BEIJING, 24 Oktober 2026 — Tim penyelamat menyisir wilayah terpencil di Tibet, China, pada Jumat (23/10) setelah gempa bumi bermagnitudo 7 menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai 54 lainnya. Gempa tersebut juga menyebabkan ratusan rumah roboh, menurut media pemerintah China.
Bencana itu melanda Nagqu, sebuah kota di utara Lhasa, ibu kota Tibet, pada Kamis (22/10). Wilayah tersebut berada di ketinggian sekitar 4.800 meter di atas permukaan laut.
Sedikitnya 339 rumah dilaporkan roboh. Pejabat setempat mengkhawatirkan kemungkinan bangunan lain runtuh akibat gempa susulan, serta risiko jatuhnya korban akibat longsoran batu.
Upaya pencarian dan penyelamatan terkendala kondisi geografis wilayah tersebut serta suhu yang rendah. Penjabat Wali Kota Nagqu, Dunzhu, mengatakan dalam konferensi pers bahwa hingga Jumat sore, tim penyelamat telah melakukan tiga putaran pencarian dengan memeriksa setiap rumah dan desa.
Lebih dari 5.000 personel dari tiga kabupaten setempat dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan.
Bantuan yang tiba di wilayah terdampak meliputi 2.000 unit hunian prefabrikasi, sekitar 3.400 tenda, 2.000 tempat tidur lipat, serta senter dan pakaian musim dingin.
Gempa Susulan dan Longsoran Batu Menghambat Penanganan
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa terjadi pada Kamis pukul 22.33 waktu setempat. Episentrum gempa berada sekitar 191 kilometer di timur-timur laut Nagqu, dengan kedalaman 18 kilometer.
USGS juga mencatat sedikitnya tujuh gempa susulan dengan magnitudo antara 4,3 dan 5,2. Seluruh gempa susulan tersebut tercatat pada kedalaman sekitar 10 kilometer.
Kantor berita resmi China, Xinhua, melaporkan pada Jumat bahwa komunikasi di sejumlah wilayah terdampak terputus.
Otoritas perkeretaapian setempat juga mengambil langkah darurat dengan menghentikan perjalanan kereta yang melintasi wilayah tersebut.
Selain itu, gempa memicu longsoran batu yang memaksa pemerintah setempat menutup sebagian Jalan Raya Nasional 317. Jalan tersebut hanya boleh dilalui kendaraan darurat, tim penyelamat, dan kendaraan pengangkut bantuan resmi selama petugas membersihkan material longsoran.
Xinhua melaporkan, salju kemungkinan akan turun secara berkala di kawasan terdampak selama tiga hari berikutnya. Kondisi cuaca tersebut berpotensi menambah tantangan bagi tim penyelamat.
Xi Jinping Perintahkan Upaya Penyelamatan Maksimal
Presiden China Xi Jinping memerintahkan pengerahan seluruh upaya untuk operasi penyelamatan dan bantuan medis setelah gempa tersebut.
Instruksi itu terbit pada Jumat pagi. Menurut laporan tersebut, Xi biasanya memberikan arahan semacam ini dalam menghadapi bencana dan kecelakaan besar.
Hingga Jumat, tim penyelamat masih melakukan pencarian di wilayah terdampak, sementara pemerintah mengerahkan personel dan bantuan untuk menangani dampak bencana.
















