MEXICO CITY, 2 November 2026 – Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, mencetak sejarah setelah memastikan gelar juara dunia Formula 1 (F1) 2026 di Grand Prix (GP) Meksiko, Minggu waktu setempat atau Senin (2/11) dini hari WIB.
Meski hanya finis di posisi ketiga di belakang Max Verstappen dan Lewis Hamilton, hasil tersebut sudah cukup bagi Antonelli untuk mengunci gelar juara dunia dengan empat seri tersisa.
Pembalap asal Italia itu kini tercatat sebagai juara dunia termuda dalam sejarah F1 pada usia 20 tahun.
Antonelli mematahkan rekor Sebastian Vettel yang sebelumnya menjadi juara dunia termuda pada usia 23 tahun pada 2010.
“Terima kasih banyak, kita berhasil. Kita berhasil, terima kasih banyak,” ujar Antonelli melalui radio tim Mercedes setelah melintasi garis finis.
Ia juga mengaku masih berusaha memahami pencapaian besar tersebut.
“Saya tidak akan berada di sini tanpa Mercedes dan keluarga saya. Saya tidak bisa berkata-kata dan masih mencoba memahami semuanya. Ini musim yang luar biasa,” kata Antonelli.
Gelar tersebut juga mengakhiri penantian panjang Italia. Antonelli menjadi pembalap Italia pertama yang meraih gelar juara dunia F1 sejak Alberto Ascari pada 1953.
CEO Formula 1 Stefano Domenicali menyebut keberhasilan itu sebagai momen bersejarah bagi negaranya.
“Selama 73 tahun, negara kami menantikan momen ini. Hari ini, seluruh bangsa akan merayakan salah satu putra terbaiknya yang mencapai puncak olahraga ini,” ujar Domenicali.
Ia menambahkan, nama Antonelli kini bergabung dengan deretan legenda Formula 1.
Verstappen Menang, Balapan Sempat Dihentikan
Max Verstappen keluar sebagai pemenang Grand Prix Meksiko untuk keenam kalinya.
Balapan sempat dihentikan pada lap ke-46 setelah pembalap Valtteri Bottas menabrak dinding pembatas di tikungan pertama. Insiden tersebut terjadi setelah mobilnya mengalami masalah pada suspensi sisi kanan.
Tim Cadillac menyatakan Bottas menjalani pemeriksaan medis tambahan sebagai tindakan pencegahan. Pembalap Finlandia itu berhasil keluar dari mobil tanpa bantuan dan sempat melambaikan tangan kepada penonton.
Setelah balapan dimulai kembali, Verstappen memimpin di depan Charles Leclerc, Lewis Hamilton, Antonelli, Lando Norris, dan George Russell.
Verstappen mampu mempertahankan posisinya hingga finis.
Setelah balapan di Meksiko, kalender F1 akan berlanjut ke Brasil dan Las Vegas. Namun, penyelenggaraan dua seri terakhir di Qatar dan Abu Dhabi masih belum pasti karena situasi keamanan di kawasan tersebut.
Hamilton Kesal dengan Keputusan Penalti Leclerc
Hamilton yang meraih pole position pada Sabtu kehilangan posisi terdepan pada lap keempat saat bersaing dengan Leclerc. Ia sempat keluar lintasan dan turun ke posisi ketiga.
Manuver kedua pembalap Ferrari tersebut kemudian diselidiki steward. Leclerc akhirnya mendapat penalti lima detik.
Keputusan itu membuat Hamilton kesal karena menurutnya Leclerc seharusnya mengembalikan posisi yang didapatkan melalui manuver tersebut.
“Steward pada dasarnya memberikan kemenangan ini kepada Charles. Kami sudah menyepakati hal itu dalam briefing pembalap,” ujar Hamilton.
Ia menilai penalti lima detik tidak cukup adil karena Leclerc tetap memiliki ruang bebas di depan dan tidak perlu mengelola kondisi mobil seperti pembalap lainnya.
“Dia seharusnya mengembalikan posisi,” kata juara dunia tujuh kali tersebut.
Hamilton juga sempat mengeluhkan masalah besar pada mobilnya melalui radio tim sebelum balapan dihentikan akibat kecelakaan Bottas.
Aston Martin Gagal Menyelesaikan Balapan
Aston Martin mengalami akhir pekan yang buruk di Meksiko.
Setelah hasil kualifikasi yang mengecewakan, Fernando Alonso sempat bercanda bahwa dia tidak akan mengikuti balapan di Meksiko dan memilih langsung menuju Brasil.
Situasi tersebut hampir menjadi kenyataan. Alonso harus mengakhiri balapan lebih awal akibat masalah mesin.
Rekan setimnya, Lance Stroll, juga gagal menyelesaikan lomba setelah keluar dari balapan pada lap ketujuh.
Alonso mengatakan mobilnya sempat bekerja dengan baik dalam sesi latihan pertama. Namun, masalah muncul saat kualifikasi dan kembali terjadi ketika balapan berlangsung.
“Saya diberi tahu untuk menghentikan mobil karena masalah mesin. Saya tidak yakin apa yang terjadi. Mobil baik-baik saja selama sesi latihan pertama, kemudian mengalami masalah saat kualifikasi, dan sekarang terjadi lagi,” ujar Alonso.
Ia menilai masalah keandalan mobil muncul pada momen yang paling buruk bagi timnya.
















