Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Dugaan Kecurangan Pemilu AS Menguat, Pemilih Sebut Mesin Pemilu Ubah Suara

badge-check

Petugas pemilu menyiapkan mesin penanda surat suara di tempat pemungutan suara awal langsung di Asheville-Buncombe Technical Community College, 16 Oktober 2024, di Marshall, Carolina Utara. (AP Photo/Stephanie Scarbrough) Perbesar

Petugas pemilu menyiapkan mesin penanda surat suara di tempat pemungutan suara awal langsung di Asheville-Buncombe Technical Community College, 16 Oktober 2024, di Marshall, Carolina Utara. (AP Photo/Stephanie Scarbrough)

NEW YORK, 23 Oktober 2026 — Keluhan tentang mesin pemungutan suara yang mengubah pilihan kandidat kembali ramai di media sosial menjelang pemilihan umum (pemilu) paruh waktu Amerika Serikat (AS) pada November 2026. Sejumlah pemilih di Kansas, Ohio, South Carolina, Tennessee, dan Texas mengaku mengalami masalah saat memilih kandidat melalui layar sentuh. Beberapa di antaranya mengatakan mesin justru menandai kandidat yang berbeda dari pilihan mereka.

Klaim tersebut menyebar luas di media sosial. Sebagian pengguna menuding adanya upaya manipulasi pemilu untuk menguntungkan Partai Republik, meskipun belum ada bukti kuat yang mendukung dugaan itu.

Pejabat pemilu setempat mengatakan penyebab masalah semacam itu umumnya karena kesalahan pengguna atau layar sentuh yang perlu di kalibrasi ulang. Mereka juga menyampaikan tidak ada lonjakan laporan kasus ini dibandingkan pemilu sebelumnya.

Petugas pemilu mengingatkan pemilih untuk memeriksa kembali pilihannya sebelum keluar dari bilik suara. Jika mengalami masalah, mereka dapat meminta bantuan petugas di tempat pemungutan suara.

David Becker, direktur eksekutif Center for Election Innovation and Research, mengatakan sebagian besar laporan tentang pilihan suara yang berubah rata-rata adalah kesalahan manusia.

Menurut Becker, pihak-pihak yang menyebarkan disinformasi kerap memanfaatkan kekhawatiran pemilih untuk menimbulkan keraguan terhadap proses pemilu.

Adik Dolly Parton Mengaku Harus Mengoreksi Pilihan Tiga Kali

Keluhan mengenai mesin pemungutan suara menjadi perhatian setelah sejumlah unggahan di media sosial mendapat puluhan ribu tanda suka, dibagikan, dan ditonton.

Salah satunya datang dari Stella Parton, adik penyanyi country Dolly Parton. Dalam unggahan Facebook pada Rabu (21/10), ia mengaku harus kembali ke mesin pemungutan suara sebanyak tiga kali untuk memperbaiki pilihannya karena mesin terus menandai nama Senator Partai Republik Marsha Blackburn.

Stella meminta pemilih tetap memeriksa pilihan mereka dan tetap tenang meskipun terdapat antrean panjang di bilik suara.

Namun, Chad Gray, pejabat pemilu Williamson County, Tennessee, mengatakan pihaknya tidak menemukan ketidaksesuaian pada peralatan pemungutan suara.

Koordinator Pemilu Tennessee, Mark Goins, juga mengatakan masalah yang dilaporkan bukanlah kasus perubahan suara, melainkan kemungkinan sentuhan yang tidak disengaja pada layar.

Seorang pengguna Facebook di Kendall County, Texas, juga melaporkan kasus yang serupa. Ia mengatakan mesin terus memilih kandidat Partai Republik ketika ibu mertuanya mencoba memilih kandidat Demokrat. Perempuan itu akhirnya berhasil memberikan suara sesuai keinginannya.

Staci Decker, pejabat pemilu Kendall County, mengatakan masalah tersebut biasanya terjadi karena pemilih menyentuh bagian layar yang keliru atau menekan layar terlalu keras hingga kalibrasinya terganggu.

Ia menambahkan, petugas secara berkala mengkalibrasi ulang layar untuk memastikan mesin berfungsi dengan baik. Seluruh peralatan pemilu juga di uji sebelum digunakan.

