Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Binance Kena Hack Rp 114 Triliun, Diduga Libatkan Hacker Korea Utara

badge-check

Ilustrasi. Perbesar

Ilustrasi.

JAKARTA, 31 Oktober 2026 — Binance kena hack, bursa mata uang kripto terbesar di dunia itu mengungkapkan bahwa aset digital senilai 6,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 100 triliun terdampak serangan peretasan. Insiden tersebut diduga menjadi pencurian kripto terbesar yang pernah tercatat.

Binance menyatakan telah berhasil membekukan sekitar separuh aset yang terdampak. Namun, sebagian lainnya masih berada dalam penguasaan hacker. Perusahaan juga menegaskan akan menanggung seluruh kerugian akibat insiden tersebut.

Dalam pemeriksaan awal, Binance menduga serangan bermula dari peretasan terhadap laptop milik salah satu teknisinya. Kondisi tersebut memungkinkan penyerang mengakses sistem dan melakukan transaksi penarikan tanpa izin.

Namun, penyelidikan lanjutan menemukan adanya sejumlah titik pelanggaran keamanan lainnya.

Dua perusahaan analisis kripto mengaitkan serangan tersebut dengan kelompok peretas Korea Utara bernama TraderTraitor. Perusahaan keamanan siber Check Point menyebut kelompok itu juga dikenal sebagai Lazarus Group.

Jika nilai kerugian tersebut terkonfirmasi, insiden Binance akan melampaui peretasan bursa kripto Bybit pada 2025 yang menyebabkan kerugian sekitar 1,5 miliar dollar AS.

Jayant Dave, kepala keamanan informasi Check Point, menyebut besarnya kerugian Binance menjadikan insiden ini sebagai pencurian kripto terbesar di dunia.

Dugaan Keterlibatan Kelompok Hacker Korea Utara

Perusahaan analisis kripto Chainalysis dan TRM Labs menduga adanya keterlibatan kelompok peretas Korea Utara. Chainalysis menyatakan memiliki tingkat keyakinan tinggi bahwa kelompok peretas Korea Utara terkait dengan serangan tersebut.

Sementara itu, TRM Labs menemukan sejumlah kesamaan antara serangan terhadap Binance dan insiden peretasan sebelumnya yang dikaitkan dengan Korea Utara, termasuk kasus Bybit.

Ari Redbord, kepala kebijakan global TRM Labs, menyebut peretasan Binance sebagai momen penting yang belum pernah terjadi pada industri kripto sebelumnya. Menurutnya, peretas masih menguasai aset curian dalam jumlah sangat besar. Karena itu, upaya pelacakan dan pemulihan dana kemungkinan besar masih akan berlangsung.

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok hacker yang terkait dengan Korea Utara kerap menargetkan perusahaan mata uang kripto untuk mencuri aset digital dalam jumlah besar.

Badan keamanan negara-negara Barat pernah menyebut dana hasil pencurian kripto digunakan untuk membiayai program pengembangan senjata nuklir dan rudal Korea Utara. Namun, pemerintah Korea Utara selama ini membantah keterlibatan dalam berbagai serangan peretasan.

Laptop Teknisi Menjadi Titik Awal Serangan

Co-CEO Binance Richard Teng menyatakan, investigasi awal perusahaan mengindikasikan peretasan bermula dari laptop seorang teknisi yang telah disusupi.

Akses tersebut memungkinkan penyerang masuk ke sebuah kontainer layanan atau service container, kemudian mengirimkan transaksi penarikan tanpa otorisasi.

Teng menegaskan serangan tersebut tidak sekadar memanfaatkan izin akses seorang teknisi atau berlangsung melalui satu tindakan sederhana. Menurutnya, peretasan melibatkan proses yang lebih kompleks. Sejauh penyelidikan berlangsung, Binance belum menemukan bukti adanya kebocoran kunci privat dompet kripto (wallet private key).

Perusahaan berjanji akan menyampaikan laporan lengkap setelah penyelidikan selesai. Dalam pembaruan melalui akun X, Binance juga mengonfirmasi bahwa investigasi menemukan titik-titik pelanggaran keamanan tambahan.

