuk menangani ancaman palsu maupun tindakan berbahaya.
Juru bicara pemerintah Inggris kemudian menyatakan ancaman yang dilaporkan pada dini hari telah diselesaikan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Bandara Heathrow mengatakan ancaman yang diterima pada hari itu dinilai tidak kredibel. Pihak bandara menegaskan tidak ada risiko terhadap penumpang, pekerja, maupun pesawat.
Sementara itu, juru bicara Bandara Birmingham mengatakan prosedur penanganan langsung dijalankan bersama layanan darurat dan pihak terkait setelah ancaman diterima.
Daftar Beberapa Penerbangan yang Terdampak
Berikut sejumlah penerbangan yang terdampak ancaman bom pada Kamis:
Aer Lingus: Penerbangan dari Dublin menuju Roma dialihkan ke Normandia, Perancis, dan mendarat dengan selamat. Maskapai berupaya mengatur perjalanan lanjutan penumpang menuju tujuan akhir.
Finnair: Dua penerbangan dari Helsinki mendarat di tujuan masing-masing. Satu pesawat dikawal jet tempur Italia menuju Bandara Fiumicino di Roma, sedangkan pesawat lainnya mendarat di Wina, Austria.
Wizz Air: Dua penerbangan dari Milan terdampak. Satu pesawat yang menuju Warsawa dialihkan ke Wina, sementara pesawat lainnya mendarat dengan selamat di Bukares. Tim pemeriksa kemudian memeriksa pesawat.
LOT Polish Airlines: Penerbangan Warsawa-Brussels mendarat sesuai jadwal dan tidak menemukan benda mencurigakan. Penerbangan Warsawa-Paris dihentikan sebelum lepas landas untuk menjalani pemeriksaan keamanan terhadap pesawat dan bagasi.
Ryanair: Tiga penerbangan yang tiba di Bulgaria dilaporkan terdampak. Dua pesawat dari Kopenhagen dan Madrid mendarat di Sofia, sedangkan penerbangan dari London menuju Sofia mendarat di Plovdiv. Ketiganya dikawal jet tempur Angkatan Udara Bulgaria.
EasyJet: Empat pesawat yang mendarat di Praha diperiksa. Polisi Ceko menyatakan tidak menemukan bahan peledak. EasyJet mengonfirmasi penerbangan dari Newcastle dan Glasgow termasuk yang terdampak, tetapi penumpang dapat turun secara normal.
Aegean Airlines: Maskapai menerima ancaman bom terhadap dua penerbangannya, yakni Thessaloniki-Milan dan Athena-Wina. Kedua ancaman dinyatakan tidak berdasar.
Ryanair: Penerbangan dari Porto, Portugal, menuju Milan mendarat sesuai rencana. Tim penjinak bom kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pesawat.
Iberia: Otoritas bandara Spanyol menerima ancaman terhadap tiga penerbangan di Bandara Madrid. Pemeriksaan memastikan tidak ada ancaman. Iberia kemudian menyebut dua penerbangannya, Milan-Madrid dan Roma-Madrid, termasuk yang terdampak.
Air Serbia: Penerbangan dari Beograd menuju Bukares mendarat dengan selamat. Setelah pemeriksaan, ancaman yang dilaporkan dinyatakan tidak berdasar.
Pakar Khawatir Ancaman Palsu Membuat Petugas Lengah
Profesor keamanan penerbangan dari University of Coventry, Philip Baum, mengatakan industri penerbangan menghadapi banyak ancaman bom setiap hari. Namun, ia mengaku terkejut dengan rangkaian insiden yang terjadi pekan ini.
Menurut Baum, pengalihan penerbangan biasanya dilakukan ketika ancaman dinilai kredibel dan otoritas melihat kemungkinan adanya bahan peledak di dalam pesawat.
Ia mengingatkan bahwa ancaman palsu yang terus berulang dapat menimbulkan risiko tersendiri.
Jika terlalu sering menerima ancaman palsu, petugas bisa menjadi kurang waspada sehingga berpotensi mengabaikan ancaman yang benar-benar nyata. Ancaman palsu juga bisa digunakan sebagai pengalihan perhatian.
Pakar penerbangan dari Kingston University, Marco Chan, mengatakan ancaman tersebut kemungkinan besar merupakan tipuan. Meski demikian, sistem keamanan penerbangan tetap harus memperlakukannya sebagai ancaman nyata sampai pemeriksaan selesai.
Ia menyebut insiden tersebut dapat menjadi bagian dari bentuk gangguan terhadap perjalanan udara yang berbiaya murah dan sulit dilacak pelakunya.
Chan juga mengingatkan kemungkinan munculnya aksi peniru. Namun, menurutnya, rangkaian insiden selama tiga hari belum cukup untuk memastikan apakah ancaman tersebut terkoordinasi atau hanya menyebar karena ditiru pihak lain.
Sebelumnya, tujuh penerbangan di Eropa, termasuk dua dari Inggris, juga diperiksa setelah menerima ancaman bom. Tidak ditemukan bahan peledak dalam pemeriksaan tersebut.
Pada Senin (2/11), sebuah pesawat Wizz Air yang terbang dari Bandara London Luton menuju Sofia bahkan dikawal jet tempur Hungaria ke Budapest setelah menerima ancaman bom ketika sedang mengudara.
















