Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

AI Temukan Celah di PHP, Situs Pemerintah Sejumlah Negara Lakukan Pembaruan Keamanan

badge-check

Ilustrasi ancaman keamanan siber akibat celah keamanan PHP yang ditemukan dengan bantuan kecerdasan buatan. Perbesar

Ilustrasi ancaman keamanan siber akibat celah keamanan PHP yang ditemukan dengan bantuan kecerdasan buatan.

LONDON, 23 Oktober 2026 – Pemerintah dan perusahaan di berbagai negara melakukan pembaruan keamanan sepanjang malam setelah kecerdasan buatan (AI) membantu menemukan celah keamanan pada PHP, bahasa pemrograman yang digunakan oleh sekitar 70 persen situs web di seluruh dunia.

Sejumlah situs pemerintah masih beroperasi normal pada Kamis (22/10). Namun, beberapa layanan mengalami gangguan atau pembatasan akses karena proses perbaikan keamanan masih berlangsung.

Divisi siber FBI pada Rabu (21/10) memperingatkan bahwa kerentanan tersebut dapat memungkinkan pihak tertentu menjalankan kode dari jarak jauh pada sistem yang menggunakan PHP. Kondisi ini meningkatkan risiko pencurian data sensitif dan kompromi jaringan.

FBI menyarankan pengelola situs untuk menonaktifkan sementara layanan apabila belum dapat segera melakukan pembaruan keamanan.

Layanan Pemerintah Sejumlah Negara Terdampak

Di Inggris, sejumlah layanan pemerintah tidak dapat di akses sementara selama proses penanganan potensi masalah keamanan siber berlangsung.

Juru bicara kantor Perdana Menteri Inggris mengatakan pemerintah telah melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki potensi kerentanan sistem.

“Para ahli kami terus bekerja sama dengan OpenAI dan mitra internasional untuk menangani masalah ini,” kata juru bicara tersebut pada Kamis.

Ia menegaskan bahwa layanan publik utama yang bersifat kritis dan dapat di akses masyarakat tidak terdampak oleh langkah penanganan tersebut. Namun, beberapa layanan terbatas mungkin dinonaktifkan sementara.

Di Finlandia, situs pemerintah menyatakan gangguan telah teratasi. Meski demikian, sebagian konten masih belum tersedia dan sedang dalam upaya pemulihan.

Di Jepang, situs web Prefektur Osaka menyatakan bahwa layanan terjemahan mesinnya “tidak tersedia karena kegagalan sistem.”

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi turut membagikan peringatan pemerintah melalui media sosial. Ia meminta administrator situs memeriksa apakah sistem mereka menggunakan PHP dan segera memasang pembaruan keamanan yang telah rilis pada Rabu malam.

Takaichi mengatakan penangguhan sementara situs dapat dipertimbangkan untuk mengurangi risiko apabila perbaikan tidak bisa segera diterapkan.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menyatakan pemerintah belum menerima laporan mengenai kerusakan akibat serangan siber yang berkaitan dengan kerentanan PHP tersebut. Meski begitu, beberapa bagian situs pemerintah dinonaktifkan sementara sebagai langkah pencegahan.

Dua Celah Berpotensi Memungkinkan Peretas Mengendalikan Server

James Sullivan, Direktur Siber dan Teknologi di lembaga kajian Royal United Services Institute (RUSI) yang berbasis di London, mengatakan dua kerentanan yang ditemukan berpotensi memungkinkan pihak tidak berwenang mengakses situs tanpa autentikasi.

Dalam kondisi tertentu, celah tersebut dapat membuka jalan bagi peretas untuk menjalankan kode pada server web dari jarak jauh tanpa memerlukan kata sandi.

Dampaknya dapat mencakup pencurian atau perubahan data, serta pemanfaatan server yang disusupi untuk melancarkan serangan terhadap sistem lain.

Sullivan menjelaskan, salah satu kerentanan dapat merusak memori sistem sehingga memungkinkan pihak berbahaya mengeksploitasi sistem dengan kode mereka sendiri.