Sementara itu, Yi He, co-CEO Binance lainnya, menyampaikan terima kasih kepada sejumlah penerbit aset kripto yang membantu membekukan aset terkait serangan tersebut.

Ia mengatakan layanan penarikan sementara dinonaktifkan sampai lingkungan sistem dipastikan aman.

Tether dan Circle Ikut Bekukan Aset

Upaya pemulihan aset juga melibatkan sejumlah perusahaan kripto lainnya.

Tether dan Circle menyatakan telah membekukan aset dengan nilai gabungan sekitar 2,4 miliar dollar AS sebagai respons terhadap dugaan peretasan Binance.

World Liberty Financial, perusahaan kripto yang memiliki keterkaitan dengan Presiden AS Donald Trump dan keluarganya, juga menyatakan telah bekerja sama dengan mitranya untuk membekukan dana hasil pencurian.

Sementara itu, bursa kripto Coinbase memastikan platformnya tidak terdampak serangan dan terus memantau perkembangan situasi.

Insiden tersebut hanya memengaruhi Binance.com. Binance.US, platform yang menyediakan layanan perdagangan khusus bagi pengguna di Amerika Serikat, menyatakan tidak terdampak.

Eric Jardine, kepala riset Chainalysis, mengingatkan seluruh bursa kripto agar meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, platform perdagangan aset digital menjadi target menarik bagi peretas karena menyimpan aset bernilai sangat besar.

Jayant Dave dari Check Point juga menilai pola serangan terhadap Binance memiliki kemiripan dengan peretasan platform kripto Bitget pada September yang menyebabkan kerugian 388 juta dollar AS.

Ia menilai peretas kini tidak selalu perlu mencuri kunci utama penyimpanan aset. Mereka dapat menargetkan sistem dan orang-orang yang memiliki kewenangan untuk mengakses serta memindahkan aset tersebut.

Harga Bitcoin dan Kripto Lain Ikut Turun

Kekhawatiran terhadap keamanan Binance turut memengaruhi pasar mata uang kripto.

Beberapa pengamat industri telah menyampaikan peringatan mengenai kemungkinan serangan terhadap Binance beberapa jam sebelum perusahaan mengonfirmasi adanya masalah keamanan.

Setelah peringatan tersebut beredar, harga Bitcoin turun lebih dari 4 persen. Sejumlah mata uang kripto utama lainnya, termasuk Ethereum dan Solana, juga mengalami penurunan tajam.

Binance sendiri merupakan perusahaan yang didirikan di China pada 2017 dan kini diperkirakan memiliki lebih dari 300 juta pengguna terdaftar di seluruh dunia.

Pada 2024, perusahaan menyatakan mengelola aset pengguna dengan nilai lebih dari 160 miliar dollar AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dari Denda hingga Potong Tunjangan Orang Tua, Ini Cara Eropa Tagih Ganti Rugi Kerusuhan

31 Okt 2026 - 10:42 WIB

Dari Denda hingga Potong Tunjangan Orang Tua, Ini Cara Eropa Tagih Ganti Rugi Kerusuhan

Perlombaan AI Makin Mahal! Google, Amazon, dan Microsoft Hadapi Tekanan Investor

31 Okt 2026 - 09:50 WIB

Perlombaan AI Makin Mahal! Google, Amazon, dan Microsoft Hadapi Tekanan Investor

Jelang Midterm 2026, Manuver Trump Picu Kekhawatiran soal Integritas Pemilu AS

30 Okt 2026 - 12:02 WIB

Jelang Midterm 2026, Manuver Trump Picu Kekhawatiran soal Integritas Pemilu AS

Gubernur Alaska Perintahkan Penyelidikan atas Kandidat Partai Demokrat, Terkait Nama Sam

30 Okt 2026 - 10:01 WIB

Gubernur Alaska Perintahkan Penyelidikan atas Kandidat Partai Demokrat, Terkait Nama Sam

China Pecat 33 Anggota Partai Komunis, Termasuk Jenderal Militer

30 Okt 2026 - 08:24 WIB

China Pecat 33 Anggota Partai Komunis, Termasuk Jenderal Militer
Trending di Internasional