OSLO, 1 Novermber 2026 – Norwegia balas ejekan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut negara Skandinavia itu sebagai shithouse country atau “negara sampah” dengan cara yang tak biasa.
Badan pariwisata Norwegia, Visit Norway, meluncurkan promosi wisata yang menampilkan sejumlah toilet umum dengan desain unik dan pemandangan alam spektakuler. Promosi tersebut memasarkan slogan “Norway Makes Shithouses Great Again” dan viral di media sosial.
“Jadi, kami mendengar keributan tentang ‘negara sh…thouse’. Apa yang bisa kami katakan? Kami memang memiliki beberapa toilet paling indah dan spektakuler di dunia,” tulis Visit Norway melalui media sosial.
Promosi itu muncul setelah Trump melontarkan hinaan terhadap Norwegia dalam sebuah kampanye politik di Port Huron, Michigan, Minggu (25/10). Saat itu, ia mengatakan, “Norwegia sebenarnya sudah menjadi negara shithouse.”
Perseteruan Trump dengan Norwegia
Komentar tersebut bukan kali pertama Trump melontarkan kritik terhadap Norwegia maupun Komite Nobel Norwegia.
Trump berulang kali menyampaikan keinginannya untuk memperoleh Hadiah Nobel Perdamaian. Namun, ia juga pernah mengungkapkan keraguan bahwa komite tersebut akan memberikan penghargaan kepadanya.
Retorika Trump terhadap Norwegia kembali menguat setelah Hadiah Nobel Perdamaian jatuh kepada pakar hukum internasional Navi Pillay pada Oktober.
Pada 2018, Trump juga pernah menggunakan istilah shithole countries untuk menyebut Haiti dan sejumlah negara Afrika. Pernyataan tersebut menuai kecaman luas. Saat itu, Trump justru mengatakan lebih menyukai imigran dari negara seperti Norwegia.
Toilet dengan Pemandangan Fjord dan Pegunungan
Dalam promosinya, Visit Norway menampilkan sejumlah toilet umum yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas wisata, tetapi juga memiliki desain arsitektur unik.
Salah satunya berada di titik pandang Stegastein. Toilet gratis tersebut berdiri tepat di tepi tebing dengan pemandangan langsung ke Aurlandsfjord. Bangunan toilet itu lengkap dengan jendela besar yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan luar tanpa terlihat dari luar. Pada 2015, DesignCurial menempatkannya di posisi pertama dalam daftar 10 toilet umum terbaik di dunia.
Toilet lain yang masuk dalam daftar adalah “Gulldassen” atau Toilet Emas di Pulau Senja. Dibangun pada 2014, bangunan berbentuk segitiga tersebut kini menjadi salah satu tempat singgah populer bagi wisatawan.
Evgenia Egorova, pengelola media sosial Visit Norway, mengatakan kepada Associated Press bahwa timnya sebenarnya telah membuat materi serupa beberapa tahun lalu untuk memperingati Hari Toilet Sedunia yang jatuh pada 19 November.
Menurut dia, timnya senang bisa menggunakan kembali materi tersebut untuk merespons komentar Trump. Respons publik terhadap promosi itu pun tampaknya sangat positif.
“Ketika hidup memberimu lemon atau kutipan seperti ini, kamu tinggal membuat limun—dan semua konten viral,” kata Egorova sambil tertawa pada Jumat (30/10).
Toilet Emas yang Pernah Menjadi Sorotan Trump
Promosi wisata Norwegia tersebut juga mengingatkan pada sejumlah kontroversi yang melibatkan toilet emas dan Trump.
Awal tahun ini, sebuah kelompok seni perlawanan memasang toilet emas di National Mall, Washington DC, sebagai bentuk protes terhadap renovasi Gedung Putih pada masa pemerintahan Trump.
Pada periode pertama kepresidenannya, Trump juga pernah terlibat dalam kisah unik terkait karya seni toilet emas.
Saat Gedung Putih ingin meminjam lukisan karya Vincent van Gogh dari sebuah museum di New York untuk ditempatkan di ruang pribadi keluarga presiden, Museum Guggenheim justru menawarkan karya seni lain: toilet emas 18 karat berjudul America.
Karya seniman konseptual Italia Maurizio Cattelan itu merupakan toilet emas yang berfungsi penuh dan menyindir kekayaan berlebihan.
Toilet tersebut kemudian dipamerkan di Blenheim Palace, Inggris, rumah tempat pemimpin Inggris pada masa Perang Dunia II, Winston Churchill, dilahirkan.
Namun, pada 2019, toilet emas itu dicuri dalam sebuah aksi yang oleh jaksa disebut sebagai “perampokan nekad”. Dua pelaku dinyatakan bersalah tahun lalu.
Hingga kini, toilet emas yang menjadi barang curian tersebut belum ditemukan.
















