Menu

Otomatis
Breaking News

Internasional

Ukraina Jadi Ladang Uji Coba Senjata Baru

badge-check

Drone Kamikaze buatan Brave1, mampu menghantam sasaran di jarak lebih dari 40 kilometer. (foto: ukrmilitary.com) Perbesar

Drone Kamikaze buatan Brave1, mampu menghantam sasaran di jarak lebih dari 40 kilometer. (foto: ukrmilitary.com)

Wiesbaden, Jerman – Ukraina membuka pintu bagi perusahaan senjata untuk melakukan uji coba langsung teknologi militer terbaru mereka di medan perang melawan Rusia. Brave1, sebuah kelompok investasi dan pengadaan senjata yang mendapat dukungan pemerintah Ukraina, mengumumkan program yang bernama “Test in Ukraine” ini.

Dalam skema ini, perusahaan dapat mengirimkan produk senjata mereka ke Ukraina dan memberikan pelatihan daring kepada pasukan setempat. Setelahnya, mereka menunggu hasil uji lapangan yang dilakukan di garis depan pertempuran dan dilaporkan kembali oleh pasukan Ukraina. Brave1 mengumumkan program ini dalam konferensi pertahanan di Wiesbaden, Jerman, Kamis (17/7/2025).

“Ini memberi kami pemahaman mengenai teknologi yang tersedia, dan memberi perusahaan informasi nyata soal apa yang benar-benar bekerja di medan tempur,” kata Artem Moroz, Kepala Hubungan Investor Brave1.

Meski tidak menyebutkan nama perusahaan yang telah bergabung, Moroz mengklaim bahwa minat terhadap program ini cukup tinggi. Ia menolak merinci lebih lanjut soal mekanisme operasional atau biaya yang mungkin terlibat.

Brave1 dan Peluang Industri Pertahanan

Lebih dari tiga tahun sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, intensitas konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Moskow terus melancarkan serangan bertubi-tubi di sepanjang garis depan sejauh lebih dari 1.000 kilometer. Mereka juga meningkatkan serangan udara ke kota-kota besar Ukraina.

Untuk menahan laju mesin perang Rusia yang lebih besar dan lebih canggih, Ukraina hanya mengandalkan industri pertahanan dalam negeri. Di mana sebagian besar pembiayaannya berasal dari investor asing.

Brave1, bentukan pemerintah Ukraina pada 2023, berfungsi sebagai platform daring untuk menjembatani investor dan pengembang teknologi militer. Lebih jauh, Brave1 menjadi penghubung langsung antara unit militer dan perusahaan produsen senjata lokal.

“Kami memiliki daftar teknologi prioritas yang ingin kami uji, dan salah satu yang utama adalah sistem pertahanan udara—seperti penangkal drone, sistem berbasis AI, hingga solusi melawan bom berpeluncur,” ujar Moroz.

Selain itu, Ukraina juga memprioritaskan sistem nirawak di perairan, teknologi siluman elektronik di darat, serta sistem kendali tembakan canggih yang dipandu kecerdasan buatan guna meningkatkan akurasi howitzer.

Dengan mengubah medan perangnya menjadi laboratorium teknologi militer, Ukraina berharap dapat mempercepat inovasi sekaligus menambah daya tahan militernya di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 Apr 2026 - 07:23 WIB

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 Apr 2026 - 10:04 WIB

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 Apr 2026 - 12:08 WIB

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 Apr 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz
Trending di Internasional