Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Pesawat Jet Jatuh dan Meledak di Florida, Sembilan Orang Tewas

badge-check

Tankapan layar dashcam sebuah mobil yang sedang melintas saat pesawat Bombardier Learjet 60 jatuh menukik dan meledak. Minggu, 1 November 2026. (AP/Aki Kuusisto) Perbesar

Tankapan layar dashcam sebuah mobil yang sedang melintas saat pesawat Bombardier Learjet 60 jatuh menukik dan meledak. Minggu, 1 November 2026. (AP/Aki Kuusisto)

FLORIDA, 2 November 2026 – Sebuah pesawat jet pribadi jenis Learjet jatuh dan meledak di kawasan Greenacres, dekat West Palm Beach, Florida, Amerika Serikat, Minggu (1/11). Sembilan orang yang berada di dalam pesawat tersebut tewas.

Salah satu korban adalah Nathalia Gadelha Filgueiras, pilot berusia 20 tahun yang telah memiliki lisensi terbang sejak berusia 17 tahun. Korban lainnya adalah pengusaha teknologi Adam Robinson, istri, dan dua anaknya yang masih kecil.

Pesawat tersebut terbang dari Austin, Texas, menuju Bahama dengan membawa dua awak dan tujuh penumpang. Namun, pesawat mengalami masalah di udara sebelum jatuh dan menghantam jalan hingga terbakar hebat.

Rekaman video warga memperlihatkan pesawat menukik tajam sebelum menghantam tanah dan meledak. Asap hitam tebal kemudian membubung dari lokasi kejadian.

Pilot Berusia 20 Tahun dan Pengusaha Teknologi Jadi Korban

Ibu Nathalia, Camila Corteleti, mengonfirmasi kepada New York Post dan The New York Times bahwa putrinya menjadi kopilot dalam penerbangan tersebut.

Nathalia memperoleh lisensi pilot pada 2023 ketika masih berusia 17 tahun dan duduk di kelas akhir West Boca Raton Community High School, Florida.

Lisensi yang dimilikinya menunjukkan bahwa Nathalia memenuhi kualifikasi untuk menerbangkan jenis Learjet tersebut, tetapi tidak memiliki kewenangan untuk bertindak sebagai pilot yang bertanggung jawab atas keseluruhan penerbangan.

Program akademi penerbangan khusus di sekolahnya membantu membiayai lisensi tersebut. Para siswa dalam program itu mendapat pelatihan menggunakan simulator penerbangan dan drone.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi WPEC-TV pada 2023, Nathalia pernah mengatakan bahwa sebagian orang menganggap kemampuannya menerbangkan pesawat sebagai hal yang tidak biasa.

“Menurut saya lucu,” ujarnya saat menceritakan bahwa dirinya bisa menerbangkan pesawat, tetapi belum bisa mengendarai mobil.

Selain Nathalia, kecelakaan itu menewaskan Adam Robinson, istrinya Helen Sharp, serta kedua anak mereka, Emma yang berusia empat tahun dan Charlie yang berusia dua tahun.

Anita Maria Cetina, yang membantu mengasuh kedua anak tersebut, juga menjadi korban.

Dua korban lainnya diidentifikasi sebagai Rachael Reed dan Charmi Fehr. Identitas pilot lainnya belum diumumkan.

Robinson merupakan salah satu pendiri platform pemasaran email Robly dan pendiri Retention.com, perusahaan teknologi yang membantu menghubungkan pengunjung situs perdagangan elektronik dengan alamat email mereka.

Dalam wawancara di podcast ProfitLed, Robinson pernah menceritakan kehidupannya bersama keluarga di Aspen, Colorado.

“Saya merasa sedang menjalani kehidupan impian,” kata Robinson, 45 tahun.

Ia mengaku senang dapat menghabiskan waktu bersama anak-anak pada pagi dan malam hari, sekaligus memberi kesempatan kepada istrinya untuk menjalani karier sebagai seniman penuh waktu.

Pesawat Diduga Mulai Rusak Sebelum Menghantam Tanah

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

Anggota NTSB Tom Chapman mengatakan, penyelidik menemukan indikasi bahwa bagian pesawat mulai terlepas sebelum menghantam tanah. Serpihan pesawat juga tersebar hingga cukup jauh dari lokasi benturan.

“Kami memiliki sejumlah indikasi bahwa pesawat mulai mengalami kerusakan sebelum benturan,” kata Chapman dalam konferensi pers, Senin.

Pakar keselamatan penerbangan Jeff Guzzetti mengatakan, bagian penting pada ekor pesawat kemungkinan terlepas ketika pesawat mengalami turbulensi atau menukik tajam.

