Menu

Otomatis
Breaking News

Internasional

Amerika Serikat Ancam Matikan Starlink Ukraina Jika Kesepakatan Mineral Tidak Tercapai

badge-check

Amerika Serikat Ancam Matikan Starlink Ukraina Jika Kesepakatan Mineral Tidak Tercapai Perbesar

Washington – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengancam akan mematikan akses komunikasi Starlink di Ukraina setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menolak proposal awal dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent, sebagaimana dilansir Reuters.

Ancaman ini muncul dalam diskusi antara pejabat AS dan Ukraina, di mana AS mendesak Ukraina untuk memberikan akses ke cadangan mineral pentingnya.

Starlink, layanan internet satelit yang dioperasikan oleh SpaceX milik Elon Musk, telah menjadi komponen krusial dalam komunikasi militer dan sipil Ukraina sejak perang dengan Rusia pecah pada Februari 2022. Ribuan terminal Starlink telah dikirimkan ke Ukraina untuk menggantikan sistem komunikasi yang hancur akibat konflik.

Menurut informasi yang diterima Reuters, selama pertemuan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan utusan khusus AS untuk Ukraina Keith Kellogg pada Kamis (20/2/2025), Ukraina diberitahu bahwa mereka menghadapi “penutupan segera” layanan satelit Starlink jika tidak mencapai kesepakatan mengenai mineral penting dengan AS.

Zelensky menolak tuntutan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump sebesar US$ 500 miliar dalam bentuk kekayaan mineral dari Ukraina untuk membayar kembali AS atas bantuan masa perang, dengan mengatakan bahwa AS tidak menawarkan jaminan keamanan yang spesifik.

Kehilangan akses ke Starlink akan menjadi pukulan telak bagi Ukraina, terutama dalam pengoperasian drone dan strategi militer lainnya. “Starlink sangat penting bagi operasi drone dan artileri Ukraina. Tanpa itu, mereka akan mengalami kesulitan besar dalam menghadapi Rusia,” ujar Melinda Haring, pakar dari Dewan Atlantik AS.

Setelah Reuters menerbitkan beritanya, Musk menulis di X bahwa artikel tersebut “salah” dan “Reuters berbohong.” Ketika dihubungi oleh Reuters untuk rincian lebih lanjut, Musk tidak segera merespons.

Musk mengirim ribuan terminal Starlink ke Ukraina untuk menggantikan layanan komunikasi yang dihancurkan oleh Rusia setelah invasinya pada Februari 2022. Pada saat itu, Musk dipuji sebagai pahlawan di Ukraina, tetapi kemudian ia membatasi akses pada musim gugur 2022 ketika ia menjadi lebih kritis terhadap penanganan perang oleh Kyiv.

Melinda Haring, seorang peneliti senior di Dewan Atlantik, mengatakan bahwa Starlink sangat penting untuk operasi drone Ukraina, yang merupakan pilar utama strategi militernya. “Kehilangan Starlink akan menjadi pengubah permainan,” kata Haring. Masih menurut Haring, Ukraina sekarang memiliki paritas 1:1 dengan Rusia dalam hal penggunaan drone dan peluru artileri. Ukraina memiliki berbagai kemampuan drone yang berbeda, mulai dari drone laut dan drone pengawasan hingga kendaraan udara tak berawak jarak jauh.

Kedutaan Ukraina di Washington, Gedung Putih, dan Departemen Pertahanan AS tidak menanggapi permintaan komentar. SpaceX, yang mengoperasikan Starlink, juga tidak menanggapi permintaan komentar.

Negosiasi antara kedua negara masih berlangsung, dan pertemuan kedua dijadwalkan dalam dua minggu ke depan untuk membahas penghentian konflik.

Zelensky menolak proposal rinci AS minggu lalu yang akan membuat Washington dan perusahaan-perusahaan AS menerima 50% dari mineral penting Ukraina, yang mencakup grafit, uranium, titanium, dan litium, komponen utama dalam baterai mobil listrik. Sejak saat itu, terjadi keretakan antara para pemimpin negara. Trump mencela Zelensky sebagai “diktator tanpa pemilihan umum” pada hari Rabu setelah Zelenskyy mengatakan Trump terperangkap dalam gelembung disinformasi Rusia, sebagai tanggapan terhadap presiden AS yang menyatakan bahwa Ukraina-lah yang memulai perang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 Apr 2026 - 07:23 WIB

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 Apr 2026 - 10:04 WIB

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 Apr 2026 - 12:08 WIB

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 Apr 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz
Trending di Internasional