Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Hasil Referendum Alberta, 75 Persen Pilih Tetap Gabung Kanada

badge-check

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney. (The Canadian Press/John Ulan) Perbesar

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney. (The Canadian Press/John Ulan)

EDMONTON, 21 Oktober 2026 — Hasil referendum yang dirilis Selasa (20/10) menunjukkan dukungan kuat warga Alberta terhadap persatuan Kanada di tengah perang dagang dan ancaman aneksasi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Mayoritas pemilih di provinsi kaya minyak di Kanada itu, menolak upaya memisahkan diri dan memilih tetap menjadi bagian dari Kanada.

Berdasarkan hasil tidak resmi Elections Alberta, dengan lebih dari 1,8 juta suara terhitung dan hasil dari 84 persen wilayah serta lokasi pemungutan suara yang sudah masuk, sebanyak 75 persen pemilih mendukung Alberta tetap menjadi bagian dari Kanada. Sementara itu, 25 persen lainnya mendukung dimulainya proses menuju pemisahan diri.

Referendum tersebut bukan pemungutan suara langsung untuk menentukan kemerdekaan Alberta. Jika usulan itu disetujui, provinsi tersebut baru akan memasuki proses menuju pemungutan suara berikutnya mengenai pemisahan dari Kanada.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyambut hasil tersebut sebagai kemenangan bagi persatuan nasional.

“Ini adalah hasil yang bagus bagi Kanada karena warga Alberta telah memilih persatuan,” kata Carney sebelum rapat kabinet di Ottawa, Selasa.

Carney menilai, sekitar seperempat pemilih yang mendukung proses pemisahan belum tentu menginginkan Alberta benar-benar merdeka. Menurut dia, hanya kelompok yang lebih kecil dan berkomitmen kuat yang benar-benar ingin meninggalkan Kanada.

“Hasilnya sangat jelas. Mayoritas besar memilih tetap berada di Kanada. Sekarang saatnya bekerja sama demi seluruh warga Alberta dan Kanada,” ujarnya.

Pemerintah Kanada Dorong Kerja Sama dengan Alberta

Carney mengatakan ia telah berbicara dengan Perdana Menteri Alberta Danielle Smith pada Selasa pagi mengenai hasil referendum dan peningkatan kerja sama antara pemerintah federal dan provinsi, termasuk dalam urusan imigrasi.

Menurut Carney, prioritas pertama pemerintah adalah mendukung para korban dan keluarga yang terdampak kebakaran mematikan saat latihan militer di Pangkalan Angkatan Bersenjata Kanada Wainwright.

Smith menyambut hasil awal referendum tersebut dan mengatakan hasil itu menunjukkan dukungan luas terhadap Alberta yang tetap berada dalam Kanada.

“Warga Alberta telah memilih Alberta yang lebih kuat dalam Kanada yang bersatu,” tulis Smith di media sosial.

Smith sebelumnya menyerukan referendum di tengah tekanan kelompok separatis di dalam Partai Konservatif Bersatu (UCP) yang dipimpinnya, meskipun ia sendiri menentang kemerdekaan Alberta.

Thomas Lukaszuk, mantan wakil perdana menteri Alberta yang memimpin kampanye Forever Canadian yang menolak pemisahan diri, juga menyambut hasil tersebut.

“Kita adalah negara yang kokoh dan bersatu dari pantai ke pantai,” kata Lukaszuk kepada para pendukungnya.

Gerakan Separatis Belum Tentu Berakhir

Meski kalah telak, kelompok separatis menilai dukungan seperempat pemilih menunjukkan bahwa ketidakpuasan terhadap pemerintah federal masih cukup besar.

Keith Wilson, salah satu pemimpin gerakan separatis, mengatakan hasil referendum memperlihatkan bahwa setidaknya seperempat warga Alberta merasa provinsi mereka perlu mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari pemerintah pusat.

Alberta, memiliki cadangan minyak terbesar keempat di dunia. Wilayah ini terkenal sebagai wilayah koboi dan benteng konservatif yang budaya politiknya memiliki kesamaan dengan bagian barat Amerika Serikat.