Jika bagian tersebut hilang, pilot akan kesulitan mengendalikan pesawat. Kondisi itu, menurut Guzzetti, dapat menjelaskan gerakan pesawat yang menukik tajam sebelum jatuh.

Guzzetti merupakan mantan penyelidik NTSB dan Administrasi Penerbangan Federal (FAA).

Penyelidik juga akan memeriksa kondisi cuaca pada saat kejadian. Hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Minggu, sementara salah satu pilot sempat melaporkan adanya pembentukan es pada pesawat ketika berada di ketinggian.

Peta cuaca, yang digabungkan dengan jalur penerbangan oleh FlightRadar24, menunjukkan pesawat kemungkinan melintasi area badai yang berkembang cepat. Namun, Chapman mengatakan penyelidik masih harus memastikan kondisi cuaca sebenarnya pada ketinggian 35.000 kaki.

NTSB berharap dapat segera menemukan alat perekam suara kokpit atau cockpit voice recorder pesawat itu untuk membantu penyelidikan.

pesawat jet pribadi Learjet yang jatuh dan meledak di Florida
NTSB masih menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat Bombardier Learjet 60 di Florida, AS.

Pilot Sempat Kirim Sinyal Darurat

Rekaman komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara menunjukkan pilot sempat melaporkan adanya penumpukan es dan turbulensi sebelum kecelakaan.

Saat berada di ketinggian sekitar 35.000 kaki atau 11.000 meter, pilot menyebut pesawat mengalami penumpukan es ringan yang masih dapat di antisipasi serta turbulensi sedang.

Namun, kondisi kemudian memburuk dengan cepat. Pilot meminta izin untuk naik 2.000 kaki sebelum menyatakan keadaan darurat karena pesawat kehilangan ketinggian secara drastis.

“Kami sedang turun 8.000 kaki, mayday, mayday. Kami turun 10.000 kaki per menit,” kata pilot melalui radio.

Beberapa saat kemudian, pilot kembali melaporkan kondisi yang semakin parah.

“Kami dalam kondisi kecepatan berlebih dan turun 20.000 kaki per menit,” ujarnya.

Tak lama setelah itu, pilot mengatakan, “Kami akan jatuh ke tanah.”

Rekaman video memperlihatkan pesawat berbelok tajam ke kanan sebelum menghantam tanah dan meledak.

Warga Sekitar Lokasi Belum Bisa Pulang

Kecelakaan tersebut juga berdampak pada warga yang tinggal di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.

Komisioner Palm Beach County Joel G. Flores mengatakan, pemerintah daerah belum dapat memastikan kapan warga diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing karena penyelidik masih mengumpulkan bukti di lokasi kejadian.

Pemerintah setempat telah meyiapkan tempat penampungan sementara bagi penghuni yaitu hampir 80 unit rumah mobil di sekitar lokasi kecelakaan.

“Kekhawatiran kami saat ini adalah membersihkan lokasi agar warga dapat kembali menjalani kehidupan normal,” kata Flores.

Ia mengatakan belum ada perkiraan waktu penyelesaian pemeriksaan karena tim penyelidik masih harus mengumpulkan dan memeriksa berbagai bukti.

Selain sembilan korban di dalam pesawat, seorang pengendara yang melintas di dekat lokasi juga mengalami luka pada kaki akibat kecelakaan tersebut. Namun, tingkat keparahan lukanya belum diketahui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

FBI Sambangi Rumah Pendukung Dan J. Sullivan, Selidiki Dugaan Kandidat Boneka

3 Nov 2026 - 09:18 WIB

FBI Sambangi Rumah Pendukung Dan J. Sullivan, Selidiki Dugaan Kandidat Boneka

FBI Tuduh Hacker Korea Utara Curi Ratusan Triliun Kripto Binance

2 Nov 2026 - 12:26 WIB

FBI Tuduh Hacker Korea Utara Curi Ratusan Triliun Kripto Binance

Hakim AS Larang Trump Intimidasi Petugas Pemilu

2 Nov 2026 - 11:03 WIB

Hakim AS Larang Trump Intimidasi Petugas Pemilu

Kerusuhan di Jerman Saat Demo Gen Z, Puluhan Polisi Terluka

2 Nov 2026 - 08:50 WIB

Kerusuhan di Jerman Saat Demo Gen Z, Puluhan Polisi Terluka

Norwegia Balas Ejekan Trump dengan Promosi Toilet Unik dan Indah

1 Nov 2026 - 09:20 WIB

Norwegia Balas Ejekan Trump dengan Promosi Toilet Unik dan Indah
Trending di Internasional