Kerentanan lainnya adalah data pengguna masih tersimpan di sistem alih-alih terhapus sebagaimana mestinya. Kondisi ini berpotensi memungkinkan pihak tidak berwenang mengakses, mengunduh, atau menghapus data tersebut.

Sullivan menilai penonaktifan situs sementara selama perbaikan merupakan praktik yang tepat dalam pengelolaan risiko keamanan siber. Namun, ia juga menyoroti bahwa sebagian celah tersebut telah ada selama lebih dari satu dekade.

AI Membantu Menemukan Celah Keamanan

OpenAI menyatakan telah memimpin koalisi peneliti, penyedia keamanan, dan pihak lain selama dua bulan terakhir untuk menangani kerentanan PHP.

Dalam sebuah unggahan blog, OpenAI menyebut masalah tersebut sebagai salah satu persoalan keamanan paling berdampak dalam beberapa waktu terakhir. Perusahaan itu mengatakan AI tampaknya berhasil menemukan kerentanan sebelum para penyerang menemukannya.

Temuan ini memperlihatkan dua sisi penggunaan AI dalam keamanan siber. Teknologi tersebut dapat membantu penyerang menemukan celah baru, tetapi juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan sebelum dieksploitasi.

Menurut Sullivan, sebagian situs masih mengalami gangguan karena tersedia beberapa tambalan keamanan untuk jenis perangkat lunak yang berbeda. Sejumlah organisasi mungkin masih menunggu tambalan yang sesuai dan perlu mengujinya terlebih dahulu untuk memastikan pembaruan berjalan dengan baik.

Grup PHP, yang melibatkan para pengembang dalam upaya menjaga keamanan bahasa pemrograman tersebut, menyatakan telah merilis perbaikan untuk kerentanan pada Rabu malam. Grup itu juga menyediakan petunjuk untuk memperbarui sistem.

Badan Keamanan Siber Uni Eropa (ENISA) turut meminta organisasi segera mengambil tindakan untuk mengatasi kerentanan tersebut.

Pengelola Situs Harus Segera Memperbarui Sistem

Sullivan mengingatkan agar temuan ini tidak langsung dipandang sebagai skenario bencana yang tak terelakkan. Menurutnya, individu dan perusahaan dapat mengambil sejumlah langkah dasar untuk mengurangi risiko.

Langkah-langkah tersebut meliputi:

  • Mengidentifikasi sistem yang berpotensi terdampak.
  • Memasang pembaruan perangkat lunak dan tambalan keamanan segera setelah tersedia.
  • Mengaktifkan autentikasi dua faktor untuk memperkuat perlindungan akun.
  • Menonaktifkan sementara layanan yang rentan apabila tidak dapat segera melakukan perbaikan.

Hingga saat ini, pemerintah Jepang menyatakan belum menerima laporan kerusakan akibat serangan siber yang berkaitan dengan celah PHP. Sementara itu, beberapa layanan di sejumlah negara masih menjalani pemulihan setelah mengambil langkah pengamanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dugaan Kecurangan Pemilu AS Menguat, Pemilih Sebut Mesin Pemilu Ubah Suara

23 Okt 2026 - 08:48 WIB

Dugaan Kecurangan Pemilu AS Menguat, Pemilih Sebut Mesin Pemilu Ubah Suara

Pengembangan AI Rusia Terhambat, Dampak Serangan Drone Ukraina

23 Okt 2026 - 08:16 WIB

Pengembangan AI Rusia Terhambat, Dampak Serangan Drone Ukraina

Meta Didenda Rp 400 Triliun di AS

23 Okt 2026 - 07:31 WIB

Meta Didenda Rp 400 Triliun di AS

Update Selat Hormuz: 7 Kapal Tanker Rusak dan Terbakar

23 Okt 2026 - 07:26 WIB

Update Selat Hormuz: 7 Kapal Tanker Rusak dan Terbakar

Elon Musk Pertimbangkan Merger Tesla dan SpaceX, Nilai Capai US$3,5 Triliun

22 Okt 2026 - 12:06 WIB

Elon Musk Pertimbangkan Merger Tesla dan SpaceX, Nilai Capai US$3,5 Triliun
Trending di Internasional