Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Dampak Kebijakan Imigrasi Trump: Panen di AS Terancam Gagal

badge-check

Seorang pekerja imigran memanen hasil pertanian, di tengah kekurangan tenaga kerja yang berisiko membuat ladang dibiarkan tak tergarap, di Oxnard, California, Amerika Serikat. Minggu,  22 Juni 2025. (foto: REUTERS/Pilar Olivares) Perbesar

Seorang pekerja imigran memanen hasil pertanian, di tengah kekurangan tenaga kerja yang berisiko membuat ladang dibiarkan tak tergarap, di Oxnard, California, Amerika Serikat. Minggu, 22 Juni 2025. (foto: REUTERS/Pilar Olivares)

Ventura County, California – Lisa Tate, petani generasi keenam di Ventura County, California, menyaksikan sendiri dampak langsung kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump terhadap sektor pertanian lokal. Dalam beberapa pekan terakhir, ladang-ladang tempat biasanya ratusan imigran bekerja kini nyaris kosong setelah gelombang razia oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) membuat banyak pekerja enggan datang.

“Sekitar 70 persen pekerja di ladang tidak muncul,” ujar Tate dalam wawancara. “Jika 70 persen tenaga kerja Anda menghilang, maka 70 persen hasil panen tidak dipetik. Dalam satu hari, hasil bisa membusuk.”

Di wilayah pertanian luas yang membentang dari Ventura County ke Central Valley, fenomena serupa terjadi. Dua petani, dua mandor ladang, dan empat pekerja imigran menyatakan bahwa sebagian besar tenaga kerja mereka menghilang usai razia ICE. Dampaknya, panen tertunda, buah dan sayur membusuk pada puncak masa panen.

Seorang mandor asal Meksiko yang merahasiakan namanya mengatakan bahwa biasanya ia membawahi 300 pekerja di ladang stroberi. Pekan lalu, ia hanya memiliki 80 orang. Sementara mandor lain yang biasanya memiliki 80 pekerja kini hanya tersisa 17 orang.

Ancaman untuk Ketahanan Pangan

Ekonom dan pejabat politik AS telah lama mengakui ketergantungan sektor pertanian pada pekerja migran, banyak di antaranya berada secara ilegal di negara tersebut. Douglas Holtz-Eakin, mantan Direktur Kantor Anggaran Kongres AS, memperkirakan sekitar 80 persen tenaga kerja pertanian di AS adalah kelahiran asing, dengan hampir separuhnya tidak berdokumen.

“Ini buruk untuk rantai pasokan dan industri pertanian,” katanya. Hilangnya mereka berisiko menaikkan harga pangan bagi konsumen.

California sendiri menyumbang lebih dari sepertiga sayuran dan lebih dari tiga perempat buah dan kacang-kacangan yang dikonsumsi di AS. Menurut Departemen Pangan dan Pertanian California, sektor ini menghasilkan hampir 60 miliar dolar AS pada 2023.

Namun, petani kini menghadapi risiko gagal panen dan kerugian besar karena kekurangan tenaga kerja. “Sebagian besar warga Amerika tidak ingin melakukan pekerjaan ini,” kata Tate. “Banyak petani di sini sudah kesulitan bertahan, ini bisa menjadi titik kritis yang menjatuhkan mereka.”

Hidup dalam Ketakutan

Dua dari empat pekerja imigran mengaku tidak memiliki dokumen resmi. Mereka enggan menyebut nama karena takut di deportasi. Salah satu di antaranya telah bekerja di ladang selama 30 tahun dan memiliki keluarga di AS.

“Jika kami pergi bekerja, kami tidak tahu apakah kami akan pulang dan melihat keluarga lagi,” katanya.

Seorang lainnya mengatakan bahwa kini setiap pagi mereka bangun dengan rasa takut. “Kami khawatir akan panas matahari, dan sekarang ada masalah yang lebih besar — kena grebek.”

Namun, menurut lima organisasi komunitas pekerja migran, meski razia menyebabkan kehadiran di ladang menurun sementara, banyak pekerja akhirnya kembali karena tidak punya pilihan lain secara ekonomi. Mereka juga mengambil langkah-langkah pencegahan seperti menumpang mobil pekerja berdokumen atau menyuruh anak-anak warga negara AS untuk berbelanja.

Trump: “Pekerja yang Baik”

Dalam pernyataan di Truth Social, Trump mengakui bahwa penggerebekan ICE terhadap pekerja pertanian—dan juga pekerja hotel—telah “merampas pekerja yang sangat handal dan berpengalaman” dari sektor tersebut, “di mana pekerjaan itu hampir mustahil untuk digantikan.”

Ia kemudian mengatakan kepada wartawan, “Petani kita terdampak parah. Mereka memiliki pekerja yang sangat baik.” Ia menambahkan, “Mereka bukan warga negara, tapi ternyata mereka hebat.”

Trump berjanji akan mengeluarkan perintah untuk mengatasi dampak tersebut, namun hingga kini belum ada perubahan atas kebijakan yang diterapkan.

Menurut Bernard Yaros, Ekonom Senior di Oxford Economics, pekerja kelahiran lokal cenderung tidak menggantikan posisi yang ditinggalkan pekerja imigran. “Imigran tanpa dokumen biasanya bekerja di sektor berbeda dibanding warga lokal,” jelasnya.

Di ladang California bagian tengah, petani Greg Tesch mengatakan suasana penuh ketakutan menyelimuti komunitasnya. “Bahkan yang punya dokumen pun tidak merasa aman saat mendengar kata ICE,” ujarnya.

Tesch khawatir panen tidak terselamatkan. “Jika tidak dipetik dalam dua hingga tiga hari, seperti paprika di ladang sebelah, maka hasilnya akan gosong karena matahari atau terlalu matang,” ujarnya. “Kami butuh tenaga kerja.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Rusia Serang 28 Fasilitas Energi Ukraina, 500.000 Warga Terdampak

20 Okt 2026 - 07:15 WIB

Rusia Serang 28 Fasilitas Energi Ukraina, 500.000 Warga Terdampak

Gelombang Demonstrasi Meluas di Eropa, dari Perancis hingga Italia dan Portugal

20 Okt 2026 - 06:25 WIB

Gelombang Demonstrasi Meluas di Eropa, dari Perancis hingga Italia dan Portugal

Drone Ukraina Hantam Fasilitas Minyak Rusia, Satu Orang Tewas

19 Okt 2026 - 09:11 WIB

Drone Ukraina Hantam Fasilitas Minyak Rusia, Satu Orang Tewas

Kerusuhan Perancis, 2.400 Orang Ditangkap usai Penjarahan dan Pembakaran

19 Okt 2026 - 08:31 WIB

Kerusuhan Perancis, 2.400 Orang Ditangkap usai Penjarahan dan Pembakaran

Baru Sepekan Bertugas, Jubir Gedung Putih Katie Zacharia Diganti

18 Okt 2026 - 09:06 WIB

Baru Sepekan Bertugas, Jubir Gedung Putih Katie Zacharia Diganti
Trending di Internasional