BRASIL, 29 Oktober 2026 — Keberadaan Flávio Bolsonaro, kandidat presiden Brasil yang kalah dalam pemilihan presiden, masih menjadi tanda tanya setelah otoritas Brasil membatalkan paspornya. Otoritas imigrasi Argentina menyatakan Flávio bersama istri dan dua putrinya menyeberang ke Argentina sebelum menaiki pesawat pribadi menuju Ekuador.
Informasi tersebut berbeda dari laporan sebelumnya yang menyebut Flávio telah tiba di Amerika Serikat (AS). Sumber sebelumnya mengatakan kepada BBC bahwa politikus berusia 45 tahun itu telah berada di AS pada Selasa (27/10).
Namun, otoritas imigrasi Argentina kemudian menyatakan Flávio dan keluarganya melintasi perbatasan darat Brasil-Argentina pada Selasa malam waktu setempat.
Dalam unggahan di media sosial, otoritas Argentina mengatakan keluarga tersebut menaiki pesawat pribadi yang dioperasikan perusahaan Baires Fly S.A. menuju Guayaquil, Ekuador.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah Flávio dan keluarganya masih berada di pesawat tersebut ketika penerbangan melanjutkan perjalanan ke AS.
Pesawat Pribadi Diduga Melanjutkan Perjalanan ke AS
Analisis data pelacakan penerbangan menunjukkan sebuah pesawat dengan informasi kepemilikan yang sesuai diduga melanjutkan perjalanan menuju Amerika Serikat setelah singgah di Ekuador.
Berdasarkan data Flightradar24, pesawat jet Gulfstream bermesin ganda itu lepas landas dari Puerto Iguazú, dekat perbatasan Brasil-Argentina, pada Rabu pukul 03.18 GMT dan mendarat di Guayaquil pada pukul 08.47 GMT.
Pesawat yang sama kemudian kembali terbang dari Guayaquil pada pukul 09.15 GMT. Tujuan penerbangannya tercatat sebagai Bandara Eksekutif Opa-locka, di sebelah utara Miami, Florida, dengan perkiraan waktu kedatangan pukul 13.18 GMT.
Namun, data penerbangan tersebut tidak memastikan apakah Flávio dan keluarganya berada di dalam pesawat.
Sementara itu, seorang pejabat senior AS sebelumnya mengonfirmasi bahwa Departemen Luar Negeri AS akan menerbitkan visa bagi Flávio dan keluarganya. Mereka dapat memasuki negara tersebut apabila mengajukan permohonan visa.
Ketika wartawan menanyakan mengenai keberadaan Flávio, Presiden AS Donald Trump mengatakan, “Saya mendengar dia berada di Argentina.”
Paspor Flávio Bolsonaro Dibatalkan
Spekulasi mengenai keberadaan Flávio muncul beberapa jam setelah Mahkamah Agung Brasil memerintahkannya menyerahkan paspor di tengah penyelidikan dugaan pencucian uang.
Pengadilan memberikan waktu 24 jam kepada Flávio untuk menyerahkan dokumen perjalanan tersebut. Namun, setelah tenggat berakhir sekitar tengah hari waktu setempat pada Selasa, otoritas Brasil membatalkan paspornya.
Flávio sebelumnya menyatakan tidak memiliki rencana meninggalkan Brasil. Ia juga menegaskan akan tetap berada di negaranya untuk memimpin oposisi terhadap Presiden Luiz Inácio Lula da Silva, yang memenangi pemilihan presiden pada Minggu (25/10).
Setelah tenggat penyerahan paspor berakhir, pengacaranya mengatakan tidak mengetahui keberadaan kliennya. “Kami sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi, dan hingga sekarang kami belum memiliki informasi,” kata salah seorang pengacaranya.
Sumber kepolisian mengatakan bahwa aparat federal Brasil sedang memeriksa catatan penyeberangan perbatasan untuk memastikan apakah Flávio telah bepergian ke Argentina.
Sebagai senator aktif, Flávio memiliki paspor dinas dan paspor pribadi. Kantor berita AFP juga melaporkan telah melihat dokumen parlemen Italia yang mengindikasikan bahwa Flávio memiliki kewarganegaraan Italia sejak 2023.
Selain itu, warga Brasil dan Argentina sebagai anggota kelompok Mercosur dapat memasuki negara anggota tertentu dengan menggunakan kartu identitas nasional yang masih berlaku. Ketentuan tersebut memungkinkan perjalanan lintas perbatasan tanpa paspor dalam kondisi yang memenuhi persyaratan.
Flávio Bolsonaro Hadapi Sejumlah Penyelidikan
Flávio tengah menghadapi penyelidikan terkait dugaan korupsi dan pencucian uang. Ia belum didakwa dalam penyelidikan yang disebutkan dalam laporan tersebut dan membantah tuduhan terhadap dirinya.
Salah satu penyelidikan berkaitan dengan pendanaan film mengenai ayahnya, mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang telah dinyatakan bersalah dalam perkara persekongkolan kudeta dan sedang menjalani tahanan rumah.
Penyelidikan terpisah menyoroti dugaan hubungan Flávio dengan seorang pengacara Brasil yang dituduh mencuci uang lebih dari 1 miliar dollar AS melalui skema penipuan.
Polisi sebelumnya mengatakan telah menemukan bahwa Flávio memiliki akses ke rekening bank perusahaan milik pengacara tersebut. Flávio membantah melakukan bisnis dengannya dan menyebut penyitaan paspornya sebagai upaya intimidasi.
Selain kedua penyelidikan itu, Mahkamah Agung Brasil pada Selasa memerintahkan polisi memeriksa tim kampanye pemilihan presiden Flávio terkait dugaan pendanaan asing.
Kalah dari Lula, Flávio Tolak Hasil Pemilihan
Flávio Bolsonaro mengalami kekalahan dalam putaran kedua pemilihan presiden pada Minggu. Ia dikalahkan Lula, yang meraih 51,79 persen suara, sedangkan Flávio memperoleh 48,21 persen.
Hasil tersebut berlawanan dengan sejumlah jajak pendapat menjelang pemungutan suara yang menempatkan Flávio sedikit unggul. Ia juga sempat memimpin pada tahap awal penghitungan sebelum akhirnya disalip oleh Lula.
Lula menjadi kandidat presiden pertama di Brasil yang berhasil membalikkan kekalahan pada putaran pertama menjadi kemenangan pada putaran kedua.
Meski kalah dengan selisih sekitar 4,4 juta suara, Flávio belum mengakui hasil pemilihan dan meminta agar pemungutan suara dibatalkan.
Ia beralasan perpanjangan waktu pemungutan suara selama dua jam pada hari pemilihan telah merugikan dirinya. Namun, perpanjangan tersebut disebut diminta oleh partainya maupun partai pendukung Lula.
Flávio menyebut perpanjangan waktu yang diperintahkan seorang hakim Mahkamah Agung itu sebagai “trik kotor”.
Partai Liberal yang mengusung Flávio telah menerima hasil pemilihan, meski menyatakan bahwa perpanjangan waktu pemungutan suara tetap perlu diselidiki.
















