SAN FRANCISCO, 1 November 2026 – Golden State Valkyries mencetak sejarah dengan meraih juara kompetisi bola basket putri Amerika Serikat, WNBA 2026, pada musim kedua mereka. Valkyries mengalahkan Atlanta Dream dengan skor 68-63 dalam game 7 yang berlangsung di Chase Center, Sabtu waktu setempat atau Minggu (1/11) pagi WIB.
Gabby Williams menjadi bintang kemenangan Valkyries setelah mencetak 30 poin, termasuk 28 poin pada 20 menit terakhir pertandingan. Penampilannya memecahkan rekor poin terbanyak dalam satu babak pertandingan final WNBA sekaligus mengantarkannya meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP) Final.
Williams tampil berbeda pada babak kedua setelah hanya mencetak dua poin sebelum turun minum. Ia kemudian mencetak 15 poin pada kuarter ketiga dan membawa Valkyries berbalik unggul 45-44 menjelang kuarter terakhir.
Ketika skor kembali imbang 53-53, Williams mencetak sembilan poin beruntun untuk Valkyries. Salah satunya melalui tembakan tiga angka jarak jauh yang membawa timnya unggul 60-57 dengan sisa waktu 2 menit 18 detik.
Valkyries kemudian mempertahankan keunggulan itu hingga pertandingan berakhir.
“Saya menyukai momen seperti ini. Pelatih Natalie (Nakase) meminta saya bersabar pada babak pertama. Saya mendengarkannya,” kata Williams.
Williams Bersinar di Momen Penentuan
Penampilan Williams tidak hanya menonjol dalam serangan. Pemain berusia 30 tahun itu juga mencatatkan empat block dan memperlihatkan kemampuan bertahan yang menjadi salah satu kekuatannya.
Williams sebelumnya menjadi runner-up dalam pemilihan Defensive Player of the Year WNBA.
Gelar ini menjadi yang pertama bagi Williams di kompetisi WNBA. Sebelum bergabung dengan Valkyries pada musim ini, ia pernah memperkuat Chicago dan Seattle.
Williams sebenarnya sudah pernah meraih gelar juara saat bermain di level perguruan tinggi dan kompetisi luar negeri. Namun, ia beberapa kali gagal meraih gelar tertinggi bersama tim nasional Perancis.
Pada Olimpiade Paris 2024, Perancis kalah tipis satu poin dari Amerika Serikat dalam perebutan medali emas. Perancis juga kalah dari AS dalam Piala Dunia Bola Basket Putri FIBA pada September lalu.
Kini, kesempatan pertamanya tampil di panggung final WNBA berakhir dengan gelar juara.
“Saya sangat diberkati. Ini luar biasa!” ujar Williams.
Atlanta Dream Gagal Raih Gelar Keempat
Di kubu Atlanta Dream, Jordin Canada mencetak 18 poin, Allisha Gray 16 poin, sedangkan Angel Reese menyumbangkan delapan poin dan 12 rebound.
Kekalahan ini membuat Dream kembali gagal meraih gelar juara dalam upaya keempat mereka di final.
Atlanta sebenarnya mengawali pertandingan dengan lebih baik. Mereka unggul 30-24 saat turun minum.
Namun, performa Williams pada babak kedua mengubah jalannya pertandingan. Rhyne Howard sempat menyamakan kedudukan menjadi 57-57 melalui layup dengan sisa waktu 2 menit 41 detik.
Williams kemudian membalas dengan tembakan tiga angka. Ia juga mencetak dua lemparan bebas ketika pertandingan menyisakan 1 menit 40 detik.
Gray sempat memperkecil jarak melalui dua lemparan bebas dengan sisa waktu 11 detik. Atlanta kemudian memaksa terjadinya perebutan bola atau jump ball antara Gray dan Williams.
Veronica Burton berhasil mengamankan bola dan mencetak dua lemparan bebas dengan sisa waktu 5,1 detik. Namun, upaya tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan.
Kiah Stokes juga tampil penting bagi Valkyries dengan mencatatkan 13 rebound dan dua block.
Sejarah Baru Golden State Valkyries
Keberhasilan Valkyries meraih gelar juara pada musim kedua menjadi pencapaian luar biasa bagi tim ekspansi tersebut.
Tiga tahun lalu, pemilik tim Joe Lacob menjanjikan gelar juara dalam lima tahun pertama setelah wilayah Bay Area mendapatkan hak membentuk tim ekspansi WNBA.
Janji itu terwujud lebih cepat dari perkiraan. Pada 2025, Valkyries sudah mencatatkan sejarah sebagai tim ekspansi pertama yang berhasil mencapai babak playoff pada musim debutnya.
Pelatih Natalie Nakase juga mengambil keputusan penting menjelang akhir seri final. Setelah Valkyries tertinggal 1-2, ia mengubah susunan pemain utama dengan memasukkan Kaila Charles dan Tiffany Hayes, sementara Kayla Thornton serta Cecilia Zandalasini memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Keputusan tersebut memberikan dampak positif bagi permainan tim.
Hayes, yang kini berusia 37 tahun, menyumbangkan 11 poin dalam Game 7. Ia sebelumnya pernah menghabiskan 10 musim bersama Atlanta Dream dan sempat pensiun sebelum kembali bermain dua tahun lalu.
Nakase mengaku ingin memberikan kemenangan kepada Hayes, yang dinilainya membawa energi besar sepanjang seri final.
Chase Center Bergemuruh Rayakan Gelar Juara
Suasana Chase Center berubah menjadi pesta setelah peluit akhir berbunyi. Ribuan penggemar yang memenuhi arena dengan mengenakan warna ungu langsung bersorak, sementara para pemain berlari ke lapangan untuk saling berpelukan dan merayakan kemenangan.
Sorakan “Gabby! Gabby!” terdengar sepanjang kuarter keempat sebagai bentuk dukungan kepada Williams.
Keberhasilan ini juga menambah koleksi gelar juara basket Golden State. Sebelumnya, tim putra Golden State Warriors telah meraih gelar NBA pada 2022.
“Kita harus membangun lemari trofi yang lebih besar,” kata salah satu pemilik Valkyries, Peter Guber.
Dalam upacara penyerahan trofi, Joe Lacob memberikan apresiasi kepada para pemain dan jajaran manajemen, termasuk Nakase, General Manager Ohemma Nyanin, serta Presiden tim Jess Smith.
Lacob juga berterima kasih kepada para penggemar yang selalu memenuhi Chase Center sejak hari pertama pertandingan kandang tim tersebut.
















