BANYUWANGI, 3 November 2026 – Bencana tanah longsor di jalur kereta api petak Stasiun Kalibaru-Mrawan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyebabkan tiga perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mengalami keterlambatan hingga lebih dari dua jam, Senin (2/11).
Longsor terjadi di KM 32+2/3 dan berdampak pada perjalanan KA Ijen Ekspres relasi Malang-Ketapang, KA Probowangi relasi Ketapang-Surabaya Gubeng, serta KA Wijaya Kusuma relasi Ketapang-Cilacap.
KA Ijen Ekspres mengalami keterlambatan sekitar dua jam lebih. Sementara itu, KA Probowangi terlambat sekitar dua jam dan KA Wijaya Kusuma mengalami keterlambatan tiba di sejumlah stasiun tujuan hingga lebih dari dua jam.
Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan pihaknya langsung melakukan penanganan setelah gangguan diketahui.
“Keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama, sehingga kondisi jalur terlebih dahulu dipastikan aman sebelum perjalanan kereta api kembali melintas,” kata Cahyo di Jember.
Menurut dia, KAI melakukan pengaturan perjalanan dengan mempertimbangkan kondisi terkini di lapangan. Rangkaian kereta api yang berada di wilayah terdampak juga diarahkan ke lokasi yang lebih aman.
Jalur Kembali Bisa Dilalui Mulai Pukul 14.00 WIB
Cahyo mengatakan penanganan longsor di KM 32+2/3 petak Stasiun Kalibaru-Mrawan selesai pada pukul 14.00 WIB.
Setelah proses penanganan selesai, jalur kembali dapat dilalui kereta api dengan batas kecepatan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemulihan pola operasi dilakukan secara bertahap setelah kondisi prasarana dipastikan aman.
KAI juga memberikan service recovery (SR) atau kompensasi pelayanan kepada seluruh penumpang yang terdampak keterlambatan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang akibat kejadian tersebut. Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, maka service recovery diberikan kepada seluruh penumpang yang terdampak,” ujar Cahyo.
KAI Daop 9 menyebut pemulihan operasional ditandai dengan keberangkatan sejumlah kereta api yang dapat berjalan sesuai jadwal setelah penanganan gangguan.
KAI Perkuat Jalur untuk Cegah Longsor Susulan
Selain menangani material longsor, KAI Daop 9 Jember juga melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi gangguan serupa.
Personel ditempatkan secara intensif di wilayah terdampak. Tim teknis KPJ juga melakukan pemeriksaan kondisi jalur secara berkala dengan menggunakan lori untuk memantau prasarana.
Penguatan konstruksi dilakukan melalui pembersihan material yang mengganggu badan rel, penguatan tebing, penimbunan ballast baru, serta pemasangan tanggul penahan longsor.
Pemasangan tanggul bertujuan menahan gerusan tanah sekaligus menjaga kestabilan konstruksi jalur, terutama di area yang berpotensi mengalami pergerakan tanah.
“Mitigasi terus kami lakukan melalui pengawasan berkala dan penguatan konstruksi di lokasi terdampak. Langkah ini penting untuk menjaga kondisi jalur agar tetap stabil serta mengantisipasi potensi gangguan berikutnya,” kata Cahyo.
KAI Daop 9 Jember juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mendukung penanganan di lapangan.
Cahyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu proses penanganan. Ia menegaskan KAI akan terus mengutamakan keselamatan, keandalan perjalanan, dan kenyamanan penumpang.















