Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Saham AI Pulih Setelah Anjlok Triliunan Dollar

badge-check

Ilustrasi. Perbesar

Ilustrasi.

NEW YORK, 7 November 2026 – Saham perusahaan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) mulai pulih setelah mengalami aksi jual besar-besaran yang menghapus triliunan dollar AS dari nilai pasar sejumlah perusahaan teknologi di Amerika Serikat (AS) dan negara lain.

Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi kembali ditutup di zona hijau pada Jumat (6/11). Pemulihan tersebut terjadi setelah gejolak pasar yang dimulai di AS pada Kamis (5/11) dan kemudian merambat ke pasar Asia serta Eropa.

Sebelumnya, investor ramai-ramai melepas saham teknologi. Salah satu pemicunya adalah kekhawatiran bahwa kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS akan memperlambat pengembangan AI.

Namun, data ketenagakerjaan terbaru AS memberikan gambaran berbeda mengenai kondisi ekonomi negara tersebut. Jumlah lapangan kerja baru yang tercipta pada September ternyata lebih tinggi dari perkiraan.

Pada Kamis, perusahaan yang berkaitan erat dengan pengembangan AI, terutama produsen cip dan semikonduktor, mengalami tekanan besar di pasar saham.

Nasdaq Composite kemudian menguat 1,1 persen pada Jumat, memulihkan sebagian dari penurunan 5,5 persen sehari sebelumnya.

Indeks S&P 500, yang melacak saham perusahaan publik terbesar di AS, naik 0,3 persen. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average sempat bergerak datar sebelum ditutup turun tipis 0,4 persen.

Sejumlah perusahaan yang sebelumnya kehilangan ratusan miliar dollar AS dari nilai pasarnya, termasuk Nvidia, SpaceX, dan Tesla, mulai memulihkan sebagian kerugian.

Asia dan Eropa Masih Tertekan

Meski demikian, pasar saham Asia dan Eropa masih mengalami tekanan.

Indeks Kospi Korea Selatan ditutup turun 6 persen pada Jumat. Saham produsen cip SK Hynix bahkan merosot lebih dari 10 persen.

Pasar Eropa juga melemah. Indeks utama di Jerman, Perancis, dan Spanyol berakhir di zona merah. Di Inggris, indeks FTSE 100 turun 1,01 persen.

Pelaku pasar Inggris juga mencermati keputusan Bank of England yang menaikkan suku bunga serta sinyal kemungkinan kenaikan lanjutan untuk mengendalikan inflasi.

Investor Masih Khawatir terhadap Masa Depan AI

Gejolak pasar terjadi setelah kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS.

Sejumlah kandidat Demokrat berkampanye dengan janji memperketat aturan industri AI dan membatasi pembangunan pusat data. Partai tersebut kemudian berhasil menguasai kedua kamar Kongres serta memenangkan sejumlah kontestasi penting di wilayah yang menjadi pusat persaingan pembangunan pusat data AI.

Presiden AS Donald Trump pada Jumat kembali menyatakan dukungannya terhadap pengembangan teknologi yang dia sebut sebagai “superintelligence”. Trump mengatakan hanya kepemimpinan yang tidak bijaksana yang akan menolak potensi kekayaan yang dapat dihasilkan teknologi tersebut.

Di sisi lain, investor mulai mempertanyakan apakah gelontoran dana yang sangat besar dari perusahaan teknologi untuk pengembangan AI akan menghasilkan keuntungan sesuai harapan.

Russ Shaw, pendiri organisasi advokasi teknologi global Tech London Advocates, mengatakan hasil pemilu AS menjadi sinyal bahwa industri AI perlu mengevaluasi kembali pendekatannya.

Menurutnya, Kongres AS yang baru akan memberikan perhatian besar terhadap perkembangan AI.

Shaw mengaku mendukung teknologi tersebut. Namun, ia menilai perusahaan-perusahaan AI belum mampu menjelaskan manfaat teknologi mereka kepada masyarakat secara efektif, terutama di AS.

Pierre Baqué, CEO platform AI Neural Concept, menyebut gejolak saham sebagai koreksi pasar yang diperlukan. Ia menilai kekhawatiran investor terhadap besarnya investasi infrastruktur AI merupakan sesuatu yang beralasan.

“Industri ini harus bergerak melampaui investasi infrastruktur tanpa kendali dan menunjukkan disiplin keuangan yang lebih baik,” kata Baqué. Ia menyebut industri AI sedang memasuki fase transisi penting, ketika teknologi harus membuktikan manfaat ekonominya secara luas.

Dan Coatsworth, kepala pasar di AJ Bell, mengatakan pekan tersebut menjadi periode yang berat bagi pasar saham.

Menurutnya, pertanyaan utama saat ini adalah apakah kenaikan Nasdaq dan S&P 500 pada Jumat dapat berlanjut pada pekan berikutnya.

Data Lapangan Kerja AS Lebih Kuat dari Perkiraan

Selain perkembangan politik dan gejolak saham AI, investor juga mencermati laporan ketenagakerjaan terbaru AS.

Data menunjukkan perusahaan-perusahaan di AS menambah 165.000 lapangan kerja baru pada Oktober. Angka tersebut jauh lebih tinggi daripada rata-rata kenaikan bulanan dan lebih dari dua kali lipat perkiraan analis.

Tingkat pengangguran juga turun tipis menjadi 4,1 persen, berbanding 4,2 persen pada September.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menyatakan tingkat pengangguran berada dalam kisaran relatif sempit, yakni 4,1 hingga 4,3 persen, sejak Maret.

Neil Birrell, kepala investasi perusahaan Premier Miton, mengatakan data ketenagakerjaan tersebut tetap penting meskipun perhatian pasar lebih banyak tertuju pada pergerakan saham. Menurutnya, kondisi ekonomi AS yang masih kuat dapat menunjukkan bahwa risiko yang dikhawatirkan investor belum tentu berdampak sebesar yang diperkirakan terhadap perekonomian secara keseluruhan.

Dengan demikian, pemulihan saham teknologi pada Jumat belum sepenuhnya menghapus kekhawatiran investor. Pasar masih menunggu bukti bahwa investasi besar-besaran dalam AI mampu menghasilkan keuntungan ekonomi yang sepadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bank Kolaps Picu Krisis Politik, Presiden Paraguay Dimakzulkan

7 Nov 2026 - 08:13 WIB

Bank Kolaps Picu Krisis Politik, Presiden Paraguay Dimakzulkan

Demokrat Kuasai Kongres AS, Apa Saja yang Bisa Mereka Lakukan?

6 Nov 2026 - 20:16 WIB

Demokrat Kuasai Kongres AS, Apa Saja yang Bisa Mereka Lakukan?

Saham Teknologi Rontok Usai Pemilu Paruh Waktu AS

6 Nov 2026 - 19:01 WIB

Saham Teknologi Rontok Usai Pemilu Paruh Waktu AS

Ancaman Bom Sasar 21 Pesawat di Eropa, Sejumlah Penerbangan Dialihkan

6 Nov 2026 - 09:12 WIB

Ancaman Bom Sasar 21 Pesawat di Eropa, Sejumlah Penerbangan Dialihkan

Partai Republik Kalah Telak dalam Pemilu Paruh Waktu AS, Ini Penyebabnya

5 Nov 2026 - 11:20 WIB

Partai Republik Kalah Telak dalam Pemilu Paruh Waktu AS, Ini Penyebabnya
Trending di Internasional