Menu

Otomatis
Breaking News

Internasional

Korea Utara Akui Kirim Pasukan ke Ukraina untuk Bantu Rusia

badge-check

Kim Jong Un berada di tengah-tengah pasukan Korea Utara yang sedang berlatih pada Maret 2024. Perbesar

Kim Jong Un berada di tengah-tengah pasukan Korea Utara yang sedang berlatih pada Maret 2024.

Pyongyang — Korea Utara, untuk pertama kalinya pada Senin (28/4/2025), mengonfirmasi telah mengirimkan pasukannya untuk berperang bersama Rusia dalam konflik di Ukraina. Keputusan itu diambil langsung oleh Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un di bawah perjanjian kemitraan strategis komprehensif dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Media Korea Utara, KCNA, melaporkan bahwa pasukan Korea Utara berperan dalam merebut kembali wilayah Kursk yang sebelumnya diduduki pasukan Ukraina. Kemenangan itu disebut sebagai bukti “tingkat tertinggi persahabatan militan” antara kedua negara.

Pernyataan tersebut muncul setelah pekan lalu Rusia mengklaim telah mengusir sepenuhnya pasukan Ukraina dari wilayah Rusia yang mereka kuasai. Namun, Kiev membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa operasi militernya di beberapa bagian wilayah Rusia masih berlangsung.

“Pasukan kita berjuang dengan keberanian seolah mempertahankan tanah air mereka sendiri,” demikian bunyi pernyataan Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea. Kim Jong Un bahkan menyebut prajurit-prajuritnya sebagai “pahlawan dan lambang kehormatan tanah air”.

KCNA juga menegaskan bahwa Korea Utara menganggap sebagai “kehormatan” memiliki aliansi dengan Rusia, yang disebutnya sebagai “negara adidaya”.

Kecaman Internasional

Konfirmasi resmi dari Pyongyang itu segera memicu reaksi keras dari komunitas internasional. Departemen Luar Negeri AS menuntut agar Korut menghentikan pengerahan pasukan dan memperingatkan bahwa hal itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

“Negara-negara seperti Korea Utara yang mendukung perang Rusia di Ukraina turut memikul tanggung jawab atas kelangsungan konflik ini,” ujar seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Sementara itu, pemerintah Korea Selatan menyebut langkah Korea Utara tersebut sebagai “pengakuan atas tindakan kriminal”. Seoul mengecam keputusan mengirim pemuda-pemuda Korea Utara ke medan perang sebagai keputusan yang “tidak manusiawi dan tidak bermoral”.

Bantuan ke Rusia

Analis memperkirakan, pengakuan Korea Utara ini—yang muncul setelah lebih dari enam bulan tanpa pernyataan resmi—bertujuan memperkuat citra Kim Jong Un sebagai mitra setara bagi Vladimir Putin menjelang kemungkinan pertemuan puncak kedua pemimpin.

“Ini adalah bagian dari upaya diplomatik untuk menunjukkan bahwa hubungan kedua negara semakin kuat,” kata Hong Min, peneliti senior di Korea Institute for National Unification, Seoul.

Menurut pejabat Ukraina, Korea Utara telah mengirimkan sekitar 14.000 personel ke Rusia, termasuk 3.000 prajurit tambahan di medan perang. Kurangnya pengalaman dalam pertempuran kendaraan lapis baja dan penggunaan drone membuat pasukan Korea Utara menderita korban besar di tahap awal, namun mereka dikabarkan cepat beradaptasi.

Pada 24 April lalu, Pasukan Operasi Khusus Ukraina mengklaim telah membunuh satu unit berisi 25 tentara Korea Utara di Kursk. Mereka juga merilis video yang memperlihatkan jenazah seorang tentara serta barang-barang pribadinya, termasuk catatan bertuliskan huruf Korea.

Selain mengirimkan personel, Korea Utara dilaporkan juga memasok amunisi artileri dan rudal balistik kepada Rusia.

Pihak Rusia sendiri baru mengakui kehadiran tentara Korea Utara di Kursk pada Sabtu (26/4/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 Apr 2026 - 07:23 WIB

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 Apr 2026 - 10:04 WIB

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 Apr 2026 - 12:08 WIB

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 Apr 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz
Trending di Internasional