Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Update Selat Hormuz: 7 Kapal Tanker Rusak dan Terbakar

badge-check

Warga memeriksa puing-puing rumah mereka setelah serangan rudal di Seina, Taiz, Yaman. Selasa, 20 Oktober 2026. (AP Photo/Marzouq Al Jabri) Perbesar

Warga memeriksa puing-puing rumah mereka setelah serangan rudal di Seina, Taiz, Yaman. Selasa, 20 Oktober 2026. (AP Photo/Marzouq Al Jabri)

TEHERAN, 23 Oktober 2026 — Update: Tujuh kapal tanker minyak dilaporkan terbakar atau mengalami kerusakan di Selat Hormuz pada Rabu malam hingga Kamis (22/10). Jika terkonfirmasi, jumlah tersebut menjadi yang terbesar dalam satu hari sejak perang Iran dimulai pada 28 Februari 2026.

Televisi pemerintah Iran melaporkan, empat kapal tanker sedang memindahkan minyak ketika diserang dan terbakar. Sementara itu, tiga kapal lainnya dilaporkan rusak dan tidak dapat bergerak setelah menabrak ranjau laut.

Mengutip pernyataan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran, laporan tersebut tidak merinci kemungkinan korban jiwa maupun bendera negara asal kapal-kapal tanker itu.

Kapal Tanker Tetap Melintas pada Malam Hari

Di tengah meningkatnya risiko keamanan, sejumlah operator kapal tanker masih mengangkut minyak dari negara-negara Teluk melalui Selat Hormuz.

Perusahaan analisis data pelayaran Lloyd’s List Intelligence menyebutkan, kapal-kapal yang bersedia mengambil risiko melintasi jalur tersebut berlayar pada malam hari. Mereka menggunakan jalur yang dilindungi militer Amerika Serikat di dekat pesisir Oman.

Untuk menghindari pelacakan, kapal-kapal tersebut mematikan sistem pelacak lokasi dan telepon seluler.

Minyak kemudian dipindahkan ke kapal tanker lain yang menunggu di Teluk Oman sebelum dikirim kepada pembeli di Asia.

Aramco Tingkatkan Pengiriman Minyak Melalui Pipa

Di tengah gangguan pelayaran di Selat Hormuz, Arab Saudi meningkatkan pemanfaatan jaringan pipa untuk mengalihkan pengiriman minyak.

Presiden sekaligus CEO perusahaan minyak Saudi Aramco, Amin Nasser, mengatakan kapasitas pengiriman melalui Pipa East-West meningkat dari 2 juta menjadi 7 juta barel per hari.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi milik Arab Saudi, Al Arabiya Business, Nasser menjelaskan bahwa jalur pipa tersebut menjadi penting bagi ekspor minyak Saudi setelah perang mengganggu pelayaran di Selat Hormuz.

Pipa yang dibangun pada awal 1980-an itu memungkinkan minyak dialirkan melalui jalur alternatif tanpa harus melewati selat tersebut.

Nasser juga mengatakan Aramco menggunakan pesawat nirawak untuk menilai kerusakan akibat serangan terhadap ladang minyak dan membantu upaya pemadaman kebakaran.

PBB Sebut Mesir Berperan Penting dalam Krisis Timur Tengah

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menyatakan Mesir memiliki peran penting dalam upaya menyelesaikan krisis Timur Tengah.

Guterres menyoroti dukungan Mesir terhadap hak-hak rakyat Palestina serta upaya mediasi dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ia dijadwalkan tiba di Mesir pada Jumat (23/10). Dalam kunjungan tersebut, Guterres juga akan membahas perang di Sudan, situasi di Libya, serta konflik di Yaman.

Ia turut mengecam serangan pemberontak Houthi terhadap sasaran sipil di Arab Saudi dan menyebutnya sebagai tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima.

Yaman Ancam Jadikan Pawai Houthi Sebagai Target Militer

Kementerian Pertahanan Yaman pada Kamis (22/10) memperingatkan bahwa pawai dan kegiatan mobilisasi yang diselenggarakan pemberontak Houthi akan dianggap sebagai sasaran militer yang sah.

Pernyataan yang disampaikan melalui media sosial itu juga memperingatkan warga di wilayah yang dikuasai Houthi agar tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut. Pengamat menilai langkah ini sebagai eskalasi besar terhadap kelompok Houthi dan warga sipil yang tinggal di wilayah kekuasaannya.