Pejabat Pemilu Tidak Menemukan Lonjakan Keluhan

Di South Carolina, seorang pengguna media sosial mengaku kesulitan memilih Annie Andrews, kandidat Demokrat untuk Senat. Namun, komisi pemilu negara bagian tersebut tidak menemukan peningkatan laporan masalah yang tidak biasa.

Juru bicara komisi pemilu South Carolina, Sydni Bain, menyatakan bahwa berbagai keluhan semacam itu merupakan hal yang lazim muncul saat pemilu berlangsung. Kondisi tersebut terutama sering terjadi dalam pemilihan tingkat negara bagian yang mencatatkan jumlah pemilih tinggi.

Di Bexar County, Texas, seorang pemilih mengaku harus menekan layar dengan kuat agar pilihannya terhadap kandidat Demokrat James Talarico tercatat, bukan kandidat Republik Ken Paxton.

Pejabat setempat mengatakan mereka belum dapat memastikan adanya masalah pada peralatan tersebut. Pemilih yang khawatir terhadap pilihannya diminta segera melapor kepada petugas di lokasi.

Kristin Miles, Presiden Asosiasi Pejabat Pemilu County Texas, mengatakan klaim bahwa mesin mengubah pilihan pemilih muncul hampir setiap siklus pemilu.

Menurutnya, sebagian besar kasus berkaitan dengan kalibrasi layar pada mesin sentuh model lama, bukan perubahan terhadap suara yang diberikan.

Pejabat pemilu juga menjelaskan bahwa sejumlah wilayah melakukan audit setelah pemilu dengan menghitung secara manual sebagian surat suara kertas untuk memeriksa hasil penghitungan.

Pemilih Diminta Memeriksa Surat Suara Sebelum Dimasukkan

Pemilih di Amerika Serikat menggunakan berbagai metode untuk memberikan suara dalam pemilu. Metode tersebut mencakup penggunaan perangkat penanda surat suara yang mencetak hasil pilihan di atas kertas serta surat suara yang diisi secara manual.

Sejumlah wilayah yang menjadi sumber laporan viral menggunakan perangkat ExpressVote buatan Election Systems & Software (ES&S). Melalui perangkat ini, pemilih menentukan pilihan di layar sentuh, kemudian mesin mencetak catatan suara di atas kertas untuk diperiksa sebelum penghitungan.

Katina Granger, manajer senior hubungan masyarakat ES&S, mengatakan perusahaan bekerja sama dengan pejabat pemilu untuk memberikan dukungan teknis. Namun, pihaknya belum menerima laporan mengenai masalah mesin pemungutan suara yang meluas pada siklus pemilu kali ini.

Granger menyarankan pemilih meminta bantuan petugas jika mengalami kesulitan saat menggunakan mesin.

Jika surat suara sudah tercetak tetapi tidak sesuai dengan pilihan yang diinginkan, pemilih diminta melapor kepada petugas dan tidak langsung memasukkannya. Petugas kemudian akan mengikuti prosedur yang berlaku untuk mengganti surat suara tersebut.

Pejabat pemilu menegaskan bahwa pemilih memiliki kesempatan untuk memeriksa dan memperbaiki pilihan sebelum surat suara diserahkan. Karena itu, keluhan yang beredar di media sosial perlu diperiksa berdasarkan bukti, bukan langsung dianggap sebagai bukti kecurangan pemilu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pengembangan AI Rusia Terhambat, Dampak Serangan Drone Ukraina

23 Okt 2026 - 08:16 WIB

Pengembangan AI Rusia Terhambat, Dampak Serangan Drone Ukraina

Meta Didenda Rp 400 Triliun di AS

23 Okt 2026 - 07:31 WIB

Meta Didenda Rp 400 Triliun di AS

Update Selat Hormuz: 7 Kapal Tanker Rusak dan Terbakar

23 Okt 2026 - 07:26 WIB

Update Selat Hormuz: 7 Kapal Tanker Rusak dan Terbakar

AI Temukan Celah di PHP, Situs Pemerintah Sejumlah Negara Lakukan Pembaruan Keamanan

23 Okt 2026 - 06:05 WIB

AI Temukan Celah di PHP, Situs Pemerintah Sejumlah Negara Lakukan Pembaruan Keamanan

Elon Musk Pertimbangkan Merger Tesla dan SpaceX, Nilai Capai US$3,5 Triliun

22 Okt 2026 - 12:06 WIB

Elon Musk Pertimbangkan Merger Tesla dan SpaceX, Nilai Capai US$3,5 Triliun
Trending di Internasional