SPANYOL, 26 Oktober 2026 — Jose Mourinho kembali menunjukkan sentuhan magisnya saat membawa Real Madrid mengalahkan Barcelona 2-1 dalam laga El Clasico di Camp Nou, Minggu (25/10). Kemenangan ini terasa istimewa setelah Kylian Mbappe mencetak dua gol untuk Los Blancos sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan Barcelona dalam sembilan pertandingan domestik.
Mourinho bahkan merayakan gol penentu kemenangan Mbappe dengan melakukan knee slide, selebrasi khas yang kembali menjadi sorotan dalam rivalitas panas kedua klub.
Hasil ini juga membawa perubahan penting dalam persaingan papan atas Liga Spanyol. Sebelum pertandingan, Real Madrid berpeluang tertinggal sembilan poin dari Barcelona jika kalah. Namun, kemenangan tersebut membuat tim asuhan Mourinho kini hanya terpaut tiga poin dari rival abadinya itu.
Mourinho Ukir Rekor di El Clasico
Kemenangan atas Barcelona memperpanjang catatan impresif Mourinho. Pelatih asal Portugal tersebut menjadi manajer ketiga Real Madrid yang mampu melewati enam pertandingan El Clasico berturut-turut tanpa kekalahan.
Dalam enam pertemuan terakhirnya bersama Real Madrid melawan Barcelona, Mourinho mencatatkan empat kemenangan dan dua hasil imbang. Ia menyamai pencapaian Miguel Munoz pada periode 1962–1965 dan Vicente del Bosque pada 2001–2003.
Pencapaian ini terasa semakin istimewa karena Mourinho terakhir kali menangani Real Madrid dalam El Clasico 13 tahun lalu, sebelum kembali ke klub tersebut pada musim panas ini.
Secara keseluruhan, Mourinho kini mencatatkan enam kemenangan dan enam kekalahan dalam pertandingan El Clasico.
Kemenangan di Camp Nou juga menjadi kemenangan kedua Real Madrid dalam delapan pertandingan terakhir melawan Barcelona. Bagi Barcelona, kekalahan ini sekaligus menghentikan laju sembilan pertandingan domestik tanpa kekalahan.
Mourinho: Real Madrid Bermain untuk Menjuarai Liga
Mourinho menegaskan bahwa tujuan utama Real Madrid bukan sekadar meraih kemenangan dalam pertandingan bergengsi melawan Barcelona, melainkan menjuarai Liga Spanyol.
“Menurut saya, Real Madrid tidak bermain untuk menang di Camp Nou. Real Madrid bermain untuk menjuarai La Liga,” ujar Mourinho.
Ia juga menilai kemenangan tersebut diraih berkat ketenangan dan performa yang layak mendapatkan hasil positif.
“Kami bisa saja menang karena keberuntungan, tetapi kami menang dengan ketenangan dan sepenuhnya pantas mendapatkannya,” katanya.
Mourinho memuji kerja keras para pemainnya dan menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja seluruh tim.
“Penghargaan ini untuk para pemain. Ketika menang, pujian diberikan kepada pemain. Namun, ketika kalah, kesalahan dibebankan kepada pelatih. Itulah sebabnya kita melihat pelatih dipecat setiap pekan,” ucapnya.
Mourinho Puji Keseimbangan Lini Tengah Real Madrid
Selain hasil akhir, Mourinho menyoroti kualitas dan mentalitas para pemain Real Madrid. Menurutnya, kombinasi karakter pemain di lini tengah memberikan keseimbangan ketika bertahan sekaligus meningkatkan kualitas serangan.
Ia menilai perpaduan berbagai tipe pemain lebih menguntungkan dibandingkan menurunkan dua pemain dengan karakteristik serupa.
Mourinho juga mengingatkan timnya agar tidak larut dalam euforia setelah mengalahkan Barcelona. Ia menyebut Real Madrid telah beberapa kali menang dengan selisih empat gol atau lebih, tetapi pertandingan melawan Barcelona memiliki tingkat kesulitan tersendiri.
“Kami sudah mengalahkan beberapa tim dengan selisih empat gol atau lebih, tetapi ini Barcelona, dan para pemain tampil luar biasa. Kami harus terus bermain seperti ini dan tidak berlebihan dalam merayakan kemenangan ini,” ujarnya lebih lanjut.
Hansi Flick Akui Barcelona Kehilangan Kesegaran
Di kubu Barcelona, pelatih Hansi Flick mengakui timnya tidak tampil dengan kondisi fisik terbaik setelah melewati beberapa pekan yang melelahkan.
Flick menegaskan tidak ingin mencari alasan atas kekalahan tersebut. Namun, ia mengakui para pemainnya kekurangan kesegaran fisik yang dibutuhkan untuk menghadapi pertandingan sebesar El Clasico.
“Kami kehilangan kesegaran. Ini tidak mudah bagi para pemain kami. Kami harus memulihkan kondisi dengan baik, berlatih dengan baik, dan merespons kekalahan ini,” kata Flick.
Ia juga menilai detail-detail kecil menjadi faktor penentu dalam pertandingan besar, tetapi kali ini keberuntungan dan situasi pertandingan tidak berpihak kepada Barcelona.
“Dalam pertandingan besar, hal-hal kecil sangat penting dan menentukan hasil. Hari ini, itu tidak berpihak kepada kami,” ujarnya. Flick kemudian menambahkan bahwa Barcelona harus memperbaiki kondisi fisik dan mempersiapkan diri untuk bangkit setelah kekalahan tersebut.
Lebih jauh, kemenangan ini menjadi modal penting bagi Real Madrid dalam persaingan memperebutkan gelar La Liga. Alhasil, dengan jarak yang kini hanya tiga poin dari Barcelona, persaingan di papan atas semakin terbuka.
Klasemen 10 Besar La Liga 2026/2027
| Pos. | Klub | Main | Menang | Seri | Kalah | Gol | SG | Poin |
| 1 | Barcelona | 10 | 9 | 1 | 0 | 40–10 | +30 | 28 |
| 2 | Atletico Madrid | 10 | 8 | 1 | 1 | 20–8 | +12 | 25 |
| 3 | Real Madrid | 10 | 7 | 1 | 2 | 24–10 | +14 | 22 |
| 4 | Real Betis | 10 | 6 | 2 | 2 | 16–14 | +2 | 20 |
| 5 | Real Sociedad | 10 | 6 | 1 | 3 | 19–18 | +1 | 19 |
| 6 | Sevilla | 9 | 4 | 2 | 3 | 14–16 | -2 | 14 |
| 7 | Deportivo Alaves | 10 | 3 | 3 | 4 | 14–11 | +3 | 12 |
| 8 | Athletic Club | 9 | 3 | 3 | 3 | 12–9 | +3 | 12 |
| 9 | Celta Vigo | 10 | 2 | 6 | 2 | 10–7 | +3 | 12 |
| 10 | Villarreal | 10 | 3 | 3 | 4 | 15–14 | +1 | 12 |
