Pawai pendukung Houthi biasanya berlangsung setiap Jumat. Pawai dan kegiatan yang disebut Houthi sebagai kursus kebudayaan merupakan salah satu cara kelompok tersebut menghimpun dukungan dan merekrut petempur.

Kementerian Pertahanan Yaman juga menuduh Houthi memobilisasi anak-anak untuk terlibat dalam pertempuran.

Korban Serangan Bandara Saudi Bertambah

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan terhadap Bandara Internasional King Fahd pada Rabu (21/10) malam bertambah menjadi dua orang.

Kedua korban terdiri atas seorang warga negara Saudi dan seorang warga negara India yang tinggal di kerajaan tersebut. Delapan orang lainnya dilaporkan terluka.

Pemberontak Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan itu melalui pernyataan lewat di Telegram pada Kamis.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, juga mengklaim kelompoknya menyerang fasilitas Aramco di Yanbu hingga menyebabkan kebakaran, serta Kementerian Pertahanan Saudi di Riyadh. Namun, ia tidak memberikan bukti atas klaim serangan terhadap kementerian tersebut.

Bandara King Fahd, yang terletak di wilayah timur Arab Saudi dekat Bahrain dan Qatar, sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan rudal dan proyektil Houthi.

Serangan Israel Menewaskan Empat Orang di Gaza

Sementara itu, sedikitnya empat orang tewas dan sejumlah lainnya terluka akibat serangan Israel serta tembakan militer di Jalur Gaza pada Kamis, menurut petugas rumah sakit setempat. Rumah Sakit Shifa melaporkan satu orang tewas setelah sebuah mobil diserang di Kota Gaza. Rumah sakit tersebut juga melaporkan seorang perempuan tewas akibat tembakan militer Israel di Jabaliya, Gaza utara.

Di Khan Younis, Gaza selatan, satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan terhadap sekelompok orang di jalan, menurut Rumah Sakit Nasser.

Sementara itu, serangan Israel yang menghantam kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah menewaskan satu orang, berdasarkan laporan Rumah Sakit Awda.

Militer Israel menyatakan serangan di Gaza City dan Khan Younis menargetkan anggota Hamas. Namun, militer Israel mengatakan belum mengetahui secara langsung insiden yang menewaskan perempuan di Jabaliya. Mereka juga belum memberikan komentar mengenai serangan di kamp pengungsi Nuseirat.

Iran Pamerkan Drone Generasi Baru

Di tengah konflik yang terus meluas, televisi pemerintah Iran pada Kamis menayangkan puluhan pesawat nirawak militer yang diklaim lebih kuat dan canggih dibandingkan generasi sebelumnya.

Drone-drone tersebut diperlihatkan di sebuah fasilitas bawah tanah. Laporan itu menyebut versi terbaru drone Arash kini dilengkapi hulu ledak seberat 100kg, dua kali lebih besar dibandingkan versi sebelumnya.

Kepala Angkatan Darat Iran, Jenderal Amir Hatami, mengatakan Iran telah mencapai tingkat kemajuan yang signifikan dalam pengembangan drone. Menurut laporan situs televisi pemerintah Iran, Hatami juga menyatakan bahwa lebih banyak drone baru akan diperkenalkan pada masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dugaan Kecurangan Pemilu AS Menguat, Pemilih Sebut Mesin Pemilu Ubah Suara

23 Okt 2026 - 08:48 WIB

Dugaan Kecurangan Pemilu AS Menguat, Pemilih Sebut Mesin Pemilu Ubah Suara

Pengembangan AI Rusia Terhambat, Dampak Serangan Drone Ukraina

23 Okt 2026 - 08:16 WIB

Pengembangan AI Rusia Terhambat, Dampak Serangan Drone Ukraina

Meta Didenda Rp 400 Triliun di AS

23 Okt 2026 - 07:31 WIB

Meta Didenda Rp 400 Triliun di AS

AI Temukan Celah di PHP, Situs Pemerintah Sejumlah Negara Lakukan Pembaruan Keamanan

23 Okt 2026 - 06:05 WIB

AI Temukan Celah di PHP, Situs Pemerintah Sejumlah Negara Lakukan Pembaruan Keamanan

Elon Musk Pertimbangkan Merger Tesla dan SpaceX, Nilai Capai US$3,5 Triliun

22 Okt 2026 - 12:06 WIB

Elon Musk Pertimbangkan Merger Tesla dan SpaceX, Nilai Capai US$3,5 Triliun
Trending di Internasional