Ketidakpuasan terhadap pemerintah federal di Ottawa telah lama mengakar di Alberta. Namun, selama ini sentimen tersebut tidak secara konsisten berubah menjadi dukungan luas terhadap kemerdekaan.

Mantan Perdana Menteri Alberta Jason Kenney mengatakan partai-partai separatis sebelumnya hanya memperoleh sekitar 1 hingga 2 persen suara. Kemarahan terhadap pembatasan selama pandemi Covid-19 kemudian membantu menggerakkan sejumlah aktivis yang belakangan bergabung dengan gerakan pemisahan diri.

Ancaman Trump untuk menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat, dan perang dagang antara kedua negara, membuat Carney memperkuat dukungan terhadap persatuan Kanada, termasuk di Alberta yang secara historis kurang menyukai perdana menteri dari Partai Liberal.

Jeff Rath dari Alberta Prosperity Project, kelompok yang mendukung kemerdekaan, mengatakan gerakannya akan terus berlanjut meskipun hasil referendum tidak sesuai harapan.

“Kami tidak akan pergi ke mana-mana,” kata Rath. Ia menilai kelompok separatis telah mendominasi perbincangan publik selama setahun terakhir dan akan terus mengampanyekan manfaat kemerdekaan.

Namun, David Parker, salah satu penggerak separatis Alberta, mengakui hasil tersebut merupakan kekalahan.

“Kemerdekaan masih terasa jauh dan kita tidak boleh berpura-pura bahwa ini bukan kekalahan,” tulisnya di media sosial.

Warga Pertanyakan Manfaat Referendum

Sejumlah pemilih mengatakan dukungan terhadap referendum bukan berarti mereka ingin Alberta keluar dari Kanada. Bagi mereka, pemungutan suara itu merupakan cara untuk menyampaikan ketidakpuasan kepada pemerintah federal.

Shawn Campbell, pemilih di Edmonton, mengatakan dirinya mendukung dimulainya proses pemisahan meskipun tidak menginginkan Alberta meninggalkan Kanada.

“Ini mengirimkan pesan kepada Ottawa bahwa warga Alberta tidak senang,” katanya.

Sebaliknya, Dave Malka, 59 tahun, juga warga Edmonton, mengkritik penggunaan anggaran untuk menggelar referendum yang menurutnya hanya membuka jalan bagi referendum berikutnya. Ia menilai dana tersebut seharusnya dapat digunakan untuk layanan kesehatan.

Malka juga menganggap perselisihan internal Kanada terjadi pada waktu yang tidak tepat, ketika negara itu menghadapi ancaman dari Trump.

“Sepertinya ini terjadi pada saat yang paling buruk, ketika kita seharusnya bersatu. Sebaliknya, kita justru bertengkar di antara kita sendiri,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Gelombang Demonstrasi Masih Berlanjut di Eropa, Albania dan Italia Memanas

21 Okt 2026 - 11:53 WIB

Gelombang Demonstrasi Masih Berlanjut di Eropa, Albania dan Italia Memanas

Gara-Gara Dua Tentara Korut, Korsel Tarik Staf Kedutaan dari Kyiv

21 Okt 2026 - 09:39 WIB

Gara-Gara Dua Tentara Korut, Korsel Tarik Staf Kedutaan dari Kyiv

Inggris Kerahkan Jet Tempur, Lindungi Arab Saudi dari Houthi

21 Okt 2026 - 08:11 WIB

Inggris Kerahkan Jet Tempur, Lindungi Arab Saudi dari Houthi

Perancis Tangkap Terduga Pelaku Pembakar Gedung Limoges

21 Okt 2026 - 07:11 WIB

Perancis Tangkap Terduga Pelaku Pembakar Gedung Limoges

AS Larang DeepSeek di Sistem Pemerintah, Ini Alasannya

21 Okt 2026 - 06:26 WIB

AS Larang DeepSeek di Sistem Pemerintah, Ini Alasannya
Trending di Internasional