SASSUOLO, 28 Oktober 2026 — Romano Floriani Mussolini, cicit mantan diktator Italia Benito Mussolini, mencetak gol pertamanya di Serie A saat Lazio menang telak 6-2 atas Sassuolo di Mapei Stadium, Rabu (28/10) dini hari WIB.
Bek kanan berusia 23 tahun itu mencetak gol ketiga Lazio dalam pertandingan pekan kesembilan Liga Italia tersebut. Gol Romano menjadi salah satu sorotan dalam kemenangan besar tim ibu kota Italia itu.
Romano mencetak gol pada menit ke-16 setelah menyelesaikan umpan mendatar Kenneth Taylor dari sisi kiri. Gol tersebut sempat dianulir karena posisi offside sebelum akhirnya disahkan melalui tinjauan video (VAR).
Setelah keputusan wasit berubah, Romano dapat merayakan gol yang menjadi gol pertamanya di kasta tertinggi sepak bola Italia sekaligus gol kedua sepanjang karier profesionalnya.
Lazio Hajar Sassuolo 6-2
Lazio tampil produktif sepanjang pertandingan dengan mencetak enam gol. Selain Romano, Kenneth Taylor, Gustav Isaksen, Mattia Zaccagni, dan Tijjani Nosin turut menyumbang gol. Nosin menjadi satu-satunya pemain Lazio yang mencetak dua gol dalam laga tersebut.
Sementara itu, Sassuolo hanya mampu membalas melalui gol Kristian Thorstvedt dan Sebastiano Esposito.
Kemenangan tersebut membawa Lazio mengumpulkan 25 poin dan memperkuat posisinya di puncak klasemen sementara Serie A musim 2026-2027, berdasarkan data yang disertakan dalam laporan pertandingan.
Usai pertandingan, Romano mengungkapkan kegembiraannya karena berhasil mencetak gol perdana di Serie A sekaligus membantu tim meraih kemenangan penting.
“Saya sangat senang bisa mencetak gol pertama itu, terlebih lagi dengan kemenangan ini, yang sangat penting bagi kami,” ujar Romano Floriani Mussolini.
Romano Floriani Mussolini dan Latar Belakang Keluarganya
Romano memiliki nama lengkap Romano Benito Floriani Mussolini. Ia merupakan cicit Benito Mussolini dari garis keluarga ibunya.
Benito Mussolini merupakan diktator Italia yang memimpin rezim fasis pada abad ke-20. Nama keluarga Romano pun kerap menarik perhatian, terlebih karena ia menggunakan nama “Romano” di bagian belakang jerseynya saat bermain untuk Lazio.
Meski memiliki hubungan keluarga dengan tokoh sejarah tersebut, Romano pernah menyatakan secara terbuka bahwa dirinya tidak tertarik pada politik.
Gol ke gawang Sassuolo juga menjadi momen penting dalam perjalanan kariernya. Sebelum memperkuat Lazio, ia pernah menjalani masa peminjaman di sejumlah klub, termasuk Pescara, Juve Stabia, dan Cremonese.
Gol pertamanya di sepak bola profesional sebelumnya tercipta ketika membela Juve Stabia di kompetisi kasta kedua Italia sekitar dua tahun lalu.
Jadi Pilihan Utama di Posisi Bek Kanan Lazio
Pada musim 2026-2027, Romano mendapatkan peran penting di skuad Lazio. Ia tercatat selalu menjadi starter dalam sembilan pertandingan Liga Italia.
Menurut catatan, Lazio belum terkalahkan ketika Romano tampil, dengan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang sebelum pertandingan melawan Sassuolo.
Kemenangan di Mapei Stadium menambah catatan positif Lazio dalam persaingan papan atas Serie A. Bagi Romano, gol tersebut sekaligus menjadi pencapaian pribadi penting setelah melalui masa peminjaman di beberapa klub sebelum mendapatkan kesempatan bermain lebih besar bersama Lazio.
















