Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Nasional

Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo, Bahlil Siapkan Somasi

badge-check

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia. Perbesar

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia.

AMBON, 8 November 2026 – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia bantah tuduhan dirinya terlibat dengan dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak.

Bahlil bahkan mengaku menjadi salah satu korban penyadapan. Ia meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut sekaligus menelusuri pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tanpa dasar dengan mencatut namanya.

“Terkait proses penyadapan ke kepala negara dan beberapa pihak, kami meminta pada kepolisian untuk mengusut tuntas hal tersebut. Berkaitan dengan hal itu, saya juga disadap,” kata Bahlil di Ambon, Maluku, Sabtu.

Pernyataan itu disampaikan setelah Bahlil melantik pengurus dan membuka rapat kerja DPD Partai Golkar di Kota Ambon.

Nama Bahlil Dikaitkan dengan Isu Penyadapan

Bahlil menanggapi spekulasi yang beredar di media sosial dan grup percakapan WhatsApp mengenai dugaan keberadaan seorang ketua umum partai politik di kawasan Widya Chandra beberapa jam sebelum penangkapan tersangka kasus penyadapan oleh Bareskrim Polri.

Narasi tersebut antara lain disampaikan oleh seorang pengamat intelijen. Isu itu kemudian dikaitkan dengan Bahlil karena dirinya merupakan ketua umum partai politik yang berada di lingkaran pemerintahan.

Bahlil menegaskan tidak mengetahui sosok ketua umum partai yang dimaksud dalam narasi tersebut. Namun, ia mengaku namanya mulai disebut secara spesifik dalam berbagai percakapan di media sosial.

“Tadi pagi saya baca grup-grup WhatsApp menyatakan hal itu mengarah ke saya. Itu tuduhan yang tidak benar dan tidak berdasar,” ujarnya.

Beri Waktu 3×24 Jam untuk Klarifikasi

Merasa dirugikan oleh tuduhan tersebut, Bahlil meminta kepolisian segera mengidentifikasi pihak yang berada di balik penyebaran informasi tersebut.

Ia juga memberikan tenggat waktu 3×24 jam kepada sejumlah pihak yang telah mencatut namanya untuk menyampaikan permohonan maaf dan memberikan klarifikasi.

“Saya minta kepada pihak yang menggulirkan isu itu, jangan asal bicara dan saya minta polisi usut tuntas. Kepada beberapa orang yang sudah mencatut nama saya, saya akan memberikan somasi 3×24 jam terhitung sejak hari ini. Kalau tidak mengklarifikasinya, saya akan melakukan proses hukum,” kata Bahlil.

Ia mengingatkan masyarakat agar menjaga etika dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. Menurut dia, kebebasan berpendapat dalam negara demokrasi harus tetap disertai tanggung jawab dan tidak digunakan untuk menyebarkan fitnah.

“Kita ini negara demokrasi, tetapi juga demokrasi yang bermartabat. Jangan semua mengarah kepada fitnah, itu tidak bagus. Jadi polisi akan mengecek,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Hasto Sebut Dugaan Penyadapan Berlangsung Sejak 2024

8 Nov 2026 - 07:10 WIB

Hasto Sebut Dugaan Penyadapan Berlangsung Sejak 2024

Bareskrim Dalami Aduan Ijazah Gibran, Pertimbangkan Putusan MK dan MA

7 Nov 2026 - 07:39 WIB

Bareskrim Dalami Aduan Ijazah Gibran, Pertimbangkan Putusan MK dan MA

Bareskrim Tetapkan Irjen Slamet Uliandi sebagai Tersangka Penyadapan Prabowo

6 Nov 2026 - 07:32 WIB

Bareskrim Tetapkan Irjen Slamet Uliandi sebagai Tersangka Penyadapan Prabowo

Pramono Dukung Pengerahan Prajurit TNI untuk Pertebal Pengamanan Jakarta

5 Nov 2026 - 07:29 WIB

Pramono Dukung Pengerahan Prajurit TNI untuk Pertebal Pengamanan Jakarta

SBY Soroti Politik Nasional, Minta Prabowo Hidupkan Politik Berkeadaban

5 Nov 2026 - 06:01 WIB

SBY Soroti Politik Nasional, Minta Prabowo Hidupkan Politik Berkeadaban
Trending di Nasional